1. Cafe
Cafe dikenal dengan istilah
cafetaria, identik dengan kuliner kopi dan makanan ringan alias makanan
pendamping, seperti sandwich, burger, pasta, roti bakar, dsb. Biasanya cafe
berada di lokasi strategis, dan jumlah cafe sekarang bertambah sangat pesat.
Cafe pun juga sekarang banyak yang memperhatikan desain interiornya, meskipun
ukuran cafe sendiri tidaklah besar. Menu cafe juga selalu sama dari hari ke
hari, tidak ada perubahan besar, kalaupun ada upgrade menu pasti pada
waktu-waktu tertentu.
2. Bistro
Dalam bahasa Prancis, bistro
adalah restoran kecil yang merujuk pada bar ala Prancis yang menjual anggur.
Kalau cafe tidak mengubah menu makan, bistro selalu mengubah menunya baik untuk
siang dan malam, dan selalu menginformasikan menu yang ada pada hari tersebut
dan pada musim tertentu. Biasanya bistro dimiliki oleh seorang chef, sehingga
suasana yang ditawarkan biasanya menggambarkan signature yang dihidangkan.
3. Restoran
Suatu tempat makan bisa disebut
sebagai restoran apabila telah mencapai beberapa standar tertentu, misalnya
standar kualitas menu, standar pelayanan, standar desain interior, dsb.
Restoran juga biasanya punya sistem manajemen yang tersusun jelas seperti
adanya manajer, pengawas, dan pelayan. Konsep tempat restoran sendiri selalu
memberi sentuhan elegan dan kemewahan. Makanan yang dihidangkan pun selalu
memiliki sentuhan artsy dan tertata dengan cantik.
4. Rumah Makan
Apabila restoran memiliki standar tertentu, rumah makan malah tidak terikat dengan standar-standar baku seperti itu. Rumah makan operasionalnya lebih luwes. Tak jarang rumah makan dikelola oleh keluarga, sehingga suasana terasa lebih homey. Menu makanan nyapun beragam dan tidak ada sentuhan seni. Dan hampir di semua rumah makan, makanan nya sudah matang, sehingga saat pelanggan datang tinggal disajikan. Tak heran kalau rumah makan jauh lebih murah daripada restoran.
5. Kedai
Kedai sebenarnya bukan istilah untuk tempat
makanan, melainkan dalam KBBI diartikan sebagai tempat berjualan. Sementara
menurut masyarakat, kedai memiliki arti sebagai tempat berjualan bahan makanan
sehari-hari seperti daging, ikan, sayur, jajanan, dan bahan sembako. Tetapi
entah sejak kapan penggunaan kedai malah digunakan sebagai istilah tempat makan
dengan ukuran tempat kecil dan suasana seperti warung makan.
Tentang Penulis
SANTI WIDIASTUTI S.T, M.T
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.