Setelah
bertahun-tahun, desain karakter kartun Disney cukup ikonik. Mulai dari celana
pendek merah dan sepatu kuning Mickey Mouse, gaun polkadot merah muda Minnie
Mouse, hingga topi biru Donald Duck. Jika ada satu hal yang tidak bisa
diabaikan dari penampilan klasik kartun Disney, adalah sarung tangan putih. Tidak
hanya tokoh-tokoh kartun Disney, tetapi tokoh kartun Looney Tunes hingga
Animaniacs juga tampak memakai sarung tangan putih. Semua ini berkaitan dengan
teknik animasi.
Teknologi pada
1920-an tentunya belum secanggih sekarang. John Canemaker selaku sejarawan
animasi dan profesor di New York University mengatakan bahwa sarung tangan
putih dipakai para animator untuk membuat pekerjaan mereka lebih mudah serta
lebih cepat.
“Animasi apa pun, bahkan dengan
komputer, adalah proses yang sangat padat karya atau padat tenaga kerja,” ujar
John sebagaimana dilansir dari vox.com.
Di awal abad
ke-20, animasi digambar menggunakan tangan. Ini pun dipakai animator sebagai
metode penghematan biaya dan usaha untuk membuat kartun dengan cepat. Termasuk,
penggunaan tepi bundar daripada sudut karena lebih efisien untuk digambar
berulang kali. Sebelum memakai sarung tangan, tokoh-tokoh kartun mempunyai
tangan bulat hitam dan ini sulit dilihat pada tubuh mereka, mengingat di era
dulu masih menggunakan film hitam-putih. Animator pun mencari cara untuk
membedakan bagian tangan dan tubuh karena warnanya yang menyaru. Di sinilah sarung tangan putih hadir. Sarung
tangan putih memberikan kontras yang tepat untuk visual kartun hitam-putih.
Walt Disney
menjadi animator pertama yang mengenakan sarung tangan putih kepada karakter
Mickey Mouse di film animasi “The Opry House” pada 1929. Sebelumnya, tangan
Mickey hanyalah lingkaran hitam besar.
“Kami tidak ingin dia (Mickey)
memiliki tangan tikus, karena dia seharusnya terlihat lebih manusiawi. Jadi
kami memberinya sarung tangan,” kata Walt di buku biografinya “The Disney
Version”.
Sarung tangan ini menghemat waktu
dan tenaga dalam produksi animasi. Sarung tangan berwarna putih juga bertujuan
untuk membuat tangan dapat dibedakan dari palet warna yang monoton. Namun siapa
sangka, sarung tangan putih ini sepenuhnya mewujudkan estetika kartun klasik.
Tentang Penulis
SANTI WIDIASTUTI S.T, M.T
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.