Yang benar adalah bahwa pikiran kita mencari makna dalam segala hal yang kita lihat, bahkan ruang kosong. Mengetahui hal ini dapat menjadi bonus besar bagi seorang desainer visual karena dapat dengan sengaja menggunakan "ruang negatif" untuk mengirim pesan.
Ruang negatif adalah area di sekitar dan di antara subjek gambar. Hal ini disebut "negatif" karena biasanya memiliki sedikit atau tidak ada minat visual; Itu sebabnya bisa mudah untuk diabaikan. Tetapi jika ingin membuat desain yang berkomunikasi dengan cepat dan efisien, perlu mempertimbangkan ruang negatif.
Kiat untuk menggunakan ruang negatif dalam desain:
1. Menyederhanakan konsep yang kompleks
Jika mencoba mengomunikasikan ide yang rumit, menggunakan ruang negatif dapat membantu menyederhanakannya. Dengan meninggalkan detail yang tidak perlu, dapat memusatkan perhatian pada elemen yang paling penting.
2. Menciptakan keseimbangan visual
Mata manusia tertarik pada area kontras tinggi, sehingga dapat menggunakan ruang negatif untuk menciptakan rasa keseimbangan visual dalam desain. Misalnya, jika memiliki banyak teks di satu sisi halaman, dapat mengimbanginya dengan menambahkan beberapa ruang kosong di sisi lain.
3. Menambahkan minat visual
Karena mata manusia secara alami tertarik pada area kontras tinggi, menggunakan ruang negatif sebenarnya dapat membuat desain lebih menarik. Bermain dengan penempatan ruang positif dan negatif, dapat menciptakan rasa gerakan dan energi dalam desain.
4. Menarik perhatian pada elemen tertentu
Jika ingin memastikan bahwa audiens melihat elemen tertentu dalam desain, dapat menggunakan ruang negatif untuk membingkainya. Misalnya, bisa menempatkan batas putih di sekitar gambar kunci atau sepotong teks.
5. Menciptakan rasa kedalaman
Menggunakan ruang negatif untuk menciptakan rasa kedalaman dalam desain. Misalnya, jika memiliki dua elemen yang sangat berdekatan, dapat menggunakan ruang negatif untuk memisahkannya dan menciptakan rasa jarak.
Ruang negatif adalah alat yang ampuh yang harus diperhatikan oleh setiap desainer visual. Dengan mempertimbangkannya, dapat membuat desain yang lebih efisien, seimbang, dan menarik. Jadi jangan lupa tentang ruang negatif saat mengerjakan desain lagi!
Sekarang, mari kita lihat beberapa contoh nyata dari penggunaan ruang negatif yang baik dalam branding.
FedEx Perusahaan kurir terkenal di dunia ini menggunakan ruang negatif dalam logonya untuk menciptakan kesan gerakan dan kecepatan penerusan. Ruang putih antara "E" dan "X" dalam kata "FedEx" membentuk panah yang menunjuk ke kanan. Panah ini melambangkan sifat perusahaan yang cepat dan berpikiran maju.
Toblerone Perusahaan cokelat Swiss menggunakan ruang negatif untuk menciptakan gambar beruang yang halus namun efektif di logonya. Beruang itu tersembunyi di pegunungan yang membentuk latar belakang kemasan Toblerone.
Pepsi Selanjutnya, salah satu merek minuman paling populer di dunia, Pepsi. Perusahaan menggunakan ruang negatif untuk menciptakan rasa gerak dalam logonya. Ruang putih antara dua bagian "P" membentuk panah yang menunjuk ke kanan. Hal ini menunjukkan bahwa Pepsi selalu bergerak maju dan berinovasi.
BMW Contoh bagus lainnya dari penggunaan ruang negatif dalam branding berasal dari perusahaan mobil Jerman, BMW. Logo perusahaan terdiri dari sepasang segi enam yang tumpang tindih. Ruang putih antara kedua bentuk membentuk gambar baling-baling berputar, yang merupakan referensi ke sejarah perusahaan dalam penerbangan.
Tentang Penulis
FITRO NUR HAKIM S.Sn, M.Sn
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.