Memakai Semantika Modern John Hartley dalam Membedah Karya

Memakai Semantika Modern John Hartley dalam Membedah Karya

John Hartley

Dalam semantika modern, relasi makna dilakukan terkait dengan hubungan mayor yang dapat dimiliki bahasa dengan masing-masing pihak.

?     Sinonim: ekspresi yang digunakan dengan cara yang identik dianggap sebagai sinonim dengan kriteria ekspresi seperti: merenungkan dianggap sinonim dengan bermeditasi, atau kasar bersinonim dengan ugal-ugalan.

?     Antonim: ekspresi yang makna kata satu sama lainnya saling berkebalikan dan hal ini dianggap sebagai antonim. Pasangan kata seperti perempuan/laki-laki, cepat/lambat, baik/buruk, semuanya mengekspresikan relasi antonim.

?     Hiponim: ekspresi yang juga berlangsung dalam relasi hierarkis pemaknaan dimana makna merupakan salah satu ekspresi termasuk juga dengan yang lainnya. Ekspresi anjing merupakan hiponim dari ekspresi “binatang” Kata “binatang” menjadi istilah superordinat dari rangkaian co-hiponim se­perti kucing monyet, jerapah, kelinci. Anjing sendiri, tentu saja, merupakan istilah superordinat untuk rangkaian hiponim lainnya seperti terrier, hound, retriever, dsb.

Sinonim, antonim, dan hiponim terdiri atas pelbagai jenis relasi makna yang mungkin muncul dalam kosakata suatu bahasa. Ketiga hal ini menyediakan cara mengonsep konstruksi makna dalam sistem linguistik. Hal ini merupakan penekanan yang sangat berharga, bah­wa hal-hal ini menampilkan linguistik dan bukan klasifikasi dunia nyata. Tidak ada alasan di dunia nyata mengapa istilah untuk binatang harus diatur dalam tipe relasi makna tertentu yang diadopsi dalam bahasa Inggris, dan kemudian dengan serta merta muncul ketika perbandingan dalam area makna dibuat dalam bahasa. Menurut Whorf (1956), suku Hopi di Amerika Utara menggunakan satu kata masaytaka untuk menyebut semua benda yang terbang kecuali burung. Mereka menyebut serangga, pesawat, dan pilot dengan kata yang sama, sementara itu bahasa Inggris menyediakan item leksikal yang berbeda dan terpisah untuk masing-masing kata tersebut

Makna kata versus makna kalimat. Pendekatan lain terhadap makna kata termasuk gagasan seperti ciri semantik dan kolokasi. Apapun pendekatan yang diadopsi, tampaknya tidak mungkin untuk mendapatkan makna kalimat hanya dengan membangunnya dari kata-kata individu yang menyusunnya. Kata-kata “Orang itu digigit anjing” akan bermakna sama dengan “Anjing menggigit orang itu”

Meskipun demikian, tampaknya mungkin ada hubungan pararel antara jenis relasi makna yang kita jelaskan di antara kata dan yang ada dalam kalimat. Relasi makna seperti sinonim, sebagai contoh mungkin dipertimbangkan berpegang tidak hanya di antara kata-kata individual tetapi juga antara keseluruhan kalimat. Jadi kalimat “Sid­ney menjual bukunya kepada Sheila mungkin bisa dipertimbangkan sebagai sinonim dengan kalimat “Sheila membeli buku dari Sidney dan relasi yang sama dapat diklaim terjadi antara “Polisi menahan para penambang” dan “Para penambang ditahan oleh polisi” Jenis relasi lain yang mungkin terjadi dalam kalimat adalah keterlibatan dan asumsi.

Entailment adalah hubungan di antara dua kalimat, sebagai contoh A dan B. Secara semantik, A sama dengan B jika dalam semua kondisi A benar, B juga benar. Jadi, kalimat seperti Achilles membunuh Hector” sama artinya dengan “Hector mati”. Dalam kasus seperti itu, B mengikuti dari A sebagai konsekuensi logis. Jika memang benar bahwa Achilles membunuh Hector, kemudian sebagai konsekuensi logis Hector pasti mati. Hubungan pre-suppositional berbeda. Pada dasarnya, dimana negasi akan mengubah keterlibatan suatu kalimat, ia akan meninggalkan asumsi di tempatnya.

Pembedaan jenis ini penting untuk analisis makna dalam semua wacana. Klaim ideologis, sebagai contoh, sering dipromosikan secara implisit daripada eksplisit, dengan diam-diam alih-alih terang-terangan; dan klaim ideologis seringkali perlu dikembalikan dari presupposition atau entailment sebuah wacana daripada bentuk permukaannya.

Ketika Menteri Pertahanan menyatakan dalam selebaran bahwa “Amerika harus melakukan semua hal dalam kuasanya untuk menghalangi Rusia dari aksi agresi lebih jauh”, beberapa proposisi yang tidak dapat dibantah mengisyaratkan; khususnya sebagai contoh: (i) “Amerika mempunyai kuasa” dan (ii) “Rusia hendak menjalankan aksi agresi”.

Contoh diatas adalah menggunakan linguistik, jika menerapkan semantik kedalam karya desain grafis, maka asumsikan dan konversi setiap visualisasi produk grafis kedalamnya.

TAG

Tidak ada tag yang tersedia