Konsep interior memang tidak
pernah habis untuk dibicarakan. Interior memiliki peran yang sangat penting
untuk menunjang penampilan sebuah rumah. Sesuai dengan namanya maka ini konsep
yang ada di dalam rumah. Semua aksen interior akan diterapkan untuk semua
ruangan seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, ruang makan, dapur dan
bahkan kamar mandi. Jadi memang tidak ada salahnya menerapkan konsep interior
tertentu di dalam rumah Anda.
Macam-macam konsep desain
interior bisa terbagi menjadi banyak hal. Salah satunya jika Anda sedang
mempertimbangkan interior rumah jawa. Rumah Jawa memiliki kesan lebih
tradisional, kuno atau rustic dalam istilah asingnya. Meskipun konsep ini
dibuat sangat Jawa sebenarnya tidak selalu berkesan menakutkan atau kuno.
Karena konsep ini bisa diseimbangkan dengan sentuhan interior modern. Berikut
ini beberapa gambaran interior rumah klasik Jawa paling menawan.
1.
Kursi Menjalin dan Dinding Batu Bata
Ketika rumah modern menggunakan model
sofa untuk ruang tamu kecil untuk rumah minimalis modern maka sangat berbeda
untuk rumah klasik Jawa. Biasanya rumah klasik Jawa memang memiliki ukuran yang
cukup besar dan nyaman. Tapi Anda juga bisa menerapkannya untuk rumah kecil
atau minimalis. Di bagian ruang tamu bisa menggunakan kursi menjalin yang
biasanya terdiri dari satu kursi panjang dan tiga kursi kecil. Pasangan kursi
ini berupa meja kayu panjang dengan bagian atas terbuat dari kaya. Kemudian
pada dinding bagian utama yang bersambung dengan pintu masuk bisa dibuat
menjadi dinding batu bata merah tanpa ditutup dinding semen. Namun untuk
dinding yang lain bisa ditutup dengan semen dan diberi cat putih. Jangan lupa
dengan hiasan gantung.
2.
Gebyok Ukiran untuk Pintu Masuk Rumah
Bagian pintu masuk untuk rumah Jawa memang harus memiliki
ciri khas. Berbeda dengan model pintu Eropa maka pintu Jawa memiliki konsep
kayu. Bentuk yang sangat sesuai untuk model rumah ini seperti gebyok. Gebyok
biasanya dibuat menjadi satu paket mulai dari beberapa papan kayu ukir sampai
ke titik tengah sebagai pintu utama. Ukiran juga memiliki konsep yang jelas
seperti ukiran Jepara. Bagian gebyok juga bisa dilengkapi dengan jendela pada
sisi kanan dan kiri pintu. Tambahan dengan cara menata ruang tamu seperti
karpet etnik di depan pintu sebelum ke area kursi tamu juga akan sangat
berkesan.
3. Atap Kayu
Bagian interior rumah Jawa klasik biasanya tidak menggunakan
enternit sebagai penutup atap yang utama. Jika melihat bagian atas rumah Jawa
saat sudah masuk ke dalam rumah maka Anda bisa menemukan atap kayu yang sangat
rapi. Ada kayu penahan utama pada bagian kerangka utama kemudian ada kayu
berjajar untuk menahan beban atap yang lain. Ternyata jumlah kayu yang
digunakan juga akan diperhitungkan sesuai perhitungan khusus adat Jawa.
Interior rumah atap kayu ini sangat menarik karena memberi kesan teduh ketika
sudah masuk ke rumah. Ini menjadi salah satu contoh desain atap rumah tanpa
plafon.
4. Rumah
Kayu khas Jawa
Semua rumah dengan konsep Klasik
Jawa biasanya memiliki aturan khusus. Salah satunya adalah interior yang
terbuat dari unsur kayu. Unsur ini dianggap sangat alami dan mengurangi
penggunaan bahan-bahan yang bersifat modern. Unsur kayu juga dianggap sangat
sehat untuk meningkatkan kualitas udara yang segar di dalam rumah dan membuat
penghuni rumah lebih nyaman. Interior dinding rumah bisa terbuat dari gebyok
ukiran sederhana atau mewah. Kemudian dinding bagian lain juga dibuat dari
dinding kayu yang lebih sederhana. Tambahan kursi menjalin dan meja bulat
membuat kita kembali ke rumah adat Jawa di zaman dahulu. Karena rumah model ini
biasanya membutuhkan banyak dana maka Anda bisa mencoba tips hemat membangun
rumah
5. Hiasan
Dinding dan Bifet Kuno
Memainkan unsur rumah Jawa tidak
perlu takut. Anda tidak perlu sepenuhnya menggunakan unsur Jawa kuno. Jika Anda
sudah terlanjur membuat rumah dengan konsep modern atau minimalis maka sentuhan
Jawa kuno tetap bisa diberikan. Misalnya adalah dengan menggunakan hiasan
dinding berupa piring-piring kaca dengan desain Jawa. Ditambah dengan bifet
ukiran sederhana yang dilengkapi dengan pintu kaca untuk meletakkan berbagai
hiasan. Konsep interior ini sesuai untuk rumah dengan warna cat putih atau
kuning gading.
6.
Tiang Utama Penyangga Rumah
Rumah Jawa sebenarnya yang paling baik direncanakan sejak
awal atau sejak merancang konsep bangunan. Hal ini tidak hanya mempermudah
rancangan anggaran rumah tapi juga menentukan bentuk rumah. Bentuk rumah Jawa
bisa dipilih dari model limasan, loji, joglo, dan model yang lain. Semua bentuk
rumah ini memiliki tiang penyangga utama di dalam rumah atau dinamakan tiang
soko. Tiang ini juga melambangkan kekuatan rumah. Biasanya terletak di bagian
ruang tamu atau ruang tengah dengan ukuran yang lebar. Tiang terbuat dari kayu
jati tua yang kuat baik dilengkapi ukiran atau tidak.
7. Pendopo di Ruang Utama
Pendopo atau sebuah tempat untuk
menyambut tamu biasanya terletak di area rumah bagian luar atau sebelum masuk
ke pintu utama. Ruangan ini juga biasa digunakan untuk berbagai acara formal
atau non formal. Tapi konsep pendopo sekarang juga bisa di desain untuk di
bagian dalam rumah. Empat tiang utama dari kayu jati dengan ukiran serta hiasan
dari kain-kain putih yang tipis bisa menjadi bahwa bagian dalam rumah ini
menjadi pendopo. Di sekitarnya bisa diatur pasangan-pasangan kursi kayu dengan
menjalin atau rotan. Dijamin kesan rumah ini menjadi sangat menarik dan unik.
8. Lampu Gantung Etnik