Sebagian besar dari kita
mengetahui bahwa desain grafis adalah penggunaan seni untuk berkomunikasi
secara visual dengan menggunakan berbagai media. Oleh karena itu, relatif mudah
untuk mengacaukannya dengan komunikasi visual .
Jika kita memeriksanya dengan
cermat, keduanya memiliki banyak kesamaan tetapi juga memiliki perbedaan yang
sangat jelas.
Untuk lebih memahaminya, mari
kita lihat apa yang mendefinisikannya dan bagaimana cara kerjanya untuk sebuah
proyek. Biarkan desain dan komunikasi berjalan beriringan untuk perusahaan atau
proyek Anda.
Apa itu Komunikasi Visual?
Komunikasi visual didefinisikan sebagai seni menggunakan
berbagai alat yang berhubungan dengan penglihatan untuk berkomunikasi. Orang
yang bekerja di bidang ini diharapkan mengetahui ilustrasi, animasi, fotografi,
dan desain grafis. Kemajuan teknologi juga menentukan bahwa orang-orang ini
tahu bagaimana mengeksekusi ide-ide mereka dalam perangkat lunak atau aplikasi
yang berbeda.
Komunikasi visual memiliki
spektrum yang lebih luas dibandingkan desain grafis. Fotografer profesional,
animator, desainer web, seniman periklanan, dan banyak lainnya, termasuk
desainer grafis, adalah bagian darinya. Karyanya dapat ditemukan di bidang
film, periklanan, desain grafis, signage, pengeditan dan retouching foto,
pemasaran visual, dan desain situs web, dan masih banyak lagi.

Iklan Durex dan Pepsi ini adalah
contoh sempurna penggunaan seni untuk menyampaikan pesan . Semua ini
menyampaikan pesan dan diciptakan dengan indah untuk memberikan dampak bahkan
dengan sedikit elemen di dalamnya. Jika dilakukan dengan baik, komunikasi
visual adalah alat yang ampuh untuk menyampaikan pesan.
Apa itu desain grafis?
Istilah desain grafis telah ada
selama hampir satu abad. Sekalipun istilah tersebut telah berlangsung selama
beberapa dekade, definisi desain grafis bisa jadi identik dengan komunikasi
visual.
Namun, desain grafis tidak hanya
sekedar berkomunikasi. Di satu sisi, Anda dapat menggabungkan beberapa elemen,
seperti gambar dan teks, untuk menghasilkan desain grafis.
Meskipun komunikasi visual
bersifat luas dan lengkap, desain grafis lebih fokus dan terbatas. Ini
sebenarnya adalah bagian dari komunikasi visual. Ini adalah bidang yang sangat
terspesialisasi yang berfokus pada pembuatan elemen grafis . Desainer
menggunakan elemen ini dalam periklanan dan pemasaran bisnis, serta materi
cetakan.

Desainer grafis juga harus
mengetahui cara membuat karya seninya menggunakan software seperti Adobe Photoshop, CorelDRAW, Affinity
Designer, dll. Direktur seni, desainer pengalaman pengguna (UX), desainer
editorial, dan desainer visual adalah karir desain grafis yang dapat diikuti
siswa setelah sekolah. Mereka kebanyakan mendesain logo, poster, karya seni,
dan ilustrasi untuk majalah, surat kabar, dan situs web.
Inti dari desain grafis adalah
menciptakan elemen-elemen yang akan membuat komunikasi visual menjadi lebih
transparan dan lebih baik. Seorang desainer grafis berbakat dapat menciptakan
elemen desain yang tepat yang dapat melengkapi strategi komunikasi visual Anda.
Di bawah payung desain grafis,
terdapat juga berbagai jenis desain grafis. Mari kita jelajahi yang paling
banyak digunakan oleh desainer grafis:
Merek
Di sinilah Anda akan melihat
bagaimana desain grafis dapat memecahkan masalah. Dalam hal branding, elemen
terpenting adalah logo, warna, dan font. Desainer grafis dapat membantu bisnis
membuat logo khusus mereka. Ditambah dengan warna dan tipografi merek, suatu
perusahaan atau organisasi akan memiliki identitas merek yang unik.

Periklanan
Dalam hal periklanan, sebagian
besar merek ingin mengkomunikasikan pesan mereka kepada audiens target mereka.
Namun melalui desain grafis, mereka dapat membuat iklan cetak visual yang
memukau dan menarik minat pemirsanya.
Mari kita lihat contoh dari
Norwegia Airlines ini. Sekilas, Anda hanya akan melihat bendera Norwegia, namun
desainer grafis menambahkan bentuk dan tipografi untuk membantu kami
mengidentifikasi negara dan harga penerbangan.

Pemasaran
Meskipun periklanan termasuk
dalam kategori ini, pemasaran mencakup berbagai materi desain grafis .
Contohnya adalah materi pemasaran cetak, seperti pamflet dan brosur.
Orang-orang diperkirakan akan membuang bahan-bahan ini. Namun, dengan desain
dan struktur yang tepat, mereka dapat menyimpannya dan menggunakannya saat
perlu membeli sesuatu.
Di sisi digital, ada grafik media
sosial dan buletin email. Desainer grafis tahu bahwa banyak orang melihat
grafik dan email media sosial setiap hari. Ini dapat membantu Anda lebih
memahami audiens target Anda dan grafik Anda akan menarik perhatian.

Situs web
Situs web tidak lagi sekadar
persyaratan untuk terlihat online. Ini juga merupakan alat pemasaran yang dapat
membantu meningkatkan penjualan perusahaan. Desainer grafis dapat mengatasi
masalah desain situs web dengan memastikan bahwa elemen situs, seperti gambar,
teks, dan bagian, ditempatkan secara strategis. Tidak hanya itu, mereka dapat
memastikan bahwa sebuah website mengikuti estetika atau tema yang sesuai dengan
suatu brand.
Berikut ini contoh dari Pluto
Pillow. Desain situs web akan membantu pengunjung menavigasi halaman arahan
atau halaman beranda karena strukturnya. Tidak hanya itu, penambahan gambar
memudahkan pengunjung memahami tulisan di situs.

Media cetak
Desainer grafis sangat penting
bagi industri penerbitan . Di satu sisi, mereka menciptakan struktur dan tata
letak untuk memastikan bahwa semua elemen terorganisir. Selain itu, mereka
memahami bagaimana audiens ingin melihat materi cetakan. Mereka dapat
menggunakan elemen seperti tipografi, ikon, dan ilustrasi untuk membuat materi
terbitan mereka menonjol dari materi lainnya.

Kemasan
Kemasan mungkin memiliki
keterbatasan karena struktur dan bentuknya. Namun, desainer grafis dapat
menciptakan desain kemasan yang benar-benar unik untuk sebuah merek. Misalnya,
mereka bisa menambahkan logo di bagian atas kotak. Mereka juga dapat
menggunakan warna merek yang akan membuat kemasannya menonjol dari pesaingnya.

Perbedaan desain grafis dan
komunikasi visual
Untuk memberi Anda penjelasan
lebih baik tentang perbedaan antara desain grafis dan komunikasi visual, baik
itu balet, lukisan, atau tari. Bisa dibilang komunikasi melalui media visual,
tapi pastinya tidak bisa dianggap desain grafis. Beberapa bahkan mungkin
mendefinisikan perbedaan antara desain grafis sebagai deskripsi pekerjaan. Di sisi
lain, komunikasi visual adalah apa yang mereka pelajari dan ciptakan.
Komunikator visual harus unggul
dalam bidang studi yang lebih luas. Hal ini berlawanan dengan desainer grafis
yang memfokuskan perhatian mereka pada bidang tanggung jawab yang jauh lebih
terbatas atau terbatas. Desainer grafis mempunyai kewajiban untuk menciptakan
elemen-elemen kunci. Mereka kemudian menambahkan elemen-elemen ini ke materi
digital atau cetak, situs web, platform media sosial, dan perlengkapan
pemasaran lainnya. Ada garis sangat tipis yang memisahkan mereka, membuat
mereka tidak bisa dibedakan satu sama lain.
Sederhananya, komunikasi visual
bertujuan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Sebaliknya, desain grafis
adalah alat pemecahan masalah yang digunakan komunikator visual dalam
ilustrasi, tipografi, atau fotografi. Semua gambar yang kita lihat adalah desain
grafis, namun tidak semuanya menyampaikan pesan. Oleh karena itu, tidak semua
desain merupakan bentuk komunikasi visual.

Mengapa desain grafis itu unik
Karena desain grafis lebih fokus,
Anda dapat menggunakan font, warna, gambar, atau elemen untuk menciptakan karya
seni yang lebih kohesif dan berorientasi pada tujuan. Buat karya seni untuk
digunakan dalam memasarkan dan mengiklankan bisnis melalui pedoman mereknya.
Yaitu mengedit foto menggunakan aplikasi atau software atau mengganti warna
logo juga.
Jika Anda bertanya-tanya mana
yang lebih penting, keduanya sama. Mereka hanya bekerja secara berbeda. Intinya
adalah dibutuhkan keduanya untuk menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik
untuk sebuah bisnis atau proyek. Desain grafisnya sungguh unik. Namun
pengetahuan tentang komunikasi visual juga merupakan suatu keharusan bagi semua
desainer dan pemilik bisnis.
Untuk menciptakan desain efektif
yang mengekspresikan kisah merek dan menyampaikan pesan secara efisien,
kuncinya adalah menggunakan keduanya. Meskipun Anda dapat mengerjakan salah
satunya, menggunakannya dapat menciptakan desain yang berdampak. Dan seperti
biasa, desain yang bagus penting jika Anda ingin memiliki bisnis atau proyek
yang sukses.
Memahami perbedaan antara desain
grafis dan komunikasi visual menghasilkan strategi pemasaran yang lebih kreatif
dan efektif. Keseimbangan yang tepat antara keduanya dapat berarti perbedaan
dalam desain yang berhasil dan yang tidak berkomunikasi. Hal ini penting
terutama ketika memilih jasa desain grafis.
Kebanyakan pemilik bisnis
menyerah menggunakan jasa desain karena berbagai alasan. Desainer grafis yang
menguasai bidangnya dapat menciptakan desain yang berkomunikasi secara visual.
Ini adalah investasi yang tidak boleh diabaikan oleh pengusaha.
Tentang Penulis
SETIYO PRIHATMOKO, S.E, S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.