A.
Definisi Komunikasi
Komunikasi pada zaman saat ini terus berkembang dan semakin
canggih, namun banyak yang tidak mengetahui apa itu komunikasi?. Bicara soal
komunikasi pada dasarnya sangatlah dibutuhkan saat menerapkan suatu komunikasi baik itu komunikasi intrapersonal atau
pun komunikasi massa karena kegunaan dari komunikasi sebagai alat penjelas
serta pemberi informasi terhadap objek-objek komunikasi yang agar para
komunikan dapat menyerap dengan baik apa yang telah disampaikan oleh
komunikator, dan adapun yang sangat diperlukan dalam berkomunikasi termasuk
dalam penerapan teori komunikasi ialah komunikator, media, pesan, pemirsa
sampai umpan balik. Dari seluruh element komunikasi yang paling memiliki banyak
peranan, atau berperan penting dalam proses berkomunikasi ialah seorang
komunikator. Apabila seorang komunikator
handal maka umpan baliknya akan tercapai dengan baik, dan yang terpenting dalam
teori komunikasi ialah bagaimana seseorang dapat membangun komunikasi dengan
baik dan jelas.
Kata “komunikasi” berasal dari bahasa Latin, “comunis”, yang berarti membuat
kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar
katanya “communis” adalah “communico” yang artinya berbagi
(Stuart,1983, dalam Vardiansyah, 2004 : 3). Dalam literatur lain disebutkan
komunikasi juga berasal dari kata “communication”
atau “communicare” yang berarti
"membuat sama" (to make common).
Istilah “communis” adalah istilah
yang paling sering di sebut sebagai asal usul kata komunikasi, yang merupakan
akar dari kata kata Latin yang mirip Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran,
suatu makna, atau suatu pesan di anut secara sama.
Dalam hal ini, yang dibagi adalah pemahaman bersama melalui
pertukaran pesan. Komunikasi sebagai kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris,
“communicate”, berarti (1) untuk bertukar pikiran-pikiran, perasaan-perasaan
dan informasi; (2) untuk membuat tahu; (3) untuk membuat sama; dan (4) untuk
mempunyai sebuah hubungan yang simpatik. Sedangkan dalam kata benda (noun),
“communication”, berarti : (1) pertukaran simbol, pesan-pesan yang sama, dan
informasi; (2) proses pertukaran diantara individu-individu melalui
simbol-simbol yang sama; (3) seni untuk mengekspresikan gagasan-gagasan, dan
(4) ilmu pengetahuan tentang pengiriman informasi (Stuart, 1983, dalam Vardiansyah,
2004).
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi
berasal dari akar kata yang maknanya selalu (1) melibatkan pertukaran simbol
atau tanda baik verbal maupun nonverbal, (2) terbangunnya relasi kebersamaan
antara komunikator dengan komunikan. Simbol atau tanda verbal seperti bahasa
lisan dan bahasa tulisan. Sementara simbol atau tanda nonverbal seperti mimic,
gerak-gerik serta suara. Terbangunnya relasi kebersamaan ini bukan selalu
sebagai hubungan yang positif seperti keakraban atau keintiman melainkan
terbentuknya kontak hubungan antara pengirim pesan dengan penerima pesan
melalui simbol atau tanda-tanda tertentu yang bersifat verbal atau nonverbal.
Aplikasi kontak simbol ini baik dilakukan dengan diri sendiri (intrapersonal)
maupun dengan pihak lain (antarpersonal).
Dari uraian tersebut, definisi komunikasi menurut Schramm
tampak lebih cenderung mengarah pada sejauhmana keefektifan proses berbagi
antarpelaku komunikasi. Schramm melihat sebuah komunikasi yang efektif adalah
komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan (commonness), kesepahaman
antara sumber (source) dengan penerima (audience)-nya. Menurutnya, sebuah
komunikasi akan benar-benar efektif apabila audience menerima pesan, pengertian
dan lain-lain persis sama seperti apa yang dikehendaki oleh penyampai.
Pakar komunikasi lain, Joseph A Devito mengemukakan
komunikasi sebagai transaksi. Transaksi yang dimaksudkannya bahwa komunikasi
merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkait dan bahwa
para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan
keseluruhan. Dalam setiap proses transaksi, setiap elemen berkaitan secara
integral dengan elemen lain (Suprapto, 2006 : 5).
Sebagai proses, kata Smith, komunikasi sekaligus bersifat
khas dan umum, sempit dan luas dalam ruang lingkupnya. Dirinya menguraikan :
“Komunikasi antarmanusia merupakan suatu rangkaian proses yang halus dan
sederhana. Selalu dipenuhi dengan berbagai unsur-sinyal, sandi, arti tak peduli
bagaimana sederhananya sebuah pesan atau kegiatan itu. Komunikasi antarmanusia
juga merupakan rangkaian proses yang beraneka ragam. Ia dapat menggunakan
beratus-ratus alat yang berbeda, baik kata maupun isyarat ataupun kartu
berlubang baik berupa percakapan pribadi maupun melalui media massa dengan audience
di seluruh dunia…ketika manusia berinteraksi saat itulah mereka
berkomunikasi…saat orang mengawasi orang lain, mereka melakukan melalui
komunikasi” (Blake dan Haroldsen, 2003 : 2-3).
Sedangkan, Larry A Samovar, Richard E Porter dan Nemi C Janin dalam bukunya
Understanding Intercultural Communication mendefinisikan komunikasi sebagai
berikut : “Communication is defined as a two way on going, berhaviour affecting
process in which one person (a source) intentionally encodes and transmits a
message throught a channel to an intended audience (receiver) in order to
induce a particular attitude or behaviour” (Purwasito, 2003 : 198). Dance dan
Larson (dalam Vardiansyah, 2004 : 9) setidaknya telah mengumpulkan 126 definisi
komunikasi yang berlainan. Namun, Dance dan Larson mengidentifikasi hanya ada
tiga dimensi konseptual penting yang mendasari perbedaan dari ke-126 definisi
temuannya itu, antara lain :
1.
Tingkat observasi atau derajat keabstrakannya. (a) Definisi
bersifat umum, misalnya definisi yang menyatakan komunikasi adalah proses yang
menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. (b) Definisi
bersifat khusus, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah alat
untuk mengirimkan pesan militer, perintah dan sebagainya melalui telepon,
telegraf, radio, kurir dan sebagainya.
2.
Tingkat kesengajaan. (a) Definisi yang mensyaratkan
kesengajaan, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah
situasi-situasi yang memungkinkan suatu sumber mentransmisikan suatu pesan
kepada seorang penerima dengan disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.
(b) Definisi yang mengabaikan kesengajaan, misalnya dari Gode (1959) yang
menyatakan komunikasi sebagai proses yang membuat sesuatu dari yang semula
dimiliki oleh seseorang atau monopoli seseorang menjadi dimiliki dua orang atau
lebih.
3.
Tingkat keberhasilan dan diterimanya pesan. (a) Definisi yang
menekankan keberhasilan dan diterimanya pesan, misalnya definisi yang
menyatakan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi untuk
mendapatkan saling pengertian. (b) Definisi yang tidak menekankan keberhasilan
dan tidak diterimanya pesan, misalnya definisi yang menyatakan komunikasi
adalah proses transmisi informasi.
Istilah komunikasi telah banyak didefinisikan
oleh pakar, akademisi, dan praktisi. Setiap ahli memasukkan
aspek-aspek terpenting dalam setiap definisinya. Adanya beragam definisi
komunikasi membuat penulis dapat mengetahui lebih mendalam mengenai hakikat
komunikasi, unsur, dan prosesnya.
Beberapa definisi komunikasi yang dikutip oleh Cangara
dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi (2006:19-20):
1.
Everett M. Rogers Komunikasi adalah proses
dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan
maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. - Shannon and Weaver Komunikasi
adalah bentuk interaksi manusia yang saling terpengaruh mempengaruhi satu sama
lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi
menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni,
dan teknologi.
2.
Effendy (2009:9) istilah komunikasi atau dalam
bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan
bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama disini
maksudnya adalah sama makna. Jadi, kalau dua orang terlihat dalam
komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan terjadi atau
berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan.
3.
Harold D. Laswell dalam Mulyana (2007:69)
mengatakan bahwa terdapat lima poin penting dalam komunikasi yaitu,
Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect. Dari
berbagai definisi yang telah dituturkan oleh banyak pakar, penulis dapat
menarik kesimpulan bahwa komunikasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses
penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui saluran (channel)
tertentu yang merupakan bentuk interaksi manusia bertujuan untuk menyamakan
persepsi dan menimbulkan efek tertentu. Elemen dalam komunikasi adalah sumber,
pesan, saluran, komunikan atau audience.
4.
Model Lasswell, Salah satu teoritikus komunikasi
massa yang pertama dan paling terkenal adalah Harold Lasswell, dalam artikel
klasiknya tahun 1948 mengemukakan model komunikasi yang sederhana dan sering
dikutif banyak orang yakni: Siapa (Who),
berbicara apa (Says what), dalam saluran yang mana (in which channel), kepada siapa (to whom) dan pengaruh seperti apa (what that effect) (Littlejhon, 1996).
Teori Komunikasi dua tahap dan pengaruh antar pribadi
Teori ini berawal dari hasil penelitian Paul Lazarsfeld dkk mengenai efek media
massa dalam kampanye pemilihan umum tahun 1940. Studi ini dilakukan dengan
asumsi bahwa proses stimulus bekerja dalam menghasilkan efek media massa. Namun
hasil penelitian menunjukan sebaliknya. Efek media massa ternyata rendah dan
asumsi stimulus respon tidak cukup menggambarkan realitas audience media massa
dalam penyebaran arus informasi dan menentukan pendapat umum.
5.
Borman, 1989. Teori komunikasi ialah satu perkataan
atau istilah yang merupakan paying untuk seluruh perbincangan dan analisis yang
dibuat secara hati-hati, sistematik dan sadar tentang komunikasi.
6.
Littlejohn, 1996. Teori komunikasi ialah satu teori
atau sekumpulan atau pemikiran kolektif yang didapati pada keseluruhan teori
terutamanya yang berkaitan dengan proses komunikasi.
7.
Cragan & Shields, 1998. Teori Komunikasi ialah
hubungan antara konsep teoretikal yang membantu untuk memberi secara
keseluruhan ataupun sebagian, keterangan, penjelasan, penerangan, penilaian
ataupun ramalan tidakan manusia yang berdasarkan komunikator yang berkomunikasi
(bercakap, menulis, membaca, mendengar, menonton dan sebagainya) untuk jangka
waktu atau masa tertentu melalui media (alat bantu).
8.
Hendri Ma’ruf. Teori komunikasi ialah landasan bagi
keberhasilan strategi promosi yang dilakukan peritel, termasuk oleh jenis
perusahaan lain di industri apa saja. Teori ini menjelaskan siapa yang mengirim
pesan apa dengan cara apa kepada siapa dan bagaimana hasilnya?
9.
Winda Yulia, teori komunikasi ialah komunikasi yang
mengacu pada proses pertukaran pesan serta sinyal di antara aktor-aktor sosial,
sebagai suatu elemen penting dalam konstruksi arti dan persepsi, yang merupakan
kepedulian sentral dalam model tersebut.
10.
Saodah Binti Wok Awang & Narimah Binti Ismail.
Teori
komunikasi ialah teori yang dipergunakan sebagai alat untuk menerangkan,
menjelaskan, menilai, membuat ramalan demi untuk memahami fenomena komunikasi.
Dari berbagai definisi komunikasi yang ada, Sasa Djuarsa
Sendjaja dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi mencoba menjabarkan tujuh
definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi.
Definisi-definisi tersebut antara lain :
1.
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang
(komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan
tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak).
Definisi ini seperti yang dikemukakan Hovland, Janis & Kelley (1953).
2.
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan,
emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti
kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Komunikasi ini seperti
yang dikemukakan Berelson dan Stainer (1964).
3.
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang
menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan
akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With
what effect?). Definisi seperti yang dikemukakan Lasswell (1960).
4.
Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang
semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua
orang atau lebih. Definisi ini seperti yang dikemukakan Gode (1959).
5.
Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk
mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau
memperkuat ego. Definisi ini seperti dikemukakan Barnlund (1964).
6.
Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian
dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Definisi ini seperti yang disampaikan
Ruesch (1957).
7.
Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran
seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Definisi ini seperti yang
dikemukakan Weaver (1949) (Zubair, 2006).
Jika dilihat sekilas dari ulasan di atas, kiranya dapat
ditarik benang merah bahwa tiap ahli bisa memiliki pandangan beragam dalam
mendefinisikan komunikasi. Komunikasi terlihat sebagai kata yang abstrak
sehingga memiliki banyak arti. Kenyataannya untuk menetapkan satu definisi
tunggal terbukti sulit dan tidak mungkin terutama jika melihat pada berbagai
ide yang dibawa dalam istilah itu.
Ilmu komunikasi merupakan ilmu pengetahuan sosial yang
bersifat multidisipliner sehingga definisi komunikasi pun menjadi banyak dan
beragam. Masing-masing mempunyai penekanan arti, cakupan, konteks yang berbeda
satu sama lain, tetapi pada dasarnya berbagai definisi komunikasi yang ada
sesungguhnya saling melengkapi dan menyempurnakan sejalan dengan perkembangan
ilmu komunikasi itu sendiri.
Dibawah ini ialah sebagian banyak tentang macam-macam teori
komunikasi, yaitu sebagai berikut:
1.
Teori Behaviorisme, Jhon B.Watson (1878-1958) merupakan
ilmuwan komunikasi yang mendukung teori ini, di Amerika beliau disebut sebagai
bapak behaviorisme, teori ini menerangkan bahwa dari semua perilaku, termasuk
tindak balasan atau yang dikenal dengan respon diakibatkan dari adanya
rangsangan (stimulus). Dari pernyataan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa
apabila suatu rangsangan telah diamati dan telah diketahui maka respon dari
seseorang tersebut akan mudah dan dapat diprediksikan, serta setiap prilaku
dapat kita pelajari melalui hubungan stimulus dan juga respon.
2.
Teori Informasi, Teori ini merupakan bentuk dari karya
Claude Shannon dan Warren Weaver (1949). Teori ini ialah sebagian dari teori
komunikasi yang klasik, dalam teori ini dijelaskan bahwa komunikasi sebagai
transmisi pesan dan bagaimana transmiter menggunakan saluran & media dalam
berkomunikasi. Di dalam teori ini, menitik beratkan pada saluran atau media
yang digunakan oleh transmitter apabila sinyal dalam media ini tidak baik maka
proses dalam komunikasi tsb tidak akan lancar begitu juga sebaliknya.
3.
Teori Agenda Setting, Teori ini hampir sama
dengan teori informasi, karena pada teori ini sama-sama bergantung pada media,
teori ini diperkenalkan oleh MC Combs & DL Shaw (1972). Teori ini memiliki
argumen bahwa media sangat memberi tekanan kepada suatu kejadian, dari kejadian
ini media mengangkat peristiwa yang dapat mempengaruhi masyarakat agar
menganggap peristiwa tsb penting. Maka dapat disimpulkan apabila apa yang
dianggap penting oleh media, maka penting pula bagi masyarakat.
4.
Teori uses and gratifications (kegunaan dan kepuasan),
Teori ini dikemukakan oleh Herbert Blumerdan Elihu Katz (1974). Pada teori ini
hal yang di utamakan adalah pada pengguna media, pengguna media memiliki peran
yang aktif dalam teori ini, untuk memilih dan menggunakan media tersebut.
5.
Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa, Teori ini dikembangkan
oleh Sandra Ball-Rokeachdan Melvin L. DeFluer (1976), teori ini sangat
menfokuskan kepada kondisi struktural pada suatu masyarakat, dari struktural
masyarakat ini kecendurangan akan terjadi suatu efek media massa. Teori ini
bisa diakusisi oleh para komunitas masyarakat modern dan bagaimana masyarakat
modern memiliki anggapan bahwa media massa ialah pusat informasi yang memiliki
andil penting dalam proses memelihara, perubahan, serta konflik dalam tataran
masyarakat dan masalah perorangan dalam suatu aktivasi sosial.
B.
Fungsi Dan Bentuk Komunikasi Beserta Penjelasannya Lengkap
Komunikasi
merupakan proses dalam penyampaian pikiran atau pula perasaan oleh seseorang
kepada orang lain dengan menggunakan lambang yang bermaksud bagi kedua belah
pihak, dalam situasi tertentu komunikasi ini memakai suatu media tertentu agar
dapat merubah sikap maupun tingkah laku seorang atau juga sejumlah orang
sehingga terdapat efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13).
Komunikasi
merupakan proses pemindahan pengertian kedalam bentuk gagasan informasi dari
seseorang ke orang lainnya (Handoko, 2002 : 30). Tidak ada satupun kelompok
yang dapat eksis tanpa adanya komunikasi : pentransferan makna diantara
anggotanya . Hanya dengan melalui pentransferan makna dari satu orang kepada
orang lain, maka informasi serta juga gagasan itu bisa dihantarkan. Akan tetapi
komunikasi itu lebih dari sekedar menanamkan makna namun harus dapat dipahami
(Robbins, 2002 : 310).
1.
Fungsi Komunikasi
a.
Kendali, merupakan komunikasi
dalam bertindak agar dapat mengendalikan prilaku suatu anggota kedalam beberapa
cara, pada tiap organisasi memiliki suatu wewenang serta juga garis panduan
formal yang harus dipatuhi oleh para angotanya.
b.
Motivasi, komunikasi ini
membantu dalam perkembangan motivasi, yaitu dengan cara menjelaskan kepada para
karyawannya, apa yang harus dilakukan dan bagaimana mereka dapat bekerja baik
dan juga apa yang dapat dikerjakan agar dapat memperbaiki kinerja jika di bawah
standar.
c.
Pengungkapan emosional, pada
banyak karyawan didalam kelompok kerja, mereka merupakan sumber utama dalam
interaksi sosial, komunikasi yang terjadi dalam kelompok tersebut merupakan
suatu mekanisme fundamental yang mana anggota-anggota tersebut, menunjukkan
kekecewaan serta juga rasa puas mereka, oleh sebab itu komunikasi itu
menyiarkan suatu ungkapan emosional dari perasaan serta juga pemenuhan
kebutuhan sosial.
d.
Informasi, komunikasi tersebut
memberikan suatu informasi yang dibutuhkan bagi individu maupun bagi kelompok
dalam mengambil keputusan, yaitu dengan meneruskan data mengenai dan juga
menilai pilihan-pilihan alternatif (Robbins, 2002 : 310-311).
2.
Bentuk-bentuk Komunikasi
a.
Komunikasi vertical
Komunikasi ini merupakan suatu
komunikasi dari atas ke bawah dan juga dari bawah ke arah atas atau pula
komunikasi dari pimpinan ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan dengan cara timbal
balik. komunikasi ini terjadi secara formal
b.
Komunikasi horizontal
Komunikasi ini merupakan suatu
komunikasi dengan secara mendatar, contoh komunikasi diantara karyawan dengan
karyawan yang lainnya dan komunikasi ini sering sekali berlangsung tidak formal.
c.
Komunikasi diagonal
Komunikasi ini juga sering disebut
dengan komunikasi silang, komunikasi ini merupakan seseorang dengan orang yang
lain, dari satu dengan yang lainnya, juga berbeda dalam kedudukan serta juga
bagian (Effendy, 2000 : 17).
Adapun Pendapat lainnya menyebutkan, komunikasi itu dapat
mengalir secara vertikal maupun lateral (menyisi). Dimensi vertikal
tersebut dapat dibagi menjadi ke bawah serta juga ke atas. yaitu antara lain
sebagai berikut:
1.
Ke bawah
Komunikasi yang mengarah
dari satu tingkat dalam suatu kelompok atau juga organisasi ke suatu tingkat
yang lebih ke bawah lagi. Fungsi dari pada komunikasi ini adalah memberikan
suatu penetapan tujuan, memberikan suatu instruksi pekerjaan, menginformasikan
suatu kebijakan serta jugaprosedur pada bawahan, menunjukkan suatu masalah yang
memerlukan perhatian serta juga mengemukakan adanya umpan balik terhadap
kinerja.
2.
Ke atas
Komunikasi ke atas ini
mengalir ke suatu tingkat yang lebih tinggi didalam kelompok atau juga
organisasi digunakan untuk dapat memberikan suatu umpan balik pada atasan,
menginformasikan kepada mereka tentang kemajuan ke arah tujuan serta juga
meneruskan masalah-masalah yang ada.
3.
Dimensi lateral
Komunikasi yang terjadi
berada diantara kelompok kerja yang sama, berada diantara anggota kelompok
kerja pada level (tingkat) yang sama, diantara manajer-manajer pada
level(tingkat) yang sama (Robbins, 2002 : 314-315).
Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari
aktivitas komunikasi karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem
dan tatanan kehidupan sosial manusia dan masyarakat. Aktivitas komunikasi dapat
dilihat pada setiap aspek kehidupan sehari-hari manusia yaitu sejak dari bangun
tidur sampai manusia beranjak tidur pada malam hari. Bisa dipastikan sebagian
besar dari kegiatan kehidupan kita mengunakan komunikasi baik komunikasi verbal
maupun nonverbal. Namun, apa yang dimaksud dengan komunikasi itu sendiri ?
C.
Tujuan Komunikasi
Supaya yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh
komunikan. Agar dapat dimengerti oleh komunikan maka komunikator perlu
menjelaskan pesan utama dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin.
Agar dapat memahami orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu
dapat memahami individu yang lain dengan kemampuan mendengar apa yang
dibicarakan orang lain.
Agar pendapat kita diterima orang lain. Komunikasi dan
pendekatan persuasif merupakan cara agar gagasan kita diterima oleh orang lain.
Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Komunikasi dan pendekatan
persuasif kita mampu membangun persamaan presepsi dengan orang kemudian
menggerakkannya sesuai keinginan kita.
Menurut Onong Uchjana Effendy (2009:8) dalam buku
Dimensi – Dimensi Komunikasi tujuan komunikasi adalah sebagai berikut: 1.
Perubahan Sosial/Mengubah Masyarakat ( to change the society )
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan akhir supaya
masyarakat mau mendukung dan ikut serta terhadap tujuan informasi itu
disampaikan. Misalnya supaya masyarakat ikut serta dalam pemilu, ikut serta
dalam berperilaku sehat,dan lain sebagainya. 2. Perubahan Sikap ( to change
the attitude ) Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat
dengan tujuan supaya masyarakat akan berubah sikapnya. 3. Perubahan Opini,
Pendapat ( to change the opinion ) Memberikan berbagai informasi pada
masyarakat dengan tujuan akhirnya supaya masyarakat mau berubah pendapat dan
persepsinya terhadap tujuan informasi itu disampaikan. 4. Perubahan Perilaku (
to change behavior ) Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat
dengan tujuan supaya masyarakat akan berubah perilakunya. Berdasarkan tujuan
komunikasi yang dikemukakan oleh Effendy, penulis dapat menyimpulkan bahwa
tujuan komunikasi pada dasarnya dilakukan untuk mendapatkan perubahan dari
komunikan atau si penerima pesan sesuai dengan apa yang komunikator atau source
inginkan. Perubahan sosial, perubahan sikap, perubahan pendapat dan perubahan
perilaku merupakan tujuan umum komunikasi yang dapat dicapai apabila
penyampaian dan pemberian informasi dilakukan secara baik dan benar.
D. Syarat-Syarat Komunikasi
Dalam berkomunikasi diperlukan syarat-syarat tertentu dalam
penggunaannya. Syarat-syarat komunikasi adalah sebagai berikut..
Source (sumber) : Source adalah dasar dalam penyampaian pesan dalam rangka
memperkuat pesan itu sendiri. Sumber komunikasi adalah orang, lembaga, buku dan
lain-lain.
1.
Komunikator : komunikator adalah pelaku penyampain pesan yang
berupa individu yang sedang berbicara atau penulis, dapat juga berupa kelompok
orang, organisasi komunikasi seperti televisi, radio, film, surat kabar, dan
sebagainya.
2.
Pesan : pesan adalah keseluruhan yang disampaikan oleh
komunikator. Pesan mempunyai tema utama sebagai pengarah dalam usaha mengubah
sikap dan tingkah laku orang lain.
Saluran (channel) : Saluran adalah komunikator yang digunakan dalam
menyampaikan pesan. Saluran komunkasi berupa saluran formal (resmi) dan saluran
informal (tidak resmi). Saluran formal adalah saluran yang mengikuti garis
wewenang dari suatu organisasi, seperti komunikasi antara pimpinan dan
bawahannya, sedangkan saluran informal adalah saluran yang berupa desas-desus,
kabar burung dan kabar angin.
3.
Komunikan : komunikan adalah penerima pesan dalam komunikasi
yang berupa individu, kelompok dan massa Effect (hasil) : effek adalah hasil
akhir dari suatu komunikasi dengan bentuk terjadinya perubahan sikap dan
perilaku komunikan. Perubahan itu bisa sesuai keinginan atau tidak sesuai
dengan keinginan komunikator.
E. Proses Komunikasi
Menurut Effendy (2009:11-16) terbagi menjadi dua
tahap, yakni secara primer dan secara sekunder. Proses Komunikasi secara primer
Proses Komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau
perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai
media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah bahasa,
kial, isyarat, warna, dan lain sebagainya yang secara langsung mampu
“menerjemahkan” pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. Proses
Komunikasi secara sekunder Proses Komuniaksi secara sekunder adalah proses
penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau
sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Seseorang komunikator menggunakan media kedua dalam melancarkan komunikasinya
karena komunikan sebagai sasarannya berada di tempat yang relatif jauh atau
jumlahnya banyak. Media kedua yang dimaksud adalah surat, telepon, teleks,
surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dan lain-lain. Berdasarkan teori
yang telah dipaparkan diatas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa proses
komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada
komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan
dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan
komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).
F. Teori Komunikasi
Massa
Banyak definisi tentang komunikasi massa yang
telah dikemukakan oleh para ahli komunikasi. Pada dasarnya komunikasi massa
adalah komunikasi melalui media massa yakni media cetak dan elektronik
(Nurudin, 2011:3-4). Sementara menurut Widjaja (2010:19) komunikasi massa
adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa atau komunikasi yang menggunakan
media massa. Massa disini adalah kumpulan orang-orang yang hubungan antar
sosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu. Kemudian
komunikasi massa, yaitu komunikasi yang ditujukan kepada massa atau sejumlah
orang banyak. Drs. R.A Santoso Sastropoetro mengatakan bahwa komunikasi
meliputi berbagai kegiatan khusus atau disebut juga “spesialisasi” atau
kegiatan komunikasi spesialisasi, yaitu kampanye, propaganda, jurnalistik,
periklanan, publikasi, penerangan, rapat besar dan lain-lain (Ruslan, 2008:20)
1.
Ciri-Ciri Komunikasi Massa
Komunikasi
massa mempunyai ciri-ciri khusus yang disebabkan oleh sifat-sifat komponennya.
Seperti yang diungkapkan Effendy dalam bukunya Ilmu Komunikasi: Teori dan
Praktek (2009:21-25) beberapa ciri dalam komunikasi massa adalah sebagai
berikut:
a.
Komunikasi massa berlangsung satu arah Artinya
bahwa tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunikator. Dengan kata
lain, wartawan sebagai komunikator tidak mengetahui tanggapan para pembacanya
terhadap pesan yang disampaikan itu. Termasuk penyiar radio, dan pembaca berita
televisi tidak mengetahui tanggapan khalayak yang dijadikan sasarannya.
b.
Komunikator pada komunikasi massa melembaga Media
massa sebagai saluran komunikasi massa merupakan lembaga, yakni suatu institusi
atau organisasi. Oleh karena itu, komunikatornya melembaga.
c.
Pesan pada komunikasi massa bersifat umum Pesan
yang disebarkan melalui media massa bersifat umum (publik) karena ditujukan
kepada umum dan mengenai kepentingan umum. Jadi tidak ditujukan kepada
perseorangan atau kepada sekelompok orang tertentu.
d.
Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan
Ciri yang mampu menimbulkan keserempakan pada pihak khalayak dalam menerima
pesan-pesan yang disebarkan. Merupakan ciri paling hakiki dibandingkan dengan
media komunikasi lainnya.
e.
Komunikan komunikasi massa bersifat heterogen
Khalayak yang merupakan kumpulan anggota masyarakat yang terlibat dalam proses
komunikasi massa sebagai sasaran yang dituju komunikator bersifat heterogen.
Dalam keberadaannya secara terpencar-pencar, dimana satu sama lainnya tidak
saling mengenal dan tidak memiliki kontak pribadi, masing-masing berbeda dalam
berbagai hal: jenis kelamin, usia, agama, ideologi, pekerjaan, pendidikan,
pengalaman, kebudayaan, pandangan hidup, dan sebagainya.
2.
Fungsi Komunikasi Massa
Berdasarkan
tujuan yang ada, komunikasi memiliki fungsi yang sangat luas. Adapun fungsi
komunikasi menurut Effendy (2009:31) :
a.
Menginformasikan ( To inform )
b.
Menghibur ( To entertain )
c.
Mendidik ( To educate )
d.
Mempengaruhi ( To influence ) Global TV
sebagai stasiun televisi yang menjalankan fungsi komunikasi massa memiliki
berbagai program tayangan yang telah di kelompokkan menurut beberapa
karakteristik seperti jenis kelamin, usia, kesenangan (hobby), agama,
pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya guna memenuhi keinginan seluruh khalayak
yang heterogen. Program-program tayangan ini lah yang menjadi fungsi komunikasi
massa seperti, tayangan infotainment dan film televisi yang menghibur,
tayangan berita yang banyak memberikan informasi, dan mampu mempengaruhi
pendapat, sikap dan perilaku pemirsa serta memberikan tayangan yang dapat
mendidik penontonnya.
3.
Media Massa Televisi
Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi
yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang
luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bisa mengatasi
hambatan ruang dan waktu (Nurudin, 2011:9). Televisi merupakan gabungan dari
media dengar dengan media gambar hidup (gerak/live), yang bisa bersifat politis
informatif, hiburan, pendidikan atau bahkan gabungan ketiga unsur tersebut
(Irvan, 2006:2). Keunggulan televisi sebagai media massa: 1. Siaran yang
dipancarkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat 2. Punya daya tarik khusus
sebagai media “pandang-dengar” (audiovisual) (Rumanti, 2005:129).