Ada yang menyebutnya digital
image retoucher, ada pula yang menyebutnya retouching, digital retouch artist,
retouching include, creative retouching, photo retouching dan lain sebagianya. Apapun
penyebutannya, semuanya merujuk pada kegiatan mempercantik atau memperindah
foto yang dihasilkan fotografer. Dan memang, peran retoucher itu sangat
dibutuhkan banyak agensi agar foto sesuai ekspektasi klien. Untuk anda yang
belum pernah dengar istilah tersebut atau pengen terjun dibidang ini, simak
artikelnya sampai habis.
Apa itu digital image
retoucher?

Seperti yang saya sebutkan
diatas, ada banyak istilah yang bisa digunakan untuk menggambarkan profesi ini.
Lantas, apa sih digital image retoucher itu? Digital image retoucher adalah
kegiatan pasca-pemrosesan foto untuk mengubah gambar secara fisik. Aktivitasnya
disebut dengan image retouching. Jadi, ini merupakan proses akhir sebelum foto
tersebut diserahkan kepada klien. Gak mudah loh terjun dibidang ini sebab butuh
keahlian khusus dan sumber daya yang memadai. Mengapa sih image retouching itu
penting? Karena basic kerjaannya adalah memperindah foto yang dihasilkan
fotografer. Salah satu contoh kegiatan photo shoot yang butuh jasa image
retouching adalah beauty brand. Kedepannya mungkin akan bertambah mengingat
image retouching ini bakal diterapkan di semua genre fotografi populer.
Fungsi digital image
retouching

Sebenarnya, fungsi utama digital
image retouching sudah saya jelaskan dibagian atas. Agar lebih rinci, berikut 3
fungsi utama digital image retouching, diantaranya:
- Untuk mengubah tampilan fisik
foto atau gambar sesuai ekspektasi klien. Terlebih jika foto itu digunakan
untuk tujuan komersil [comercial use]
- Untuk memastikan semua bidang
dalam gambar terlihat sempurna secara fisik
- Agar nilai gambar, baik materil
atau bukan, bertambah pasca pengeditan
Dengan demikian, fungsi
retouching untuk menghilangkan cacat pada gambar atau elemen yang tidak
diinginkan. Misalnya, debu atau kotoran dalam lensa atau sensor yang membuat
foto terlihat tidak sempurna atau untuk menghilangkan cacat fisik pada kulit
model. Di era modern ini, retouching dibuat di aplikasi pengeditan foto yang
didalamnya wajib ada fitur kuas kabur, alat ganti warna, stempel klon dan lain
sebagainya.
Tips menjadi Digital
Image Retoucher
Dan untuk anda yang pengen terjun
dibidang ini, berikut beberapa tips jadi digital image retoucher yang andal,
diantaranya:
Harus punya aplikasi
pengeditan foto
Paling utama dan pertama adalah
aplikasi pengeditan foto. Untuk tujuan ini, anda boleh gunakan Photoshop atau
Lightroom. Tapi ingat, jangan pernah gunakan yang bajakan alias KW. Alasannya
apa? Sebab kegiatan itu adalah pekerjaan anda yang harus dilakukan secara
profesional dan bertanggungjawab. Terlebih jika kegiatan tersebut merupakan
sumber penghasilan utama anda. Jika punya dana lebih, jangan lupa subscribe
yang ori untuk dapat update baru secara berkala. Selain photoshop, boleh juga
pakai lightroom atau Capture One, yang menurut saya pribadi, pressingnya jauh
lebih bagus ketimbang yang lain sehingga proses retouching lebih cepat. FYI, di
Capture One, pengaturan eksposur [terang atau gelap], saturasi, ketajaman atau
mungkin ubah format dari RAW ke JPG jauh gampang. Jika lebih banyak ngatur
tone, photoshoop lebih mantap. Sesuaikan saja sama kebutuhan. Bisa juga pakai
semua aplikasi yang sebutkan diatas agar fleksibel dan editingnya lebih cepat. Untuk
format foto, baiknya pakai TIFF karena format inilah yang paling cocok,
kualitasnya tinggi meski ukurannya cenderung besar.
Harus paham lighting
Yang kedua adalah soal lighting.
Mengapa digital retouching harus ngerti lighting? Kek fotografer sungguhan aja!
Jangan salah, projek yang dikerjakan itu adalah foto yang berasal dari cahaya.
Makanya harus ngerti sama arah cahaya. Tujuannya apa? Agar touchingnya lebih
natural. Misalnya nih, jika cahaya dominan di kiri, sebelah kanan pasti ada
bayangan. Jika ngerti arah cahaya, anda bisa tambahkan efek shadow [bayangan]
pada bagian gelap secara proporsional. Itu belum lagi cahaya dalam foto yang
harus di ubah jika klien memintanya. Makanya harus ngerti sama arah dan jumlah
cahaya pada foto sebelum terjun dibidang ini.
Paham anatomi tubuh
manusia
Bagian yang paling sulit, bagi
saya pribadi, adalah poin ketiga ini. Mengapa? Karena anatomi manusia sangat
kompleks. Hanya saja, dengan mengerti struktur tubuh manusia, proses retouching
yang anda lakukan bakal lebih gampang. Ini sesuai dengan tujuan image
retouching itu sendiri yang harus mampu menghilangkan kekurangan-kekurangan
subjek foto. Misalnya nih, wajah modelnya ada jerawat kecil dan gak enak
dilihat, yang berarti bagian itu harus dihilangkan. Jadi, retouching bukan
sekedar mempercantik subjek atau membantu memperbagus foto saja tetapi lebih
dari itu. Atau misalnya, dalam beberapa kasus, ada model atau artis yang
posturnya bagus, cantik dan lekuk tubuhnya aduhai. Tapi saat di foto, ada objek
tertentu yang gak sesuai ekspektasi, di pengaruhi angle kamera misalnya. Disinilah
peran image retouching sangat dibutuhkan. Apalagi, jika model terus bergerak
selama proses pengambilan foto yang mana posisi fotografer cenderung statis. Ditambah
lagi kondisi pencahayaan tertentu yang kadang buat objek yang ada terlihat
beda. Dari situ pasti akan terlihat kekurangan pada subjek karena pada dasarnya
manusia tidaklah sempurna. Yang terpenting, jika anda ingin mempercantik foto berarti
harus memaksimalkan subjek yang ada di gambar bukan merubah subjek secara
keseluruhan. Alias, hasil retouch tidak menor.
Contohnya, saat fotografer ngambil foto pada angle tertentu, hidung
subjek terlihat lebih mancung, yang aslinya sedikit pesek.
Disinilah pemahaman anatomi tubuh
itu penting. Karena anda harus merubah beberapa bentuk tanpa harus mengubah
secara keseluruhan. Juga penting untuk mengetahui ciri khas dari seseorang,
misalnya, bagian tubuh yang paling menonjol atau sebaliknya.
Tahu tren retouching
yang lagi hits
Hampir setiap orang yang terlihat
dalam proses pengambilan foto, termasuk digital image retouching itu butuh
referensi. Tujuannya apa? Untuk nambah wawasan dan pengetahuan terkait dengan
bidang yang digeluti. Mengapa ini penting? Karena bisa menambah ide dan wawasan
anda, yang mungkin saja akan berguna dikemudian hari. Untuk referensi, bisa
lihat foto di mall, toko atau billboard. Paling banyak sih di Mall, karena
biasanya terdapat foto artis atau model yang sudah diretouch.
Mampu manajemen
waktu
Karena yang di kerjakan itu foto,
dan proses yang anda lakukan itu adalah proses akhir, yang berarti, tidak ada
batas waktu kapan harus mulai dan kapan projek itu selesai. Pekerjaan itu pada
dasarnya beda sama fotografer. Fotografer biasanya sudah ditentukan tenggat
waktunya. Untuk image retouching, biasanya butuh waktu tiga sampai empat hari
tapi tergantung berapa banyak tim yang terlibat. Selain itu, prosesnya juga
bisa lebih lama karena bergantung keputusan klien. Karena sebelum diserahkan,
klien akan melihat hasil foto apakah sesuai dengan konsep dan ekspektasi mereka
atau sebaliknya. Kadang juga, saat proses retouching berlangsung, klien akan
melihat foto tersebut dan meminta perubahan tertentu. Jika sudah begini, tentu
bakal makan waktu yang lebih lama. Lantas, mengapa manajemen waktu itu sangat
penting? Sebab terkadang anda harus mengerjakan beberapa projek sekaligus atau
mungkin klien yang tiba-tiba minta percepat deadline. Itu belum lagi jika anda
menangani proyek dari klien atau agensi foto yang berbeda-beda. Agar lebih
mudah, ada baiknya anda tentukan timeline sehingga proses pembuatan dan
retouching lebih terstruktur.
Fokus pada pekerjaan
Yang paling terakhir dan paling
penting adalah fokus. Dalam konteks ini, ada dua hal penting yang harus
diperhatikan, yakni:
Fokus pada pekerjaan
Karena berbicara tentang image
retoucher profesional, ada baiknya anda lakukan kegiatan tersebut secara
profesional alias harus fokus betul pada pekerjaan itu. Jangan lakukan itu
sebagai pekerjaan sampingan atau hobi saja karena bisa saja anda tidak betah
yang ujung-ujungnya jadi gak fokus pada projek.
Fokus pada satu genre saja
Misalnya begini, jika anda suka
jadi digital retoucher, baiknya fokus ke satu genre saja entah itu beauty and
fashion atau mungkin komposit, mobil dan lain sebagainya. Tujuannya apa? Agar
skill anda bisa meningkat dan memudahkan anda dalam bekerja. Apa yang
dikerjakan itu merupakan spesialisasi anda sehingga anda tahu tindakan apa yang
diambil jika ada projek atau foto baru yang masuk. Perlu diingat, karena anda
mengerjakan pekerjaan orang lain atau klien, usahakan projek tersebut harus
diselesaikan tepat waktu. Jangan suka-suka saya. Selain itu, tingkatkan
kepercayaan klien agar jika mereka punya proyek serupa di kemudian hari, mereka
bisa langsung hubungi anda.
Penutup
Tidak mudah jadi seorang digital
image retoucher yang profesional. Selain harus paham beberapa elemen penting
dalam fotografi juga harus pintar-pintar dalam membagi waktu. Siapkan juga
hal-hal yang bisa mendukung pekerjaan anda seperti misalnya aplikasi pengeditan
foto hingga pengetahuan mengenai format gambar yang cocok untuk projek. Paling
terakhir, usahakan anda hadir saat sesi pengambilan foto berlangsung. Tujuannya?
Agar anda bisa tahu posisi lighting dan informasi teknis foto.
Tentang Penulis
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.