Focal Point dalam lansekap dapat
terbentuk secara alami atau dengan sengaja ditempatkan secara strategis atau
penempatan tanaman secara menarik. Focal Point dapat menjadikan disain taman
yang lebih dramatis dan tampak lebih berkesan. Semua taman membutuhkan
setidaknya satu titik fokus. Untuk taman kecil, mungkin hanya membutuhkan satu,
sementara taman yang lebih besar mungkin memerlukan beberapa focal point.
Mata manusia memiliki hubungan
yang sangat kuat dengan bentuk melingkar. Sebagian besar dari kita dapat secara
visual menemukan pusat lingkaran, dan kita tentu berharap menemukan sesuatu
yang menarik di sana.
Dalam desain taman, jalan
melengkung dan tempat tidur dibuat dengan menggunakan lingkaran, busur, atau
segmen lingkaran. Pikiran kita secara alami mengenali hal ini sebagai bagian
dari lingkaran penuh apakah itu lengkap atau tidak. Jadi titik terdalam dari
kurva, yang merupakan pusat sekitarnya yang relevan, adalah tempat alami untuk
titik fokus.
Focal Point dalam lanskap bisa
sesederhana satu tanaman atau kelompok tanaman menarik yang ditempatkan di
antara desain lainnya. Sebagai contoh: Menambahkan spesimen spesimen yang lebih
tinggi ke sekelompok tanaman yang lebih kecil dapat menciptakan Focal Point
yang sangat alami pada hamparan bunga. Tanaman yang lebih tinggi akan menonjol
dan menarik perhatian.
Menempatkan spesimen yang lebih
tinggi di tengah kelompok sebenarnya lebih dramatis dan menarik daripada
menempatkannya ke bagian belakang hamparan.
Juga, setiap perubahan warna
dramatis pada tanaman akan menarik perhatian. Terutama tanaman putih, atau
apapun yang putih dalam hal ini akan selalu menjadi perhatian karena putih
adalah focal point alami. Tapi usahakan jangan terlalu banyak menggunakannya.
Salah satu cara termudah dan
paling populer untuk menambahkan focal point ke kebun adalah dengan menggunakan
patung dan / atau hiasan (ornamen, kolam, tempat makanan burung, dll). Beberapa
pertimbangan dan pertimbangan hati-hati harus diberikan untuk menambahkan fitur
ini ke kebun. Sebaiknya fitur ini adalah pusat atau bagian dari desain Anda dan
jangan terlihat seolah-olah mereka baru saja dilontarkan dalam renungan.
Cobalah dan jaga agar tetap sesuai dengan tema masing-masing bagian taman.
"Pemandangan yang
dipinjam" adalah focal point yang tidak semua orang cukup beruntung untuk
mendapatkannya. Memiliki latar belakang pegunungan yang jauh, cakrawala,
sungai, padang rumput, atau bahkan pemandangan padang pasir adalah kesempatan
yang sangat baik untuk menciptakan titik fokus yang luar biasa. Tidak hanya itu
adalah kesempatan besar untuk menciptakan titik fokus tetapi juga untuk
"memadukan" pemandangan Anda dengan lingkungan alamnya.
Jika Anda cukup beruntung untuk
memiliki pemandangan yang bagus, gunakan, bingkai, dan bangun lanskap Anda di
sekitarnya. Perlu diingat, hindari menanam pohon atau semak dalam desain yang
mungkin di masa depan akan tumbuh dan menghalangi pandangan.
Titik fokus dapat dibuat dengan
menggunakan apa saja yang alami atau benda yang ditempatkan dengan baik.
Pohon besar yang masih terdapat
pada tapak sebaiknya ditinggalkan dalam desain bila memungkinkan. Beberapa
pohon dan semak besar hanya memerlukan sedikit pemangkasan untuk menjadikannya
sebagai Focal Point dalam desain lansekap.
Menempatkan hamparan tanaman
bunga di sekitar spesimen utama ini dapat meningkatkan efeknya sebagai focal
point alami. Mereka tidak hanya menciptakan titik fokus yang sangat baik namun
juga menciptakan ilusi bahwa taman yang anda buat adalah taman yang telah lama
di desain.
Sculpture, teralis atau pergola
yang tertutup bunga, atau bahkan batuan dekoratif besar juga dapat menjadi
focal point yang menarik. Namun pastikan anda memikirkan dan merencanakan
dengan hati-hati sehingga desain Anda akan selalu tampil dengan baik dan bukan hanya
urutan pemikiran yang dipaksakan bersama.