MEMAHAMI SEGITIGA EXPOSURE DALAM FOTOGRAFI
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
14 September 2021
Segitiga Exposure
Segitiga Exposure atau The Exposure Triangle adalah
istilah yang merujuk pada 3 elemen dasar Exposure aperture, shutter speed dan
ISO.
Ketiga elemen ini saling berkaitan dalam
mempengaruhi proses masuknya paparan cahaya/sinar kedalam kamera, sebelum
mencapai film atau sensor gambar dan proses inilah yang disebut Exposure. Point
dari pengaturan segitiga exposure adalah, menyeimbangkan intensitas cahaya yang
masuk ke dalam kamera dengan 3 metode berbeda.
•
Aperture adalah menangkap cahaya melalui lebar
bukaan lensa.
•
Shutter Speed adalah kecepatan waktu aperture
terbuka dalam menerima cahaya yang masuk.
•
Sementara ISO adalah sensitifitas sensor kamera
ketika memproses paparan cahaya.

Aperture
Aperture atau diafragma adalah mengatur seberapa
besar bukaan lensa terbuka hingga film/sensor terpapar cahaya. Membuka aperture
lebar sama ketika Anda membuka jendela rumah terbuka lebar, dan berdampak pada
seberapa banyak cahaya yang masuk kedalam rumah. Aperture diukur dengan f-stop (f/1.2, f/1.8
f/2.8) dan perlu di ingat semakin kecil angka f-stop menunjukkan semakin besar
bukaan lensa.
Sebagai contoh bukaan aperture f/1.2 lebih lebar dibanding bukaan aperture f/1.4. Semakin kecil f-number akan berdampak pada area fokus semakin sempit disebut Depth of field atau bahasa trend disebut foto bokeh

Shutter Speed
Shutter Speed adalah mengatur durasi jeda jendela sensor terbuka ketika menerima
paparan cahaya kemudian menutup kembali. Semakin lama Shutter Speed terbuka,
maka semakin banyak intesnitas cahaya masuk ke dalam film/sensor, sehingga akan
menghasilkan foto lebih terang. Shutter Speed diukur dengan satuan “S”
(second)/detik dan dinyatakan dalam 1/250s, 1/125s, 1/60s, 1/15s, 1/8s, 1/4s,
1/2s. Shutter 1/250s menunjukkan semakin cepat jendela sensor membuka lalu
menutup kembali, sedangkan 1/2s semakin lama jendela shutter menerima paparan
cahaya. Ketika Anda mengambil foto air terjun dengan nilai shutter speed
tinggi, misal 1/125s pada Aperture f/2.8, maka air terjun yang Anda foto akan
terlihat seolah beku. hal ini terjadi karena jendela sensor hanya membutuhkan
waktu 0,125 second untuk menangkap gambar objek bergerak seperti pada foto.

ISO
ISO adalah mengatur tingkat sensifitas sensor
kamera terhadap cahaya. Semakin rendah nilai ISO maka hasil foto akan semakin
gelap, sebaliknya nilai ISO semakin tinggi maka semakin terang foto yang
dihasilkan.
Ukuran ISO adalah ISO 100, ISO 200, ISO 400, ISO 800 dan kelipatan tergantung spesifikasi kamera. Semakin banyak cahaya disekitar tersedia maka perlu menurunkan nilai ISO, sebaliknya semakin minim cahaya/gelap maka perlu menaikkan nilai ISO. Disarankan agar sebisa mungkin menggunakan nilai ISO serendah mungkin agar kualitas foto tetap bagus, menaikkan nilai iso mempengaruhi noise (bintik hitam) pada foto semakin tinggi seperti gambar berikut.

Tentang Penulis
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.