
1. Perhatikan Komposisi Warna
ilih kombinasi
serta gradasi warna yang tepat sesuai jenis produk pemilik brand. Misalnya,
jika produk tersebut merupakan sebuah minuman, maka pilihlah warna warna
menyegarkan seperti biru, hijau, atau sesuai warna natural komposisi utama
produk tersebut. Sedangkan untuk produk make up maupun perawatan kulit, pilih
desain kemasan dengan kombinasi warna kalem atau pastel dengan bentuk yang
unik, cantik, elegan dan handy (mudah dipegang dan compact) sehingga konsumen
selain mendapatkan fungsi dari produk tersebut juga bangga untuk membawa produk
tersebut kemana-mana. Hal ini bisa mencontoh dari desain kemasan produk
kecantikan korea yang begitu cantik dan menarik.
2. Singkat dan Jelas
Rata-rata
konsumen cuma butuh 4 detik untuk memutuskan jadi tidaknya membeli satu produk.
Diantara faktor yang menentukan kondisi tersebut yaitu desain kemasan. Misal,
ada suatu produk menulis semua kandungan manfaat tapi tanpa disertai nama
produk yang jelas. Disisi lain, ada produk yang tampak bagus diluar tapi gagal
menjelaskan apa isi kandungannya. Dua contoh barusan bukan hal bagus karena
gagal menunjukkan identitas yang sebenarnya. Selalu ingat, buat jelas informasi
produknya, dan buat jelas siapa perusahaan pembuatnya.
3. Atraktif
Pikiran konsumen
didesain untuk menyaring dan mengingat sesuatu yang spesial saja. Garis
besarnya jelas, kalau desain kemasan produk yang dibuat biasa saja, itu berarti
konsumen akan cepat lupa. Untuk ini, buatlah desain yang secara emosional bisa
mengikat konsumen. Lewat komposisi yang pas, desain kemasan plastik bisa
terlihat atraktif dan layak dikenang. Untuk mewujudkan hal rumit ini, jasa
desain plastik kemasan bisa menjadi solusi. Atraktif tak harus mengorbankan
poin penting, tapi bisa memadu-padankan dengan apik.
4. Pilih Material Kemasan yang Berkualitas
Banyak
penelitian yang membahas mengenai pengaruh desain kemasan produk dan daya tarik
terhadap brand awareness serta dampaknya terhadap keputusan pembeli. Misalnya,
sebuah produk kecantikan baik serum, ampoule, essence dan lainnya lebih baik
menggunakan kemasan botol kaca dibanding dengan kemasan plastik. Namun, pemilik
brand harus memilih kaca dengan kualitas bagus agar kemasan produknya tidak
mudah pecah. Penggunaan material kaca akan meningkatkan nilai produk dan
menciptakan kesan eksklusif serta elegan ketimbang dengan kemasan plastik.
Namun tentu setiap material kemasan harus disesuaikan dengan ketersediaan
budget dari produsen.
5. Buat Desain Kemasan yang Eksklusif
Sebuah produk
lebih baik memiliki desain kemasan yang sederhana namun dengan memasukan ikon
atau ciri khas sehingga dapat menggambarkan image produk dengan kuat. Jangan
sampai kemasan dibuat dengan kombinasi warna yang terlalu banyak dan
menggunakan warna yang terlalu pop up! Pilihlah warna dan ilustrasi yang tidak
begitu meriah sehingga dapat menampilkan citra eksklusif dan elegan produk
tersebut. Bisa juga dengan menggandeng brand ambassador yang tengah digandrungi
oleh target konsumen. Kemudian tampilkan gambar mereka dalam desain kemasan
produk Anda. Voila! Dengan membuat desain kemasan yang eksklusif, maka konsumen
pun akan semakin bersemangat untuk membeli produk Anda,
6. Cantumkan Data Legalitas dari Pemerintah
dan Penghargaan
Hal yang tidak
boleh ketinggalan dalam kemasan produk adalah mencantumkan legalitas produk
yang didapatkan dari lembaga pemerintah yang berwenang mengeluarkannya. Dengan
mencantumkan legalitas tersebut, produk tersebut akan membuat konsumen semakin
yakin jika produk pilihannya terjamin dan terpercaya. Misalnya mencantumkan
komposisi produk yang disertai dengan legalitas dari Badan Pengawas Makanan dan
Obat (BPOM), Dinas Kesehatan, dan sertifikasi halal MUI.
7. Fungsional
Dari banyak
pertimbangan saat mau membungkus suatu produk, salah satu yang penting yaitu
proteksi yang bisa diberi oleh suatu kemasan. Tak ada gunanya membuat kemasan
menarik secara visual tapi tak bisa memberi fungsi sebagaimana mestinya.
Kemasan produk punya banyak fungsi, tapi yang utama yaitu untuk melindungi isi
produk. Bukan sesuatu yang bisa dibanggakan kalau desain kemasan bagus tapi
material kemasan tidak. Harus ada keseimbangan antara desain dan material
kemasan yang dipakai.
8. Tampilkan Ciri Khas dari Produk Anda
Saat ini dengan
meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, membuat masyarakat
selaku konsumen lebih aware dan selektif dan memilih produk yang digunakannya.
Pemilik brand dapat memasukan sertifikasi cruelty free yang didapat oleh produk
serta kemasan yang lebih ramah lingkungan, seperti dapat didaur ulang sehingga
pemilik brand serta produk yang diluncurkan memiliki image yang baik karena
telah ikut serta dalam memproduksi produknya sebagai pendukung program
berkelanjutan yang ramah lingkungan.
9. Coba Membuat Desain Transparan
Ada banyak riset
yang mendemonstrasikan kalau di beberapa bagian produk yang dibuat transparan,
bisa meningkatkan peluang produk dibeli konsumen secara signifikan. Ada
benarnya juga, apalagi kalau belum familiar dengan suatu produk yang baru
dirilis. Seeing is believing, dalam artian melihat langsung bisa membuat
konsumen lebih yakin tentang isi di dalamnya. Juga, melihat langsung secara
dramatis bisa meningkatkan kepercayaan pada merek tertentu. Transparan tak
harus ditutup plastik kemasan, bisa juga dengan diberi lubang.