Setiap kali Anda mengambil foto,
biasanya Anda ingin menekankan subjek atau objek tertentu untuk memastikan
pemirsa memahami ide di balik foto Anda. Menurut definisi fotografi penekanan,
ini adalah tindakan menyorot bagian tertentu dari sebuah foto untuk memastikannya
langsung menarik perhatian pemirsa.
Untuk menciptakan penekanan dalam
fotografi, fotografer menggunakan segala macam teknik komposisi dan gaya, yang
banyak di antaranya akan dibahas dalam artikel di bawah ini.
Ingin menceritakan kisah foto?
Jika Anda sudah mengambil gambar
tetapi gagal menekankan subjeknya, Anda dapat menghubungi pakar untuk menangani
masalah ini. Mereka akan menghapus semua elemen yang mengganggu, menyorot
subjek, dan melakukan penyesuaian untuk memastikan foto Anda terlihat
profesional.
1. Gunakan Berbagai Garis

Anda dapat menggunakan garis pada
foto Anda untuk menekankan subjek utama atau menarik perhatian pemirsa ke
bagian gambar tertentu. Metode yang paling sederhana dan paling jelas adalah
dengan menggunakan garis terdepan yang dapat muncul dalam berbagai bentuk
selama mereka berfungsi untuk secara bertahap menarik perhatian pemirsa ke
subjek.

Cara lain untuk menciptakan
penekanan dalam fotografi adalah dengan menggunakan garis diagonal serta
horizontal dan vertikal. Teknik ini dapat diimplementasikan dengan menempatkan
subjek di sepanjang garis atau menggunakannya untuk mengarahkan pandangan
pemirsa. Garis juga dapat digunakan untuk membingkai foto, yang merupakan cara
praktis lainnya untuk menekankan area yang lebih luas.
2. Ikuti Aturan Sepertiga

Rule of thirds adalah teknik
instrumental fotografi penekanan. Anda mungkin pernah melihat kotak yang
membagi bidikan menjadi 9 bagian yang sama pada layar smartphone atau kamera
Anda. Tujuan utama dari grid ini adalah untuk membantu Anda menerapkan aturan
sepertiga.
Intinya, aturan ini mengharuskan
Anda untuk menempatkan objek terpenting di persimpangan garis grid vertikal dan
horizontal. Selain itu, Anda dapat membuat penekanan dengan menempatkan
beberapa objek di sepanjang garis horizontal atau vertikal.
3. Manfaatkan Ruang Negatif

Ruang negatif adalah salah satu
teknik yang paling banyak digunakan yang akan Anda lihat saat melihat contoh
penekanan dalam fotografi. Metode ini bergantung pada latar belakang polos yang
hampir kosong di belakang subjek di mana pun ia ditempatkan. Ini adalah tip
komposisi fotografi yang bagus untuk dimanfaatkan saat Anda tidak ingin pemirsa
terganggu oleh hal lain dalam bidikan.
4. Menyandingkan Berbagai Ukuran dan Bentuk

Bergantung pada ide foto Anda, Anda
dapat mencoba meletakkan objek dengan ukuran berbeda di samping satu sama lain.
Misalnya, ukuran struktur arsitektural lebih baik tersampaikan ketika ada orang
di dekatnya agar terlihat besar.
Efek serupa dapat dicapai dengan
memilih sudut yang tepat. Cukup arahkan kamera ke atas atau ke bawah untuk
mendapatkan kesan skala yang diinginkan. Selain itu, Anda dapat bereksperimen
dengan jarak dan mengambil gambar dari jarak dekat seperti yang Anda lakukan
dalam fotografi makro .

Subjek tertentu juga dapat
ditekankan dengan bantuan berbagai bentuk. Misalnya, foto potret seorang anak
dapat menggunakan balon atau gelembung sebagai latar belakang.
5. Bermain-main dengan Framing

Pembingkaian dalam fotografi adalah
teknik lain yang valid untuk mencapai penekanan. Jangan ragu untuk menunjukkan
kreativitas Anda karena membingkai tidak terbatas pada bentuk persegi panjang
seperti jendela atau pintu. Anda juga dapat menggunakan cabang, penyangga, area
kontras, kombinasi cahaya dan bayangan, dan bahkan teknik pengeditan kreatif.
6. Kurangi Jarak ke Subjek

Jika Anda ingin menekankan detail
atau elemen tertentu, ambil bidikan close-up. Fotografer potret sering menyorot
area potret individu, biasanya memberikan perhatian khusus pada mata. Fotografi
mata selalu terlihat berdampak dan emosional tanpa memerlukan keahlian khusus.
Anda cukup mendekati model atau menggunakan zoom dan mengambil foto mata secara
close-up.
7. Tetapkan Depth of Field yang Dangkal

Tetapkan depth of field yang
dangkal untuk memastikan perhatian pemirsa terfokus sepenuhnya pada subjek. Teknik
ini biasanya digunakan untuk fotografi produk dan potret wajah karena itu
adalah genre yang paling cocok menggunakan latar belakang buram. Efek ini dapat
diperoleh dengan menggunakan mode khusus ponsel Anda atau Anda dapat membuat
latar belakang gambar menjadi buram di editor gambar.
Kedalaman bidang ditentukan oleh
3 parameter: apertur, panjang fokus, dan jarak antara lensa dan subjek.
Sesuaikan pengaturan ini dengan hati-hati dan terapkan fokus selektif untuk
memastikan perhatian pemirsa tepat seperti yang Anda inginkan.
8. Bereksperimenlah dengan Pencahayaan

Pencahayaan dapat membantu Anda
menghasilkan gambar kreatif sekaligus menekankan area yang diinginkan: Anda
dapat menggunakan sumber cahaya tambahan, memilih sudut yang memancarkan cahaya
sebanyak mungkin ke subjek, menambahkan sinar matahari atau efek lain selama
pemrosesan pasca, dll.

Jika Anda menyukai fotografi hitam
putih , Anda dapat menghasilkan gambar yang bermain-main dengan cahaya dan
bayangan. Jika Anda menempatkan objek atau orang pada latar belakang
gelap/hitam, Anda akan dapat mengambil foto penekanan tanpa harus melakukan apa
pun. Efek serupa dapat dicapai dengan bantuan siluet.
9. Tonjolkan Warna Tertentu

Foto yang menonjolkan warna
tertentu untuk menonjolkan suatu objek atau detail selalu terlihat lebih
menarik. Teknik ini memungkinkan penambahan penekanan dalam fotografi dengan
memastikan semua warna adalah bagian dari skema warna yang sama sementara satu
nada menonjol dan menarik perhatian pada dirinya sendiri. Efek seperti itu juga
dapat dicapai dalam editor gambar dengan meningkatkan kecerahan elemen
tertentu.
Cara lain untuk menerapkan teknik
ini adalah menggabungkan nada dingin dan hangat. Misalnya, Anda dapat membuat
sebagian besar bidikan menampilkan warna-warna hangat dengan hanya detail
spesifik yang bernada sejuk. Namun, metode ini tidak cocok untuk pemula, karena
memerlukan pengalaman dan keahlian untuk memahami dan memilih kombinasi warna
yang optimal.
10. Gunakan Tekstur

Tekankan sebuah objek dengan
membuatnya lebih bertekstur sementara bagian pemandangan lainnya diperhalus.
Tekstur selalu menarik untuk diteliti sehingga Anda dapat memastikan bahwa Anda
akan menarik perhatian pemirsa ke elemen/objek yang dibutuhkan. Jika Anda
mencoba menggunakan teknik ini, ingatlah bahwa area bertekstur memiliki bobot
visual yang lebih besar daripada area yang halus. Oleh karena itu disarankan
untuk memastikan bagian bertekstur dari gambar relatif kecil agar foto tidak
terlihat berlebihan.