Jelajahi seni desain menu yang menghilang dalam buku baru oleh Taschen

Jelajahi seni desain menu yang menghilang dalam buku baru oleh Taschen


Taschen telah merilis buku baru yang mengeksplorasi sejarah visual desain menu antara tahun 1800-2000. Ditulis oleh Steven Heller, salah satu pendiri dan ketua bersama program Desain MFA di School of Visual Arts, New York, dan diedit oleh Jim Heimann, editor eksekutif Taschen America, publikasi ini adalah “catatan perjalanan kuliner dan grafis melalui Eropa".


Dimulai pada abad ke-19, buku ini menawarkan beberapa contoh awal desain menu, sama seperti ide menu restoran yang mulai populer di seluruh benua. Menu tertua dalam buku ini berasal dari tahun 1808 dan dimiliki oleh sebuah pub bernama The Bailey di Dublin – sebuah institusi terkenal, yang pernah terkenal sebagai “pusat aktivitas politik dan sastra”. Menu yang sangat tua ini – atau 'bill of fare' seperti yang biasa dikenal – sudah menunjukkan tanda-tanda upaya artistik, dengan satu sisi membual serangkaian ilustrasi lidah-di-pipi yang dirancang untuk menghibur pembaca.


Di bagian lain buku ini, kita dapat menyaksikan perkembangan pesat desain menu, karena karya seni menjadi kurang berornamen dan tipografi secara bertahap berubah dari serif menjadi sans-serif. Para desainer mulai menganggap diri mereka kurang serius dan ketika masakan Prancis mulai kehilangan cengkeramannya di dunia kuliner, gaya dan pendekatan menjadi lebih bervariasi. Sampai, bertahun-tahun kemudian, kami menemukan menu McDonald's tahun 70-an dengan gambar hamburger yang jenuh dan tata letak seperti kisi yang santai.


Melompat maju ke hari ini, menu fisik bersaing dengan daftar makanan tanpa jiwa di Deliveroo dan meningkatnya penggunaan kode QR. Menu digital menawarkan pemilik restoran peningkatan fleksibilitas dan kemudahan penggunaan dalam hal memperbarui penawaran mereka dan sentuhan menu cetak bisa dibilang bukan lagi objek yang diinginkan seperti dulu.

Dengan pemikiran ini, Heimann menulis dalam pengantar buku: “Orang berharap bahwa buku ini, catatan kegembiraan gustatory selama beberapa abad, akan menjadi pengingat bahwa objek umum ini pernah menjadi elemen kunci dari makanan. Dalam banyak contoh, menu mengangkat santapan menjadi sebuah seni, yang pada gilirannya mencerminkan tujuannya sebagai bagian penting dari sejarah grafis dan kuliner yang harus dipertahankan untuk anak cucu.”


taschen.com


Sumber : Daniel Milroy Maher, creativereview.co.uk

Info PMB : https://pmb.stekom.ac.id

Kerjasama/Penerimaan Mahasiswa Baru,

WA 24 jam : 081-777-5758 (081 jujuju maju mapan )

IG : @universitassetekom

TikTok : @ universitasstekom

FP : https://www.facebook.com/stekom.ac.id/

TWITTER : https://twitter.com/unistekom

YOUTUBE : https://www.youtube.com/ UniversitasSTEKOM


TAG

Tidak ada tag yang tersedia