KLASIFIKASI DAN NAMA-NAMA WARNA
ARIS SARWO NUGROHO, S.Kom, M.Kom
11 September 2021
Terdapat lima klasifikasi warna, yaitu warna
primer, warna skunder, warna intermediate, warna tersier, dan warna kuarter. masing-masing memiliki
kelompok nama-nama warna .
Warna primer, atau disebut warna pertama, atau
warna pokok. Disebut warna primer karena warna tersebut tidak dapat dibentuk
dari warna lain. Disebut warna pokok karena warna tersebut dapat digunakan
sebagai pokok percampuran untuk memperoleh warna-warna yang lain. nama-nama
warna primer tersebut, adalah:
a.
Biru, nama warna
sebenarnya adalah sian (Cyan), yaitu
biru semu hijau. Pada tube cat sering tidak ada warna sian, maka dapat
digunakan Cerulean blue atau
bisa dengan Cobalt blue. Warna Cyan yang sebenarnya terdv pat
pada warna bahan tinta cetak.
b. Merah, nama sebenarnya Magenta, yaitu merah semu ungu. Pada
tube cat sering tidak ada warna magenta.
Yang dekat dengan magenta adalah carmine.
Sedangkan warna Magenta
yang sebenarnya terdapat pada warna
bahan tinta cetak.
c.
Kuning, dalam tube cat
disebut Lemon yellow, dalam tinta cetak disebut Yellow.
Dalam dunia percetakan, warna pokok bahan adalah
Cyan, Magenta, Yellow (CMY). Jika melihat hasil cetak foto wajah manusia atau
foto/ gambar pemandangan, sesungguhnya tinta yang digunakan hanya Cyan,
Magenta, Yellow, dan dikuatkan dengan Black, sehingga selalu disebut CMYK
adalah prosentase Black/hitam/gelap.
Dalam komputer, warna pokok bahan disebut juga
Cyan, Magenta, Yellow (CMY), dengan model warna CMYK, sehingga jika mendisain
sesuatu yang akan dicetak agar nantinya hasilnya sama, sebaiknya menggunakan
warna model CMYK.
Warna skunder, atau disebut warna ke dua adalah
warna jadian dari percampuran dua warna primer/pokok/pertama. Nama-nama warna
skunder adalah:
a. Jingga/oranye, adalah hasil
percampuran warna merah dan kuning.
b. Ungu/violet, adalah hasil
percampuran warna merah dan biru.
c. Hijau, adalah hasil
percampuran warna kuning dan biru. Tiga warna primer dan tiga warna skunder ini sering disebut enam warna standard.
Warna intermediate adalah warna perantara, yaitu
warna yang ada diantara warna pruner dan skunder pada lingkaran warna.
Nama-nama warna intermediate adalah:
a.
Kuning hijau (sejenis Moon Green), yaitu warna yang ada diantara kuning dan hijau,
b.
Kuning jingga (sejenis Deep Yellow), yaitu
warna yang ada diantara kuning dan jingga,
c.
Merah jingga (Red A/ermilion), yaitu
warna yang ada diantara merah dan jingga,
d.
Merah ungu (Purple),
yaitu warna yang ada diantara merah dan Ungu Violet,
e.
Biru violet (sejenis Blue/Indigo), yaitu warna yang ada diantara biru dan
ungu/violet,
f.
Biru hijau (sejenis Sea Green), yaitu warna yang ada diantara biru dan hijau.
Enam warna standard dan enam warna intermediate
disusun ke dalam bentuk lingkaran, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar
teori warna.
Warna tersier, atau warna ke tiga, adalah warna
hasil percampuran dari dua warna skunder atau warna ke dua. Nama-nama warna
tersier adalah :
a. Coklat kuning, disebut Siena
Mentah, Kuning Tersier, Yellow Ochre, atau Olive, yaitu percampuran warna
jingga dan hijau.
b.
Coklat merah, disebut juga
Siena Bakar, Merah Tersier, Burnt
Siena,
c.
atau Red Brown, yaitu percampuran warna jingga dan
ungu.
d.
Coklat biru, disebut juga
Siena Sepia, Biru Tersier, Z-shun,
atau Navy Blue, yaitu
percampuran warna hijau dan ungu.
Warna kuarter, atau warna ke empat, yaitu warna
hasil percampuran dari dua warna tersier atau warna ke tiga. Nama-nama warna
kuarter adalah:
a.
Coklat jingga, atau
jingga/oranye kuarter, atau semacam jingga adalah
hasil percampuran kuning
tersier dan merah tersier.
b. Coklat hijau, atau hijau kuarter, atau semacam Moss Green, adalah hasil percampuran biru tersier dan kuning tersier. Di Jawa warna ini
disebut "Ijo telek
lencung".
Coklat
ungu, atau ungu/violet kuarter, atau semacam Deep
purple,
adalah
hasil percampuran merah tersier dan biru tersier.
Tentang Penulis
ARIS SARWO NUGROHO, S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.