Plastik merupakan
salah satu material yang dapat ditemukan di hampir segala jenis benda, termasuk
peralatan rumah tangga dan furnitur. Mengapa bahan ini sering dijadikan
pilihan? Hal tersebut disebabkan oleh beratnya yang cenderung ringan dan
harganya yang lebih ekonomis sehingga furnitur dan peralatan berbahan plastik
dipastikan cocok dengan budget sebagian besar orang.
Selain itu,
furnitur dan peralatan rumah tangga yang terbuat dari plastik tidak mudah
hancur dan patah ketika jatuh atau terbentur benda lain. Material anti air ini
memiliki perawatan yang sangat mudah. Hanya perlu pembersihan yang sederhana
seperti menggunakan lap dan sedikit semprotan air bersih. Ditambah, plastik
juga tidak mudah dirusak serangga seperti rayap.
Sayangnya,
penggunaan plastik pada furnitur dianggap memiliki beberapa kekurangan seperti
durabilitasnya yang akan berakhir seiring waktu dan desainnya dianggap kurang
elegan dibandingkan kayu, metal, besi, atau kain. Oleh karena itu, material
plastik sering dikombinasi dengan material lainnya supaya bisa memberikan hasil
yang lebih mengagumkan.
Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS)

Acrylonitrile
Butadiene Styrene atau yang sering disebut ABS adalah polimer organik pembentuk
plastik yang memiliki daya tahan cukup tinggi. Plastik jenis ini umum digunakan
karena materialnya yang mudah dibentuk serta tingkat durabilitasnya yang baik.
ABS juga memiliki tingkat resistensi yang tinggi, tahan terhadap suhu panas,
dan tentunya murah. Selain itu, furnitur yang terbuat dari ABS tidak akan
meninggalkan goresan apabila tidak sengaja tergesek oleh benda tajam seperti
pisau atau penggaris besi.
Plastik ABS bisa
didaur ulang sehingga membuatnya ramah lingkungan. Di samping itu, plastik ABS
merupakan bahan yang paling mudah direkatkan dengan benda lain menggunakan lem
dan diberi lapisan warna cat.
Meski tahan pada
suhu panas, plastik ABS tidak tahan terhadap sinar ultraviolet sehingga tidak
cocok untuk ditempatkan di luar ruang dalam waktu yang lama, terlebih bila
sering terpapar sinar matahari. Biasanya, ABS digunakan sebagai material untuk
kursi, meja, hingga rak buku kecil. Tak hanya itu, plastik ABS juga sering
digunakan sebagai bahan dasar mainan seperti Lego.
Polypropylene (PP)

Polypropylene atau
yang disebut PP kerap digunakan sebagai kemasan produk pangan, spare part ragam
alat transportasi, dan bahan tekstil. Meski sering digunakan pada tiga produk
tersebut, PP ini juga banyak digunakan sebagai bahan karpet dan kursi taman. PP
bersifat fleksibel sehingga mudah dibentuk menjadi ragam bentuk barang apapun.
Meski begitu, bukan berarti PP mudah patah. Justru plastik PP tidak akan patah
meskipun dibentuk dengan cara apapun dan dalam bentuk apapun. Seperti jenis
lainnya, plastik PP memiliki berat yang ringan sehingga mudah dipindahkan ke
mana-mana.
Hebatnya lagi,
plastik PP tidak mengandung unsur bisphenol A. Bisphenol A atau yang akrab
disebut BPA adalah zat berbahaya yang biasanya ditemukan di kemasan produk
pangan. Karena itu, segala bentuk dekorasi dan furnitur yang terbuat dari
plastik PP aman digunakan, terkhusus di sekitar si kecil.
Apabila dilihat secara harga, PP lebih murah dari ABS. Meskipun lebih murah, PP memiliki kekuatan yang tak kalah tinggi dengan ABS. Hal lain yang membuatnya tak kalah unggul dengan ABS adalah PP memiliki kekakuan yang kokoh dan resisten terhadap sinar ultraviolet sehingga bisa diletakkan di luar ruangan.
Polycarbonate (PC)

Bentuk fisik
plastik polycarbonate atau PC hampir menyerupai kaca karena tembus pandang.
Karakteristik lain dari PC adalah kuat dan dan tahan banting. Seperti dua jenis
plastik sebelumnya, PC memiliki elemen yang memudahkannya dibentuk menjadi
ragam barang, seperti komponen pada ragam alat transportasi, kepingan CD dan
DVD, dan lensa kamera atau benda optikal lainnya.
Plastik PC juga
bisa ditemui di rumah karena selain kursi bahan PC yang sudah dibentuk pada
kaki meja. PC pun kerap kali digunakan sebagai pengganti kaca pada rumah kaca.
Akrilik atau Polymethyl Methacrylate (PMMA)

Akrilik memiliki
karakteristik yang mirip dengan polycarbonate. Akan tetapi, akrilik lebih
resisten terhadap goresan dan harganya juga murah. Selain itu, akrilik sangat
tahan terhadap paparan sinar ultraviolet yang membuatnya bisa digunakan sebagai
jendela pesawat dan rumah kaca. Tak hanya tahan sinar ultraviolet, akrilik juga
bisa ditaruh dalam kondisi cuaca apapun. Mungkin hal-hal inilah yang membuat
akrilik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Polyvinyl Chloride (PVC)

PVC yang juga dikenal
dengan vinyl ini memiliki ragam karakteristik, kelebihan, dan kekurangan.
Berbeda dengan jenis plastik lainnya, PVC merupakan jenis yang paling sulit
didaur ulang. Dengan harga yang murah dan memiliki durabilitas yang tinggi, PVC
termasuk jenis plastik yang paling sering digunakan. Sama dengan yang lain, PVC
juga bisa dibentuk dengan mudah. PVC akan makin lentur apabila diberi
plasticizer.
Plastik PVC biasa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), digunakan sebagai kulit sintetis atau kulit imitasi, mainan, selang, pipa bangunan, kerangka jendela, dan taplak meja plastik. Tak hanya itu saja, PVC juga dipakai sebagai atap rumah.