BAPAK TOKUSATSU DI INDONESIA

BAPAK TOKUSATSU DI INDONESIA

Reino Barrack adalah seorang pengusaha dengan nama asli Reino Ramaputra Barrack. Beliau adalah salah satu pimpinan di Global Mediacom, perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi untuk perusahaan media komunikasi, anak perusahaan dari Global Mediacom ini adalah beberapa stasiun televisi seperti RCTI dan MNC Media.


Bisa dibilang beliau adalah orang penting dalam stasiun televisi RCTI, tapi ternyata beliau juga punya hubungan dengan pemilik stasiun televisi Metro TV, ternyata beliau adalah keponakan dari Surya Paloh, pemilik stasiun TV Metro TV.


Hidup dalam dunia pertelevisian Indonesia, Reino Barrack juga turut serta dalam menciptakan program program televisi untuk anak anak yang tak hanya menghibur tapi juga mendidik, salah satu diantaranya adalah serial  bima satria garuda, serial yang mengisahkan superhero  indonesia, serial ini merupakan  kerjasama antara Reino Barrack dengan Ishimori production.




Ishimori production adalah rumah produksi asal jepang yang memproduksi serial kamen rider, di indonesia kamen rider lebih dikenal dengan seri satria baja hitam, seri kamen rider dikenal juga sebagai seri tokusatsu, yaitu seri yang menceritakan superhero dengan kostum yang berlatar hewan atau hal hal yang berkaitan dengan budaya Jepang.



Bima satria garuda bisa dibilang adalah seri tokusatsu pertama dan satu satunya di indonesia,kostumnya memang didesain oleh tim dari Jepang, tapi nama Bima diambil dari kisah pewaayangan Indonesia, juga Garuda yang merupakan lambang negara Indonesia. Ceritanya mengadaptasi cerita kamen rider yang menggunakan tata bahasa yang baik dan mudah untuk dimengerti tapi tetap memiliki unsur drama.   


Karena ide tentang Bima Satria Garuda datang dari Reino Barrack, sebenarnya tidak berlebihan jika menobatkan Reino Barrack sebagai "Bapak Tokusatsu Indonesia" atau pencipta tokusatsu indonesia, hal seperti ini sebenarnya juga terjadi di luar negeri, seperti Haim Saban yang membawa serial tokusatsu super sentai dari jepang ke amerika dengan nama "Power Rangers". "Power Rangers" yang sudah lama dikenal di Indonesia sebenarnya adalah versi amerika dari tokusatsu jepang. 




Haim Saban bahkan menyematkan namanya dalam serial tersebut, supaya memperjelas jika dialah pencipta serial tersebut. Tapi Reino Barrack tidak sernasis itu, beliau tidak menyematkan namanya dalam serial Bima Satria Garuda, seri tersebut malah dinamakan seri "Satria Heroes"




Sempat diragukan memang apakah Bima Satria Garuda ini bisa sukses di Indonesia, tipe serial tokusatsu seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, budjet untuk satu episodenya yang berdurasi sekitar 30-40 menit bisa sama untuk satu film indonesia yang berdurasi 2 jam. 

Tapi Reino Barrack tetqp optimis jika bima satria garuda bisa sukses, terbukti memang bima satria garuda bisa berlangsung selama 2 musim, bahkan sampai ada filmnya, filmnya sendiri adalah prekuel untuk seri selanjutnya yaitu seri satria naga.


Bima satria garuda adalah seri awal dari seri 'Satria Heroes" seri yang nantinya bisa menyamai seri kamen rider dari jepang, tapi setelah film Bima Satria Garuda, belum ada lagi kelanjutan kapan seri  "Satria Heroes " akan berlanjut, padahal sudah ada press conference jika satria naga akan tayang januari 2019, tapi sampai sekarang belum ada kabar kapan akan ditayangkan.




Ini 5 Fakta 'SATRIA HEROES', Film Tokusatsu Pertama di Indonesia

Kamu penggemar Kamen Rider? Jika iya, kamu pasti mengenal betul salah satu serial sukses tokusatsu di televisi nasional Indonesia BIMA SATRIA GARUDA. Bisa dibilang, kehadiran BIMA SATRIA GARUDA ini jadi tonggak serial tokusatsu pertama di Indonesia. Dan kini serial ini telah merambah ke dunia perfilman tanah air.

Film ini memang mengusung visual dan kostum seperti Kamen Rider asal Jepang karena diproduksi oleh kolaborasi perusahaan Indonesia dengan perusahaan asal Jepang, Ishimori Production. Tak dinyana, serial ini berhasil merebut hati penonton apalagi penggemar serial Jepang Ksatria Baja Hitam.

Film SATRIA HEROES sendiri dirilis hari ini (04/05) dan sebelum menontonnya alangkah lebih baik kamu mengetahui dulu 5 fakta menarik dari film yang skenarionya turut ditulis Reino Barack ini.

1. Disutradarai orang Jepang asli


Pembuatan film pahlawan ini tak tanggung-tanggung. Untuk mendapatkan hasil yang bagus dan sesuai harapan, SATRIA HEROES diderek langsung oleh sutradara Jepang Kenzo Maihara. Sepak terjang Kenzo dalam menangani film tokusatsu juga tak bisa diremehkan, sejumlah serial populer seperti KAMEN RIDER KIVAOOO, dan WIZARD telah ditangani oleh pria berkumis ini. Untuk menderek SATRIA HEROES, Kenzo dibantu oleh sutradara Indonesia Arnandhan Wyanto.

2. Lokasi Syuting di dua negara


Karena film tokusatsu ini memadukan dua budaya, Indonesia dan Jepang, sangat wajar bila pengambilan gambar dilakukan di dua negara. Apalagi film SATRIA HEROES ini mengandung cukup banyak kearifan lokal Jepang yang mengharuskan pengambilan gambar dilakukan di negeri sakura. Dengan demikian, diharapkan hasil akhir film ini akan menggambarkan suasana nyata tokusatsu ala Jepang.

3. Yayan Ruhiyan Turut Serta


Kemampuan bela diri Yayan Ruhiyan tak bisa lagi diragukan. Nama pria berambut keriting ini melejit sejak membintangi THE RAID: REDEMPTION. Berkat film tersebut, Yayan seketika menjadi aktor laga yang dihormati oleh sineas Indonesia. Dalam film tokusatsu ini, Yayan pun diminta untuk tampil dan memerankan karakter Master Torga. Penasaran dengan karakter yang akan dimainkan oleh pemain STAR WARS ini? Jangan lupa untuk menonton film SATRIA HEROES di bioskop ya!

4. Menjawab Misteri di Serialnya


Apabila kamu betul-betul menggemari serial SATRIA HEROES BIMA X di televisi, pasti kamu akan bertanya-tanya tentang sebagian misteri yang tersisa dan tak dijelaskan di serial. Nah, film SATRIA HEROES ini akan menjawab semua pertanyaanmu tentang misteri yang ada di serial. Bagaimana? Sudah tak sabar nonton bukan?

5. Soundtrack Dibawakan Oleh Sakura 4


Film tokusatsu ini memang bernuansa Jepang banget, bahkan soundtrack pun dinyanyikan oleh idol grup Sakura 4. Soundtrack film yang dibintangi oleh Christian Loho dan Fernando Surya ini akan berjudul Justice Knight. Tahu apa yang spesial? Salah satu member idol grup Sakura 4 adalah Diasta Priswarini yang memulai karir bermusiknya sebagai member JKT48 generasi pertama!

Dukung juga karya tokusatsu Indonesia lainnya ya!






TAG

Tidak ada tag yang tersedia