Ditemukan oleh Sir Isaac Newton, teori dan roda warna sudah digunakan
pada semua aspek kehidupan, seperti pada pakaian, desain dan fotografi, untuk
memperkuat daya tarik dan estetika visualnya. Persiapkan diri anda dalam
perjalanan kaleidoskopik harmoni dimana kami akan menjelaskan mengenai harmoni
lima warna paling umum dari kombinasi warna komplementer, analog, triad, split
komplementer dan tetrad
WARNA-WARNA KOMPLEMENTER

Kredit: Jushen Lee
EOS-1D X Mark II, EF16-35mm f/2.8L II USM, f/6.3, ISO 125, 1/400s,
30mm
Salah satu harmoni warna yang paling banyak digunakan adalah kombinasi
warna komplementer. Dalam spektrum warna, warna-warna komplementer ditentukan
dari warna yang saling berlawanan satu sama lain. Sebagai contoh, hijau dan
merah, ungu dan kuning, dan seperti yang digambarkan di atas, warna biru
(langit dan laut) dan oranye (subyek manusia). Kombinasi warna ini memunculkan
kontras dari nada warna yang hangat dan sejuk serta sering digunakan untuk
memperlihatkan titik fokal atau untuk menambahkan daya tarik/tegangan terhadap
foto. Karena hanya memerlukan dua warna saja, kombinasi ini sangat mudah
dipakai untuk menghasilkan ambilan foto yang dinamis.
WARNA-WARNA ANALOG

Kredit: Vincent
EOS-1D X Mark II, EF600mm f4L IS II + 1.4 x III, f/5.6, ISO 1600,
1/400s, 840mm
Tidak seperti harmoni warna lain, warna-warna analog terlihat paling
halus dalam kontras. Tetapi, hasil akhir dari foto yang memakai kombinasi warna
ini dianggap memiliki suatu aura kuat yang penuh ketenangan. Hal ini karena
transisi yang mulus dari tiga warna yang saling berdampingan dalam roda warna
seperti selayaknya dikenali mata manusia. Contoh di atas memperlihatkan
penggunaan warna kuning (burung), kuning-kehijauan (latar belakang) dan hijau
(dedaunan). Warna-warna analog bukanlah warna yang paling mudah didapatkan dan
seringnya membutuhkan sedikit perbaikan pasca-produksi untuk mencapai efek yang
diharapkan.
WARNA TRIAD

Kredit: Naveen
EOS 600D, EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS II, f/7.1, ISO 100, 1/160s, 55mm
Kombinasi warna triad menggunakan setiap warna keempat pada roda
warna. Sebagai sebuah pengukur, kombinasi ini harus menciptakan sebuah segitiga
sama sisi ketika warnanya diberi tanda dengan sebuah garis penghubung. Hal ini
akan menghasilkan sebuah ketidakseimbangan rasio warna 2:1, dan seperti yang
ditunjukkan oleh contoh di atas, ada 2 warna hangat kuning-oranye (bunga) dan
merah-ungu (cabang pohon) melawan satu warna sejuk (latar belakang langit).
Seperti Aturan Sepertiga, kombinasi warna triad membawakan daya tarik visual
dan adanya persepsi susunan melalui kualitas dari ketidakseimbangan yang
mengejutkan. Untuk menggunakan kombinasi warna triad berarti menyoroti satu
warna dominan sementara dua warna lainnya berperan sebagai warna pelengkap.
WARNA-WARNA SPLIT KOMPLEMENTER

Kredit: Harshima
Digital IXUS 185, f/2.8, ISO 100, 1/400s, 62mm
Warna-warna split komplementer, atau harmoni campuran, menggunakan dua
warna yang bergantian ditambah dengan satu warna tambahan yang berlawanan dengan
warna yang diloncatinya (mengacu pada diagram di atas). Melalui
ketidakseimbangan rasio warna 2:1, perbedaan warna split komplementer terletak
pada penggunaan barisan warna yang lebih dekat, dan terlihat lebih selaras
antara warna hangat dan sejuk. Perubahan kecil ini menghasilkan kontras visual
yang lebih kuat dibandingkan dengan kombinasi triad tetapi dengan tegangan yang
lebih sedikit bila dibandingkan dengan kombinasi komplementer. Pada contoh di
atas, warna-warna yang digunakan adalah merah, oranye-kuning dan
biru-kehijauan.
WARNA-WARNA TETRAD

Kredit: Michal Kokot
EOS 50D, f/4.0, ISO 400, 1/600s, 100mm
Kombinasi warna tetrad menggunakan empat warna dan meliputi dua
kombinasi komplementer yang membentuk sebuah persegi panjang ketika ditarik
dengan sebuah garis penghubung. Akhir persegi panjang yang lebih pendek selalu
merupakan satu warna yang berjarak terpisah. Walaupun warna komplementer semua
meliputi adanya tegangan (dan kami akan berharap memiliki lebih banyak lagi
ketika menggunakan dua set warna), kombinasi warna tetrad masih bekerja.
Kontras yang kuat ini sering dipencarkan melalui variasi warna yang ada di
lokasi sehingga menghasilkan sebuah aliran yang selaras dan tidak saling
bersaing tanpa terdapat satu warna spesifik yang bersaing untuk mendominasi.
Bahkan dalam distribusi warna yang berbeda-beda seperti foto di atas, warna
sejuk biru yang dominan (langit) dan hijau (tanaman) dengan warna hangat kuning
yang lembut (tanah) dan oranye (pintu perahu) hasilnya masih akan tetap
terlihat cukup seimbang dan indah dipandang.
KESIMPULAN
Memahami teori warna hanyalah salah satu dari sekian
banyak area yang harus dipelajari seorang fotografer sepanjang karirnya. Anda
bisa mencari skema warna mana yang bekerja pada anda sebagai sebuah panduan
atau menggunakannya sebagai keuntungan untuk membuat pengamat foto anda
terkagum, tetapi anda tidak boleh mengabaikan kreativitas anda dan membatasi
diri anda dalam memilih palet warna anda. Jelajahi, selalu mencoba dan
langgarlah aturan!
Tentang Penulis
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.