Menurut Cenadi (1999:
6) Selain berfungsi sebagai
identitas perusahaan, corporate identity
juga mempunya fungsi-fungsi lain, diantaranya:
1. Sebagai alat yang menyatukan
strategi perusahaan. Sebuah corporate
identity yang baik harus sejalan dengan
rencana perusahaan tersebut, bagaimana perusahaan itu sekarang dan bagaimana di
masa yang akan datang. Selain itu
corporate identity harus dapat dengan tepat mencerminkan image
perusahaan, melalui produk dan jasanya.
2. Sebagai pemacu sistem
operasional suatu perusahaan. Pertanyaan pertama yang muncul dalam
pembuatan corporate identity adalah bagaiman suatu perusahaan ingin
dilihat oleh publik. Pertanyaan ini secara tidak langsung membuat
personil-personil perusahaan tersebut berpikir dang mengevaluasi sistem
oprasional mereka selama ini. Dari sini daat ditemukan kelemahan atau kesalahan
yang selama ini dilakukan, sehingga tercipta tujuan perusahaan yang lebih baik
dan mantap.
3. Sebagai pendiri jaringan yang
baik. Sebuah perusahaan yang berimage
positif, stabil, dapat dipercaya dan diandalkan akan menarik perhatian
para investor untuk menanamkan modal dalam perusahaan tersebut. Jenis
perusahaan yang seperti ini juga yang mendapat banyak keringanan saat ia
membutuhkantambahan modal dari bank. Produk-produk dari perusahaan ini juga
mungkin menjadi produk yang paling laku dan digemari di pasar.
4. Sebagai alat jual dan promosi.
Perusaahn dengan image yang positif berpeluang besar untuk
mengembangkan sayapnya dan memperkenalkan produk atau jasa baru. Konsumen yang
telah lama memakai produk dari perusahaan tersebut akan dengan setia terus
memakai produk itu. Mereka akan lebih menerima karena telah membuktikan sendiri
bahwa produk itu benar-benar cocok untuk mereka.