Rumah joglo dikenal sebagai rumah
khas Jawa. Namun menurut KBBI, arti ‘joglo’ itu sendiri adalah gaya bangunan
untuk tempat tinggal khas Jawa, yang atapnya menyerupai trapesium. Di bagian
tengah menjulang ke atas berbentuk limas, serambi depan lebar dan ruang tengah
tidak bersekat-sekat, biasanya dipergunakan sebagai ruang tamu. Menurut
pandangan budaya, sebuah rumah joglo menggambarkan kehidupan orang masyarakat
Jawa seutuhnya, khususnya dalam prinsip gotong royong. Gaya joglo merupakan
salah satu gaya rumah yang memiliki nilai sejarah dan keunikan hingga saat ini.
Bagi kamu yang sering pulang kampung ke daerah Jawa Tengah, pasti akan
menemukan rumah joglo yang dihuni oleh masyarakat lokal. Ingin tahu lebih
banyak mengenai salah satu rumah adat Jawa ini? Simak ulasan lengkapnya berikut
ini
Mengenal Jenis Rumah Adat Joglo
1. Rumah Joglo Modern Minimalis

Jika banyak orang
menilai sebuah hunian joglo memiliki konstruksi yang rumit, maka hal tersebut
adalah asumsi yang salah. Sebab, sebuah hunian bergaya joglo bisa didesain
secara modern dengan konstruksi bangunan yang sederhana seperti rumah minimalis
pada umumnya. Joglo modern ini terlihat
sangat kentara pada sisi bagian atap berbahan kayu, dengan paduan bangunan
minimalis nan kekinian. Hasil akulturasi
desain ini memadukan kesempurnaan dari segala sisi.
1. Rumah Joglo Modern Atap Putih

Secara umum,
sebuah hunian bergaya joglo didominasi oleh bahan kayu berwarna coklat yang
sangat unik dan klasik. Kesan otentik tersebut rasanya tak salah jika
dimodifikasi melalui permainan warna pada beberapa aksen, termasuk penggunaan
warna putih sebagai warna dasar rumah. Jika
warna coklat menimbulkan kesan klasik, maka penggunaan warna putih justru
memberi kesan elegan dan modern. Selain
warna putih, warna-warna yang bersifat hangat dan kalem juga sangat cocok untuk
menghiasi joglo seperti merah muda, biru muda hingga hijau.
1. Rumah Joglo dengan Atap Terbuka

Atap pada hunian
joglo merupakan salah satu ciri khas yang sangat unik bagi setiap orang yang
melihatnya. Namun, dengan konstruksi atap yang sama seperti rumah joglo pada
umumnya, kamu juga bisa melakukan modifikasi pada bagian atap, dengan bentuk
terbuka. Penggunaan atap terbuka tidak hanya meningkatkan nilai estetika saja,
melainkan juga dapat membantu sirkulasi
udara. Tak hanya membantu sirkulasi udara rumah saja, kamu juga bisa melakukan
teknik aeroponik di bagian atap rumah.
1. Rumah Joglo Oriental

Secara umum,
mayoritas joglo mengedepankan budaya adat Jawa sebagai ciri khasnya. Namun,
untuk mengurangi rasa monoton, kamu juga bisa memadukan antara gaya joglo
dengan arsitektur khas oriental yang berkarakter. Khususnya pada susunan kayu
dan konstruksinya. Selain itu, desain hunian joglo ini dilengkapi oleh
batu-batu alam juga tanaman minimalis yang cantik, sehingga menghidupkan
suasana rumah mulai dari sisi depan.
Tentang Penulis
SANTI WIDIASTUTI S.T, M.T
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.