Desain branding dan desain visualmungkin tampak seperti dua konsep yang berbeda, namun keduanya terkait erat. Branding adalah proses mengembangkan brand dan image yang khas untuk suatu produk atau organisasi. Sebaliknya, desain adalah disiplin membangun produk yang memberi konsumen pengalaman yang relevan dan bermakna. Ketika kedua bidang ini digabungkan dengan benar, hasil akhirnya adalah produk dengan identitas merek yang kuat dan konsisten yang juga memberikan desain visual yang mulus dan menyenangkan.
Pentingnya memasukkan branding ke dalam proses desain adalah membantu dalam mengembangkan kepercayaan dan kredibilitas pengguna. Ketika branding suatu produk konsisten dan cocok dengan desain visual, maka ia mengkomunikasikan kepada orang-orang bahwa organisasi tersebut dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Selain itu, merancang integritas merek dapat membantu membedakan produk dari pesaingnya dan membuatnya lebih mudah diingat oleh pengguna.
Mari lihat hubungan antara branding dan desain dan relevansi memasukkan branding ke dalam proses desain. Maari bahas contoh integrasi merek yang sangat baik, serta tips dan pendekatan untuk mengintegrasikan branding ke dalam proses desain. Harapan akhir paham tentang keuntungan merancang untuk integritas merek dan bagaimana menerapkan pendekatan ini pada pekerjaan desain sendiri.
Memahami merek
Agar berhasil menerapkan branding ke dalam proses desain, sangat penting untuk memiliki pengetahuan yang jelas tentang merek dan audiens yang dituju. Hal ini akan memandu keputusan desain dan menjamin bahwa branding produk dan desain visual konsisten.
Untuk memulai, tentukan prinsip dan kepribadian merek. Nilai-nilai merek adalah keyakinan dan konsep yang mendorong dan menginformasikan keputusan bisnis perusahaan. Sebaliknya, kepribadian merek adalah karakter dan nada merek seperti yang dirasakan oleh audiens. Mendefinisikan komponen-komponen ini akan membantu dalam mengembangkan identitas merek yang konsisten dan asli.
Setelah itu, lakukan penelitian untuk memahami keinginan dan preferensi audiens yang dituju. Hal ini mungkin memerlukan melakukan survei, kelompok fokus atau wawancara pengguna untuk mempelajari lebih lanjut tentang siapa pelanggan dan apa yang mereka inginkan dari suatu produk. Pengetahuan ini akan sangat penting dalam menciptakan desain visual yang terhubung dan memenuhi tuntutan audiens yang dituju.
Tapkan standar merek dan prinsip desain setelah memahami merek dan audiens yang dituju dengan jelas. Pedoman merek adalah kumpulan prinsip yang mengatur bagaimana merek harus disampaikan secara estetis dan verbal. Prinsip desain adalah standar yang membantu membuat keputusan desain yang berguna, intuitif dan menarik secara visual. Kedua alat ini akan membantu memastikan bahwa merek secara konsisten terwakili di semua titik kontak dan bahwa desain visual konsisten dengan nilai-nilai dan kepribadian merek.
Mengintegrasikan branding ke dalam proses desain
Ketika memiliki pemahaman yang kuat tentang merek dan audiens yang dituju, sekarang saatnya untuk mulai memasukkan branding ke dalam proses desain. Berikut adalah beberapa poin penting untuk diperiksa untuk memastikan bahwa branding dan desain visual produk sinkron:
Menggabungkan fitur branding ke dalam desain visual produk: melibatkan penggabungan palet warna, tipografi dan ikonografi merek ke dalam desain produk. Fitur-fitur ini harus diterapkan secara konsisten di semua titik kontak untuk membangun identitas merek yang terpadu.
Mempertahankan konsistensi merek di semua titik kontak: Mempertahankan pengalaman merek yang konsisten di seluruh perjalanan pengguna, dari pertama kali pengguna menemukan merek hingga penggunaan produk yang berkelanjutan. Perlu penggunaan fitur dan bahasa branding yang sama di semua materi pemasaran, situs web dan desain produk.
Menggunakan kata-kata dan nada suara yang konsisten dengan merek: Bahasa dan nada yang dipilih dalam teks dan pesan produk harus mencerminkan kepribadian dan nilai-nilai merek. Semuanya mulai dari pesan dan peringatan masalah hingga deskripsi produk dan instruksi pengguna tercakup.
Mari kita lihat beberapa bisnis yang telah berhasil mengintegrasikan branding ke dalam proses desain untuk menunjukkan manfaatnya.
Apple adalah contoh, Apple terkenal dengan etos desainnya yang bersih dan minimalis, yang menembus semua produknya, mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak. Apple telah membangun desain visual merek yang koheren yang langsung dikenali dan diingat dengan terus mengikuti prinsip-prinsip desain dan identitas mereknya.
Memasukkan branding dalam proses desain sangat penting untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas pengguna, membedakan produk dari pesaing dan memberikan desain visual merek yang terpadu dan berkesan. Rancang integritas merek dan bangun produk yang terhubung dengan konsumen dengan memahami merek dan audiens yang dituju. Kembangkan produk yang benar-benar menonjol dan menyenangkan konsumen dengan menambahkan praktik dan sumber daya terbaik ini ke dalam proses desain.