Desainer grafis adalah orang-orang yang menciptakan karya visual untuk berbagai keperluan, seperti branding, iklan, media sosial, dan lain-lain. Desainer grafis membutuhkan kreativitas, kemampuan teknis, dan pengetahuan tentang prinsip-prinsip desain. Namun, desain grafis juga bisa menjadi pekerjaan yang menantang dan memakan waktu, terutama jika desainer harus menghadapi deadline ketat, klien yang rewel, atau persaingan yang ketat.
Untungnya, ada banyak alat yang dapat membantu desainer grafis dalam pekerjaannya. Salah satu yang sedang naik daun saat ini adalah AI atau kecerdasan buatan. Dengan teknologi ini, desainer dapat meningkatkan kualitas karya mereka dengan lebih mudah dan efisien. AI dapat membantu desainer dalam berbagai aspek, seperti menghasilkan ide, membuat sketsa, memilih warna, mengedit gambar, dan lain-lain.
Berikut adalah lima AI tools terbaik untuk desainer grafis yang dapat Anda coba.
1. Canva
Canva adalah salah satu aplikasi desain grafis terpopuler yang menggunakan kecerdasan buatan (AI). Aplikasi ini memudahkan para desainer untuk membuat desain yang menakjubkan dalam hitungan detik. Fitur-fitur yang disediakan Canva sangat lengkap, mulai dari membuat poster, kartu ucapan, hingga presentasi.
Canva memiliki fitur AI yang dapat membantu desainer dalam menghasilkan ide, memilih template, menyesuaikan warna, font, dan gambar, serta memberikan saran perbaikan. Canva juga memiliki fitur Magic Resize yang dapat mengubah ukuran desain secara otomatis sesuai dengan platform yang diinginkan, seperti Facebook, Instagram, atau Twitter.
Canva dapat diakses secara online melalui browser atau aplikasi mobile. Canva juga menawarkan versi gratis dan berbayar, dengan fitur tambahan seperti akses ke lebih banyak template, gambar, font, dan logo.
2. Adobe Sensei
Adobe Sensei merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dimiliki oleh Adobe. Teknologi ini beroperasi di seluruh platform Adobe, termasuk Adobe Experience Cloud, Creative Cloud, dan Document Cloud. Adobe Sensei dapat membantu desainer dalam mengotomatiskan tugas-tugas yang berulang, menyarankan perbaikan desain, dan mempercepat alur kerja.
Salah satu contoh penggunaan Adobe Sensei adalah dalam Adobe Photoshop, salah satu software edit foto yang populer. Dengan Adobe Sensei, desainer dapat melakukan hal-hal seperti menghapus objek yang tidak diinginkan, mengubah latar belakang, menyesuaikan warna, dan meningkatkan kualitas gambar dengan mudah. Adobe Sensei juga dapat mengenali objek dan wajah manusia pada gambar sehingga mempermudah pengeditan.
Adobe Sensei juga dapat digunakan dalam Adobe Illustrator, salah satu software desain grafis yang klasik. Dengan Adobe Sensei, desainer dapat membuat gambar vektor yang lebih akurat dan presisi. Adobe Sensei juga dapat membantu desainer dalam membuat logo, ikon, dan tipografi dengan fitur seperti Image Trace, Puppet Warp, dan Font Sense.
3. Piktochart
Piktochart adalah aplikasi desain grafis yang memungkinkan para desainer untuk membuat infografis dengan mudah. Infografis adalah cara yang efektif untuk menyajikan data dan informasi secara visual dan menarik. Dengan Piktochart, desainer dapat membuat infografis yang profesional dan kreatif dengan menggunakan AI.
Piktochart memiliki fitur AI yang dapat membantu desainer dalam memilih template, layout, warna, font, dan ikon yang sesuai dengan tema dan tujuan infografis. Piktochart juga memiliki fitur AI yang dapat membantu desainer dalam mengimpor data dari berbagai sumber, seperti Excel, Google Sheets, atau SurveyMonkey, dan mengubahnya menjadi grafik dan diagram yang informatif.
Piktochart dapat diakses secara online melalui browser atau aplikasi desktop. Piktochart juga menawarkan versi gratis dan berbayar, dengan fitur tambahan seperti akses ke lebih banyak template, gambar, ikon, dan logo.
4. Figma
Figma adalah alat desain UI/UX yang collaborative. UI/UX adalah singkatan dari User Interface dan User Experience, yang merupakan aspek penting dalam desain grafis. UI/UX berkaitan dengan tampilan dan fungsi dari sebuah produk digital, seperti website, aplikasi, atau game. Dengan Figma, desainer dapat bekerja sama dengan tim atau klien dalam membuat UI/UX yang menarik dan mudah digunakan.
Figma memiliki fitur AI yang dapat membantu desainer dalam membuat prototipe, yaitu versi awal dari sebuah produk digital yang dapat diuji dan dimodifikasi. Figma dapat menghasilkan prototipe yang interaktif dan responsif, yang dapat disesuaikan dengan berbagai ukuran layar dan perangkat. Figma juga dapat membantu desainer dalam menguji dan mendapatkan feedback dari pengguna dengan fitur seperti Live Share, Comment, dan Test.
Figma dapat diakses secara online melalui browser atau aplikasi desktop. Figma juga menawarkan versi gratis dan berbayar, dengan fitur tambahan seperti akses ke lebih banyak proyek, tim, dan plugin.
5. Gravit Designer
Gravit Designer adalah pengolah vector dan raster yang multifungsi. Vector dan raster adalah dua jenis gambar yang berbeda dalam hal kualitas dan ukuran. Vector adalah gambar yang terdiri dari garis dan kurva yang dapat diperbesar tanpa kehilangan kualitas. Raster adalah gambar yang terdiri dari piksel yang dapat berkurang kualitasnya jika diperbesar. Dengan Gravit Designer, desainer dapat membuat dan mengedit gambar vector dan raster dengan mudah.
Gravit Designer memiliki fitur AI yang dapat membantu desainer dalam membuat gambar vector yang lebih halus dan detail. Fitur ini disebut Vectorize, yang dapat mengubah gambar raster menjadi vector dengan sekali klik. Gravit Designer juga memiliki fitur AI yang dapat membantu desainer dalam mengedit gambar raster dengan lebih cepat dan akurat. Fitur ini disebut Enhance, yang dapat meningkatkan kualitas gambar dengan mengatur kontras, kecerahan, saturasi, dan lain-lain.
Gravit Designer dapat diakses secara online melalui browser atau aplikasi desktop. Gravit Designer juga menawarkan versi gratis dan berbayar, dengan fitur tambahan seperti akses ke lebih banyak font, efek, dan filter.
AI atau kecerdasan buatan adalah teknologi yang dapat membantu desainer grafis dalam meningkatkan kualitas karya mereka dengan lebih mudah dan efisien. AI dapat membantu desainer dalam berbagai aspek, seperti menghasilkan ide, membuat sketsa, memilih warna, mengedit gambar, dan lain-lain. Beberapa AI tools terbaik untuk desainer grafis adalah Canva, Adobe Sensei, Piktochart, Figma, dan Gravit Designer. Dengan menggunakan AI tools ini, desainer dapat menciptakan karya yang lebih presisi dan akurat dengan waktu yang lebih singkat.
Sumber Referensi :
https://blog.sekolahdesain.id/5-ai-tools-buat-desainer-grafis
https://www.desaingrafis.org/5-ai-tools-buat-desainer-grafis.html
https://tekno.kompas.com/read/2023/08/19/16300007/5-tools-ai-pembuat-gambar-otomatis-bantu-desain-grafis-cari-referensi-ide-