S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas STEKOM
MENU
Dasar Desain yang Harus Diketahui
Informasi 83 dibaca

Dasar Desain yang Harus Diketahui

A

AHMAD ZAINUDIN S.Kom, M.Kom

Informasi

Diterbitkan

calendar_today 5 September 2022

Desain Grafis adalah perancangan suatu gambar di bidang 2 dimensi yang memiliki tujuan dan fungsi tertentu. Berbeda dengan lukisan, yang hanya merupakan bentuk ekspresi dari seniman lukis. Seorang desainer grafis selain membuat keindahan juga harus mampu mencerminkan komunikasi yang pas dengan tujuan rancangan desain itu sendiri. Itulah mengapa bidang desain grafis juga disebut desain komunikasi visual. Disebut juga komunikasi non verbal, hanya menggunakan gambar supaya dapat dimengerti pada target masyarakat tertentu.
Untuk itu para desainer grafis harus tahu ilmu yang namanya Nirmana. Sebuah ilmu yang mempelajari efek grafis pada otak manusia, sehingga mampu merancang sesuai kebutuhan dan keinginan klien. Disini kita akan bahas unsur desain dan persepsi visual.

  1. Unsur Konsep: Unsur yang bersifat konsep atau pengertian tidak dapat dilihat. Sebenarnya unsur konsep tidak ada, tetapi dapat dirasakan keberadaannya.

  2. Unsur Rupa: Unsur rupa merupakan segi rancangan yang paling utama karena betul-betul dapat dilihat. Unsur rupa meliputi bentuk, ukuran, warna dan barik.

  3. Unsur Pertalian: Unsur pertalian mengendalikan penempatan dan pertalian bentuk dalam sebuah rancangan. Unsur ini memiliki 2 sifat yaitu, unsur pertalian yang dapat dilihat (arah dan kedudukan) dan unsur pertalian yang dapat dirasa (ruang dan gaya berat)

  4. Unsur Peranan: Unsur peranan adalah unsur yang mendasari/melatarbelakangi isi dan perluasan tema dari sebuah karya desain, yang meliputi tiruan, makna, dan tugas.

Persepsi Visual

https://3.bp.blogspot.com/-Ki2Kpi2v9Vw/XivE3GGDDaI/AAAAAAAAFkM/kLSizUqx3boBaoCB0GIU5aGYFtYZv_RJgCLcBGAsYHQ/s1600/nirmana-01.png

Similarity: Objek yang sama akan terlihat secara bersamaan sebagai kelompok. Hal ini dapat ditentukan lewat bentuk, warna, arah dan ukuran. Dari gambar diatas, mata kita akan mengelompokkan kotak-kotak yang miring sekaligus melihat tanda tambah atau silang.

https://1.bp.blogspot.com/-uulj2KUWcnw/XivVlExaiXI/AAAAAAAAFkY/0wOQqMZAerUKkuCpLbA9CYiTAe_QYbqxwCLcBGAsYHQ/s1600/nirmana-02.png

Continuation: Penataan visual yang dapat menggiring gerak mata mengitkuti ke sebuah arah tertentu. Dari gambar diatas, gerak mata kita akan mengikuti ke arah kanan.

https://1.bp.blogspot.com/-s0cZxWAjd94/XivWX60ZOlI/AAAAAAAAFkg/urGGM_l76I8EEqGnIrin4gOnFTY-GrxxgCLcBGAsYHQ/s1600/nirmana-03.png

Proximity: Sebuah kesatuan atau pengelompokan yang terbentuk karena adanya korelasi antara elemen-elemen yang saling berdekatan. Dari gambar diatas, pandangan mata pertama kali akan mengarah ke kumpulan 4 buah elemen yang saling berdekatan.

 

https://1.bp.blogspot.com/-QOzi9RzSlEQ/XivW4M1SaAI/AAAAAAAAFks/IAqy16kkutIzR4MZWzSI56d1D8EPi8J5gCLcBGAsYHQ/s1600/nirmana-04.png

Closure: Bentuk yang tertutup atau menyambung terlihat lebih stabil. Berdasarkan gambar diatas, tanpa disadari mata kita akan mencoba menyambung bagian dari lingkaran yang terputus.

 

Dikutip dari buku Dasar Desain Grafis karya Alia Nutrisiany Purnomo, S.T., desain grafis merupakan kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, ilustrasi, hingga angka-angka yang membutuhkan elemen tertentu sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna dalam bidang gambar.Dalam sebuah desain, objek akan dibuat dan diproduksi untuk dikomunikasikan sebagai sebuah pesan.

Elemen-elemen tertentu yang membentuk suatu desain bisa berupa jenis tulisan dengan tebal-tipisnya, ukuran, warna, spasi, ruang, bidang dan lain-lain, melalui unsur titik dan garis.

Adapun bentuk desain dapat berupa poster, kemasan produk, banner, kalender, dan masih banyak lagi. Untuk menghasilkan desain yang baik, maka para desainer grafis haruslah memahami prinsip-prinsip desain grafis yang ada. Prinsip-prinsip tersebut bertujuan untuk membantu menghasilkan desain yang baik dan menarik. Dengan menerapkan prinsip desain, maka desainer akan dengan mudah menggabungkan berbagai elemen atau menyatukan komposisi dalam sebuah tata letak, sehingga pesan dapat tersampaikan.

1. Kesatuan (Unity)

Prinsip pertama adalah kesatuan, yang memiliki arti sebegai salah satu prinsip dasar desain grafis yang sangat penting. Apabila tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya desain akan terlihat kacau dan tidak sedap dipandangnya. Prinsip dari kesatuan dalam komposisi adalah semua bagian bentuk harus saling memiliki keterkaitan.

2. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan secara visual diartikan sebagai suatu kondisi yang sama, baik itu secara horizontal (kanan-kiri) maupun vertikal (atas-bawah.).  Unsur keseimbangan desain meliputi bentuk, tekstur, nilai, ukuran, dan warna. Keseimbangan dalam sebuah desain, dibuat agar orang yang dapat dengan nyaman melihatnya.

Keseimbangan terbagi menjadi dua macam, yakni keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris.

a. Keseimbangan simetris (formal balance) adalah susunan elemen yang meratakan sisi pusat atas ke bawah atau dari kiri ke kanan. Keseimbangan ini sifatnya sederhana dan formal.

b. Keseimbangan asimetris (informal balance) adalah pengaturan berbeda dengan berat yang sama dari komposisinya pada setiap sisi halaman. Keseimbangan asimetris biasanya banyak digunakan untuk desain kontemporer atau desain modern.

3. Proporsi (Proportion)

Desain juga harus memenuhi prinsip proporsi yakni perbandingan ukuran yang digunakan untuk membantu membandingkan panjang dan lebar, antara gambar dengan bidang gambarnya.

Untuk membuat desain yang proporsional, kalian bisa menggunakan kotak untuk membuat kerangka dengan margin, kolom, dan jarak sehingga membentuk suatu kekeserasian.

4. Irama (Rhythm)

Selanjutnya ada prinsip irama yang menjadi sebuah pola pengulangan terus menerus secara teratur, yang dibuat dari adanya unsur-unsur yang berbeda.

Irama dapat mengajak mata kita untuk mengikuti pergerakan objek. Dalam desain, prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulanya dari berbagai bentuk-bentuk indir rupa, yang menjadi kunci visual ritme.

5. Kontras

Tak kalah penting, terdapat hal untuk menghindari elemen desain dalam satu halaman yang terlihat sama atau serupa yang disebut dengan kontras.

Kontras diciptakan dari suatu hal yang berbeda, perbedaan tersebut bisa dilihat dari warna perbedaan ukuran sekarang bentuk dan lain sebagainya.

Terkadang, kontras menjadi visualisasi yang paling menarik perhatian orang dalam melihat sebuah halaman tersebut.

6. Harmoni

Selanjutnya ada prinsip harmoni atau keserasian yang memiliki fungsi sebagai faktor yang mengamankan agar suatu desain tidak terkesan terlalu raman.

Jika, kontras memberikan kesan kuat dan aktif sehingga menarik perhatian, harmoni justru akan menunjukan kesan pasif.

7. Penekanan (Emphasis)

Terakhir, desain perlu memiliki prinsip penekanan yang berarti suatu hal yang menjadi fokus atau yang mendapatkan perhatian pertama. Pada bagian penekanan ini, tata letak merupakan kebutuhan yang penting untuk menarik pandangan orang.

 

A

Tentang Penulis

AHMAD ZAINUDIN S.Kom, M.Kom

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.