Mendesain Presentasi Hebat

Mendesain Presentasi Hebat

Presentasi hebat menginformasikan, mendidik, membujuk, dan bahkan menginspirasi. Mungkin itu adalah perpaduan antara audio langsung dan elemen visual yang mendukung. Mungkin itu adalah perpaduan sempurna antara interaktivitas audiens dan kontrol pembicara. Dari usaha kecil hingga freelancer, kebanyakan orang sering perlu membuat presentasi karena berbagai alasan. Apa pun itu, presentasi yang dirancang dengan baik masih merupakan salah satu cara terbaik untuk mengajukan ide, memamerkan fakta, atau menjual produk kepada klien potensial.

Ketika datang ke dek presentasi, dibutuhkan dua aspek penting: konten dan desain. Banyak dari kita berjuang untuk membuat slide presentasi yang cukup menarik, informatif, dan mudah diingat. Bagaimana mencapai keseimbangan antara profesional dan menarik? Bagaimana menghindari melewati batas dari kaya data menjadi luar biasa?

Sudah memiliki dek tetapi ingin memperbaikinya lebih lanjut? Lihat tips yang telah terbukti ini untuk meningkatkan presentasi PowerPoint dari desainer yang sebenarnya!

1. Perkenalan yang Menarik

Pertama, penting untuk memberi tahu audiens mengapa mereka harus peduli - atau mengingatkan mereka mengapa mereka sudah melakukannya. Awal presentasi adalah untuk memprovokasi emosi, menimbulkan kejutan, dan cukup melibatkan orang sehingga mereka ingin tahu lebih banyak.

Jangan lupa untuk memperkenalkan diri untuk membangun otoritas dan keakraban. Tetapi jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membicarakan diri sendiri kecuali presentasinya tentang.

Dapat mengatur suasana hati dengan memulai dengan cerita atau situasi yang relevan. Sekali lagi, bayangkan bahwa audiens bertanya kepada mengapa subjek ini penting. Mengkomunikasikan ide utama atau pesan kunci di awal akan membantu menarik perhatian dan membuat audiens tetap terlibat.

2. Bagan dan Infografis

Orang-orang tertarik pada cerita yang mengharukan dan pendekatan percakapan organik. Itulah mengapa presentasi dimulai dengan pengantar yang menarik. Tetapi jika bertujuan untuk membuat audiens mengambil keputusan pada akhir presentasi, mereka akan ingin melalui proses pemikiran yang lebih logis dan didorong oleh data. Penuhi tugas untuk memandu mereka melalui itu.

Tarik fakta dari sumber terpercaya seperti artikel atau buku peer-review. Sebisa mungkin, hindari membuat pernyataan yang tidak bisa buktikan.

Gunakan bagan, grafik, dan infografis untuk mengilustrasikan fakta secara lebih efektif. Misalnya, diagram lingkaran mungkin merupakan alat bantu visual yang lebih baik daripada angka persentase sederhana. Grafik garis adalah cara terbaik untuk menampilkan informasi numerik yang berubah seiring waktu.

Gunakan desain bagan atau grafik sesederhana mungkin. Ingatlah bahwa presentasi biasanya merupakan alat bantu visual di layar besar. Teks kecil atau detail kompleks mungkin hilang pada audiens, jadi gunakan bentuk besar dan blok warna kontras tinggi untuk kejelasan maksimum. Ingat, lebih penting bahwa audiens dapat memahami data pada pandangan pertama daripada estetika bagan.

3. Teks Besar

Tayangan slide presentasi bukanlah sekumpulan halaman dari buku teks. Slide mendukung presentasi. Ini bukan sesuatu bagi untuk membaca dengan lantang, juga tidak boleh memaksa audiens untuk mengambil terlalu banyak waktu membaca daripada berfokus pada presenter.

Atur ukuran teks minimum. Ukuran font 30 hingga 40 poin umumnya berfungsi untuk header, sedangkan teks "lebih kecil" bisa sekitar font 20 poin, tetapi tidak ada pedoman ketat.

Bisa menyesuaikan ukuran teks tergantung pada pengaturan slide presentasi. Misalnya, berbuat salah di sisi teks yang terlalu besar ketika memiliki anggota audiens senior. Jika ini adalah webinar dan orang-orang akan berada di layar mereka, teks yang sedikit lebih kecil mungkin dapat diterima.

Batasi ide pada satu konsep utama per slide. Gunakan kalimat atau frasa sederhana. Ingat, audiens tidak boleh menghabiskan terlalu banyak waktu membaca slide di belakang. Dengan mengingat hal itu, dapat mengatur jumlah kata maksimum sendiri per slide. Ruang negatif, atau ruang putih, adalah teman, jangan ragu untuk menggunakannya dengan murah hati.

Poin-poin akan ketinggalan zaman. Jika benar-benar membutuhkan poin, mungkin memiliki terlalu banyak teks di slide. Pertimbangkan untuk menggunakan poin hanya untuk poin utama dan hindari slide teks-berat. Tujuannya adalah untuk menampilkan kata kunci yang memperkuat — bukan mendikte.

4. Kesederhanaan Secara Keseluruhan

Tidak peduli seberapa rumit subjek, presentasi harus dibuat sesederhana mungkin. Batasi jumlah slide dan waktu yang habiskan untuk menyajikan setiap slide. Mempraktikkan penyampaian juga akan membantu mencegah penyimpangan atau lembur selama presentasi yang sebenarnya.

Mulailah dengan garis besar — atau jika sulit bagi untuk bertukar pikiran dengan garis besar tekstual murni, peta konsep. Jangan takut untuk memulai dengan berantakan dan menyederhanakan saat pergi.

Apakah topik benar-benar kompleks? Itu masih bukan alasan untuk membebani slide dengan detail yang sulit dibaca. Sebagai gantinya, dapat membuat cetakan yang menyertainya untuk didistribusikan kepada audiens sehingga mereka memiliki sumber daya yang mendalam untuk dirujuk selama atau setelah presentasi. 

5. Desain yang Konsisten

Desain presentasi harus konsisten di semua slide. Skema warna, font, dan elemen merek akan tampak mengikuti aturan yang sama dari awal hingga akhir.

Jika memiliki panduan branding, gunakan sebagai titik awal untuk mendesain presentasi. Biarkan topik dan demografi audiens menjadi dasar keputusan dan konsistensi visual. 

Hanya karena dapat melakukan sesuatu dalam presentasi tidak berarti harus melakukannya. Tidak perlu menggunakan semua clipart gratis dan stok foto atau menampilkan berbagai kombinasi font. Tahan godaan untuk menambahkan terlalu banyak animasi, transisi, dan efek suara.

Template presentasi yang terlihat profesional memberi otoritas. Hal-hal seperti penyelarasan yang cermat, grafik yang dipilih dengan cermat, visual yang kuat, palet warna merek, dan elemen yang sangat mudah dibaca membuat presentasi jauh lebih dapat dipercaya.

6. Presenter

Presenter adalah bagian terpenting dari presentasi yang hebat. Percaya diri dan siaplah — ini membutuhkan latihan dan penelitian. Internalisasikan subjek dan poles keterampilan berbicara di depan umum. Tidak perlu berkomitmen untuk presentasi yang benar-benar sempurna.

Akan ada kesulitan teknis dan sedikit blooper sesekali. Tapi ketenangan bisa dipraktikkan. Belajarlah untuk tertawa kecil pada kesalahan sendiri karena pertunjukan harus terus berlanjut!

Pelajari cara untuk terhubung dengan audiens. Bahkan jika adalah orang yang berdiri di depan dan di tengah, presentasinya adalah tentang mereka, bukan. Tunjukkan kepada mereka bahwa peka terhadap waktu dan kekhawatiran mereka. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan memberi tahu mereka, selama pendahuluan, ketika akan mengambil pertanyaan (waktu terbaik adalah di akhir presentasi).


TAG

Tidak ada tag yang tersedia