Kita semua membuat kesalahan dari waktu ke waktu, dan tidak apa-apa. Begitulah cara belajar dan tumbuh sebagai profesional. Tetapi ada kesalahan tertentu yang tampaknya lebih umum di kalangan desainer, mari bahas beberapa kesalahan ini dengan harapan itu akan membantu menghindarinya dalam pekerjaan sendiri.
Teliti Audiens
Sebagai seorang desainer, bertugas membuat visual yang secara efektif mengkomunikasikan pesan kepada audiens yang dituju. Tetapi bagaimana bisa melakukan itu jika tidak tahu siapa mereka?
Penting untuk meneliti audiens sebelum mulai mendesain. Siapa sajakah mereka? Apa minat mereka? Apa poin rasa sakit mereka? Apa yang mereka hargai? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan memberi pemahaman yang lebih baik tentang apa yang akan beresonansi dengan mereka dan membantu membuat desain yang benar-benar berbicara kepada mereka.
Perhatikan Tata Letak dan Hierarki
Desain yang bagus lebih dari sekadar membuat sesuatu terlihat cantik, buat hierarki visual yang memandu mata pemirsa melalui konten dengan cara yang logis.
Tetapi terlalu sering, desainer terjebak dalam estetika karya mereka dan melupakan pentingnya tata letak dan hierarki. Akibatnya, desain mereka akhirnya terlihat berantakan dan membingungkan, yang bisa menjadi mematikan.
Jadi, pastikan untuk memberikan pertimbangan yang tepat untuk tata letak dan hierarki. Gunakan judul, subjudul, poin-poin, dan ruang kosong untuk mengatur konten dan membuatnya lebih mudah dibaca dan dipahami.
Uji Desain
Bisa saja telah menciptakan desain yang sempurna, tetapi bagaimana tahu pasti? Satu-satunya cara untuk memastikan adalah dengan mengujinya.
Ada banyak cara untuk menguji desain, seperti pengujian kegunaan, pengujian A/B, dan grup fokus. Metode ini memungkinkan untuk mendapatkan umpan balik dari orang-orang nyata dan melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan desain. Ini bisa sangat berharga dalam membantu mengidentifikasi masalah atau area apa pun untuk perbaikan.
4. Tidak Mencari Umpan Balik
Berbicara tentang umpan balik, penting untuk mencarinya dari orang lain juga. Selalu merupakan ide yang baik untuk mendapatkan pendapat kedua (atau ketiga, atau keempat) tentang proyek desain.
Hal ini bisa sangat membantu jika sedang mengerjakan proyek untuk klien. Mereka mungkin memiliki wawasan atau perspektif berharga yang tidak dipertimbangkan sebelumnya. Plus, mendapatkan umpan balik dari orang lain dapat membantu menyempurnakan desain dan membuatnya lebih baik.
Tren Hanyalah Referensi
Tren adalah hal yang lucu. Mereka datang dan pergi, dan meskipun tidak apa-apa untuk memasukkan beberapa dari mereka ke dalam proyek desain, jangan terlalu bergantung pada tren.
Karena tren memiliki kecenderungan untuk menjadi terlalu sering digunakan dan dimainkan. Dan ketika itu terjadi, mereka kehilangan dampaknya dan dapat membuat desain terlihat kuno.
Alih-alih mengikuti tren secara membabi buta, cobalah untuk menggunakannya dengan hemat dan dengan cara yang melengkapi gaya unik. Dengan begitu, bisa membuat desain yang segar dan tak lekang oleh waktu.