1.
Jenis
fotografi forensik
Jenis, dalam konteks ini, saya
artikan sebagai bagian-bagian atau aliran dalam fotografi forensik. Dan secara
umum, ia terbagi dalam dua jenis, yakni:
a.
Fotografi Autopsi
Fotografi autopsi yang kadang
juga disebut fotografi otopsi, adalah proses mendokumentasikan pemeriksaan
tubuh korban lewat pembedahan. Dengan begitu, dokter bisa mengetahui penyebab
kematian korban, penyakit dan penyebab lainnya yang bisa diidentifikasi.
b.
Fotografi
TKP
Fotografi TKP adalah proses
mendokumentasikan tempat kejadian perkara entah itu ditengah jalan, di gedung,
di dalam kamar atau di tempat lainnya.
2.
Klasifikasi fotografi TKP
Berbeda dengan dengan jenis yang
sudah saya ulas di atas. Dimana, klasifikasi, dalam konteks ini, merujuk pada proses
pengambilan foto di TKP.Dan secara umum, ada tiga klasifikasi dalam proses
pengambilan foto forensik, diantaranya:
a. Foto ikhtisar
Foto ikhtisar adalah foto yang
bisa memberikan gambaran umum [overviews] tentang tempat kejadian perkara. Mulai
dari bagian luar bangunan tempat kejadian, pintu masuk, pintu keluar serta
objek yang terkait lainnya. Bisa foto orang-orang yang sedang menonton saat
olah TKP dilakukan, siapa tahu ada dari mereka yang berstatus saksi, atau
mungkin, pelakunya. Intinya, foto ini mencakup semua gambaran umum ruangan dan
bangunan, yang bisa diambil dari atas dan bawah serta setiap sudut ruangan.
b. Foto mid-range
Foto mid-rage dilakukan untuk
mengambil foto bukti-bukti yang ada disekitar tempat kejadian atau mungkin di
sekitar korban. Disebut mid-range karena jarak pengambilan foto antara korban
dan bukti cukup dekat, termasuk juga dengan fotografer itu sendiri.
c. Foto close-up
Terakhir ada foto close-up dimana
fotografer mendokumentasikan semua bukti yang ada dengan gambar close-up. Termasuk
didalamnya mengidentifikasi tanda seperti bekas luka, cakaran, gigitan atau
tanda-tanda kekerasan lainnya. Dalam beberapa kasus, ada kemungkinan fotografer
harus menempatkan penggaris untuk menetapkan panjang bekas luka.
Terakhir, fotografer forensik
harus mengarsipkan foto tersebut dengan baik dan wajib diberikan nomor, filter
waktu dan tanggal, lokasi dan deskripsi objek. Namun semuanya sudah jauh lebih
mudah berkat hadirnya foto digital entah Mirorless atau DLSR karena bisa
menyimpan berbagai informasi penting saat pengambilan foto berlangsung.