Apa itu human interest
photography menjadi pertanyaan yang banyak dikeluarkan oleh para fotografer
pemula. Pertama mereka mungkin karena tergerak hatinya ketika melihat foto-foto
manusia yang tampak hidup. Kedua tentu mereka ingin agar bisa menguasai teknik
fotografi human interest.
Arti Human Interest Photography ?
Sangat sulit membedakan perbedaan
antara fotografi human interest dengan foto portrait biasa. Tetapi sebenarnya
hampir sama. Human interest photography adalah jenis jenis fotografi yang
menampilkan manusia dengan hubungan emosi dan simpati yang dalam. Memang ada
beberapa sub kategori lagi di dalam fotografi human interest seperti yang sudah
dijabarkan di artikel induk jenis-jenis fotografi populer. Dalam artikel
tersebut fotografi human interest dibagi menjadi antara lain street
photography, portrait photography, foto jurnalistik, wedding photography dan
sport photography. Meski ada yang berpendapat bahwa human interest ada di bawah
foto jurnalistik.

Meski terdiri banyak sub
kategori, tetapi kebanyakan foto human interest menggambarkan kehidupan
masyarakat dengan ekonomi lemah atau di daerah urban karena lebih mudah
mengambil emosi. Tetapi sebenarnya tidak terbatas pada subjek kelas bawah saja,
potret keberhasilan kelas atas juga bisa masuk kategori human interest.
Jadi fitur utama dari human
interest photography adalah :
- Subyek manusia
- Membawa pesan emosi (bisa
keprihatinan atau prestasi)
- Berharap simpati pemirsa
Dengan mengetahui hal tersebut,
seorang fotografer harus berusaha memasukkan unsur-unsur di atas ke dalam foto
human interest-nya. Disini kita tidak akan membahas secara teknis, karena nanti
akan dibahas detail di sub kategori masing-masing. Fokus artikel ini adalah
lebih ke arah pemahaman konsepnya.
Macam Human Interest Fotografi
- Street Photography
- Portrait Photography
- Foto Jurnalistik
- Wedding Photography
- Sport Photography
Kedekatan Dengan Subyek Foto HI

Jarak dengan subyek fotografi
human interest memang penting, tetapi yang perlu diingat adalah baik jauh
ataupun dekat, teknik fotografi tidak boleh dilupakan. Komposisi, exposure
harus bisa menghasilkan foto yang membawa pesan yang ingin disampaikan.
Ambil Foto Lebih Dekat
Jika jarak terlalu jauh apa yang
nanti akan terlihat di foto dan apa yang ingin disampaikan ? Kesalahan umum
yang dibuat oleh fotografer human interest adalah bahwa mereka secara fisik
tidak cukup dekat dengan POI atau subjek foto. Artinya POI — subjek — hanya
tampil mengambil porsi yang sedikit dari frame foto, terlalu kecil untuk
memberikan makna. Biasanya hal ini karena fotografer pemula terlalu malu untuk
mendekati. Mendekatlah lebih dekat dengan subyek foto human interest.
Jangan Malu Mengambil Foto
Jika Anda mendekati orang dengan
cara yang tidak terlalu offensive, biasanya subyek malah akan senang jika
fotonya dibuat. Ini yang menjadi tugas Anda untuk memecahkan kebekuan dan
membuat mereka mau bekerja sama. Cobalah untuk bercanda dengan mereka. Beri
tahu mengapa Anda ingin membuat foto mereka. Untuk awal-awal bisa berlatih
dengan orang yang Anda kenal agar merasa lebih percaya diri. Ini yang harus
pecah telur terutama bagi fotografer introvert yang ingin mengambil human
interest photography. Jika suasana sudah cair, pengambilan posisi untuk
memotret bisa dengan mudah dilakukan. Hal ini penting karena bisa menambah
pemahaman tentang subjek foto Anda. Misalkan posisi dalam ruangan tempat
seseorang tinggal atau bekerja, rumah mereka, jalan kota tempat mereka
berjalan, tempat mereka mencari udara atau apa pun itu. Tempat hidup mereka
menyediakan informasi tentang keseharian mereka dan memberi tahu kita sesuatu
tentang kehidupan mereka. Inilah salah satu bagaimana memberi makna pada foto
human interest photography.
Candid

Anda mungkin ingin membuat
foto-foto orang yang melakukan kegiatan ekonomi mereka — misal di pasar,
kerumunan di acara olahraga, antrean di teater. Agar terlihat alami maka
sebaiknya mereka tidak sadar saat difoto, ini namanya candid. Kadang mereka
akan melihat Anda sebentar, terus mengabaikan karena harus fokus pada kegiatan
yang dilakukan.
Ada beberapa cara agar tidak mengganggu saat kita melakukan
candid.
- Pertama tentukan apa yang ingin
difoto, misalnya ada sebuah kios di pasar yang sangat berwarna menarik, atau
bangku taman yang klasik, apapun yang menarik
- Berdiri atau duduk di tempat yang
akan mendapat framing atau komposisi yang bagus. Tinggal, tunggulah di sana
- Elemen-elemen manusia akan lewat,
silih berganti datang menyatu dalam frame gambar Anda
Ambil beberapa foto untuk nanti dapat diseleksi mana yang
terbaik
Jika Anda menggunakan lensa tele
dan agak jauh dari subjek Anda, mungkin orang-orang tersebut tidak akan
memperhatikan Anda. Tetapi jika cukup dekat, mereka akan membuat adegan yang
tidak alami, misalnya memandang kamera, tersenyum, melambai. Unsur candid-nya
tidak dapat. Cara lain untuk tidak mengganggu adalah berada di suatu tempat
cukup lama, misalnya di cafe, sehingga orang-orang akan berhenti memperhatikan
Anda. Pesanlah kopi dan tunggu. Saat mereka asyik mengobrol atau membaca koran,
angkat kamera dengan tenang dan ambil foto dengan cool. Tetapi jangan terus
menembak sehingga membuat mereka tidak nyaman. Bisa juga letakkan kamera di
atas meja dengan lensa wide yang mengarah ke subjek Anda dan cukup tekan
shutter ketika waktunya tepat.
Antisipasi Perilaku Manusia Saat Mengambil Foto Human Interest
Elemen penting dalam fotografi
human interest adalah mengetahui subjek orang dengan cukup baik sehingga kita
bisa mengantisipasi apa yang akan mereka lakukan. Apa yang akan terjadi. Jika
Anda menunggu sampai melihatnya sedang melakukan adegan, maka sudah terlambat.
Ini yang dinamakan dengan decisive moment. Kuncinya adalah memperhatikan subyek
dengan cermat. Kamera pastikan sudah siap. Atur apertur dan kecepatan shutter
terlebih dahulu sehingga Anda tidak perlu setting saat akan memotret. Lihat dan
perhatikan subyek melalui jendela bidik. Jika Anda memperhatikan, Anda akan
merasakan apa yang akan terjadi.
Memahami Kebiasaan Orang
Kita bisa memahami sifat manusia
dan menyadari bagaimana orang biasanya bereaksi dalam situasi tertentu. Jika
seseorang duduk di kafe dia biasanya akan melihat ke atas ketika pelayan
mendekat. Orang-orang umumnya akan tersenyum ketika mereka melihat bayi atau
bertemu orang yang dikenal. Pikirkan tentang situasi yang akan difoto dan
bagaimana orang-orang akan bertindak di dalamnya. Kemudian persiapkan diri Anda
untuk saat ini.
Candid Dengan Persetujuan
Candid dengan persetujuan dari
subyek foto, dibuat ketika fotografer aktif terlibat dengan subjek dan subjek
sadar akan keterlibatan ini, hasilnya sangat berbeda. Foto-foto adalah catatan
atau ingatan tentang hubungan fotografer dengan subjeknya. Hubungannya bisa
jelas, misal subjek melihat langsung ke kamera seakan berkomunikasi atau
hubungan yang samar, tersirat karena gambar terasa lebih alami. Foto dapat
memberikan rasa bahwa fotografer secara fisik dekat dan berhubungan dengan subjek
secara sadar.
Melibatkan Subjek Anda
Di sinilah kita harus belajar
untuk mengatasi rasa malu kita saat mendekati orang secara terbuka dan ramah.
Terangkan tentang siapa Anda dan apa yang ingin Anda lakukan. Jangan langsung
masuk ke adegan dengan kamera Anda menyala. Bahkan, lebih baik tinggalkan
kamera Anda di tas ketika Anda pertama kali mendekati orang, agar tidak ingin
membuat mereka takut. Luangkan waktu untuk membangung percakapan. Pikirkan
bagaimana perasaan Anda jika seseorang mendekati Anda dan ingin membuat foto.
Budaya yang Tidak Anda Kenal
Salah satu kunci sukses dalam
memotret kultur atau budaya yang tidak Anda kenal adalah melakukan sebanyak
mungkin riset sebelum melakukannya. Cari tahu apakah ada pantangan tentang
fotografi, dan jika ya, apa itu tabu. Kunci lain untuk sukses adalah peka
terhadap adat budaya dan istiadat setempat serta reaksi berbeda yang mungkin
orang miliki terhadap orang asing dan kamera. Pelajari beberapa frasa sederhana
dalam bahasa lokal sehingga Anda setidaknya bisa menyapa orang dan bertanya
apakah Anda bisa memotretnya. Beberapa orang tidak memiliki masalah dengan
fotografi, perlakukan mereka dengan cara yang sama sopan, melibatkan mereka dan
meminta izin mereka. Yang lain mungkin keberatan dengan foto yang dibuat dengan
alasan agama. Beberapa merasa bahwa Anda ingin mengolok-olok mereka, dengan
menunjukkan foto kemiskinan mereka atau aspek kesedihan lain dari kehidupan
mereka kepada dunia. Orang lain percaya bahwa foto akan mencuri jiwa mereka
atau cara lain mengambil sesuatu dari mereka. Ya, semua itu benar. Fotografer
berbicara tentang menangkap esensi atau semangat seseorang atau tempat. Kita
memang mengambil sesuatu, dan kita diuntungkan dengan mengambilnya. Selalu
hormati perasaan dan kepercayaan orang lain. Bukan hanya karena tidak ingin
dipukuli atau dijebloskan ke penjara. Tetapi poin utamanya adalah orang selalu
lebih penting daripada foto. Dengan menyepelekan kepercayaan yang dipegang
teguh foto-foto yang diambil pun mungkin tidak akan terlalu bagus.
Subjek Foto Yang Dikenal
Biasanya anggota keluarga adalah
orang yang paling sering difoto. Untuk mencatat peristiwa-peristiwa penting dan
momen-momen spesial. Album penuh dengan foto bayi, langkah pertama, permainan
legi, belajar bersepeda, kelulusan dan pernikahan menandai perjalanan waktu
orang penting dalam keluarga. Terapkan pemikiran dan teknik sama detailnya.
Tidak ada kelompok yang lebih baik untuk jadi bahan latihan fotografi selain
keluarga. Tidak ada orang lain yang akan begitu percaya atau mau memanjakan
kamera Anda, bermain-main dengan lighting, dan menerima kesalahan Anda.
Potret Santai
Jika Anda memiliki sesi potret
formal dengan seseorang, buatlah beberapa foto dirinya saat ia sedang melakukan
adegan informal, saat ia meluruskan dasinya atau saat dia menyisir rambutnya
sebelum melakukan foto resmi. Saat bersama keluarga, bawalah selalu kamera
Anda. Selalu waspada untuk momen ketika karakter seseorang bersinar. Saat berjalan
ke mobil, ambil fotonya. Jika sedang berpiknik, cari momen bahagia saat istri
Anda bersandar, puas untuk menikmati belaian matahari yang hangat. Atau saat
anak-anak bercanda lepas. Selalu waspada untuk saat-saat yang jitu. Setiap
orang memiliki cerita, dan setiap foto/gambar harus menceritakan bagian dari
cerita itu.
Potret Grup
Potret grup sulit dilakukan
dengan baik, dan semakin besar grup, semakin sulit mengatur mereka. Tidak mudah
mendapatkan foto yang bagus yang menceritakan satu orang, apalagi berkelompok. Kita
semua memiliki pengalaman mengambil foto keluarga. Bagaimana sulitnya mengatur
semua orang dalam foto agar mendapat wajah terbaik mereka. Tidak ada mata
tertutup, tidak ada yang meringis. Membuat potret kelompok membutuhkan
imajinasi, kesabaran, dan diplomasi. Ambil foto ekspresi saat mereka sedang
menata diri, bercanda, sebelum foto formal/resmi-nya. Anda akan mendapatkan
foto dengan ekpresi wajah yang sangat natural dan bagus.
Detail Tubuh Lainnya
Tangan seorang petani, seorang
pianis, seorang tukang roti. Kaki penari balet, pelari jarak jauh, penendang
tempat. Perut wanita hamil, bisep pengangkat berat. Rambut membelai bantal,
jari-jari mencengkeram dalam doa, mata mengintip. Detail tubuh manusia menjadi
subjek fotografi yang sangat indah, baik sebagai ekspresi ide atau emosi,
sebagai gambar grafis, atau sebagai cara untuk mengatakan sesuatu tentang
seseorang. Setiap kali Anda memotret seseorang, cobalah memikirkan detail tubuh
atau pakaian mereka yang akan menyampaikan pesan Anda secara tidak langsung. Adakah
bagian tubuh atau benda tertentu dari pakaian yang mereka pakai yang penting
untuk pekerjaan atau hobi mereka? Apakah sebagian dari mereka benar-benar
menonjol? Intinya adalah menggunakan imajinasi Anda, apakah Anda ingin menggunakan
detail dan abstraksi untuk mengatakan sesuatu tentang seseorang atau tentang
keindahan tubuh manusia.
Potret Lingkungan
Potret adalah tentang orang.
Potret lingkungan adalah tentang orang dan apa yang mereka lakukan dengan
kehidupan di lingkungan mereka. Bisa tentang jenis rumah tempat tinggal
sekelompok orang dan bagaimana mereka menghiasinya. Atau tentang jenis pekerjaan
apa yang mereka lakukan dan di mana mereka melakukannya. Tentang lingkungan
yang mereka pilih dan hal-hal yang mengelilingi mereka. Potret lingkungan
berusaha untuk menyampaikan ide tentang seseorang dengan menggabungkan potret
dengan rasa tempat. Carilah keseimbangan antara subjek dan lingkungan dalam
foto. Masukkan cukup obyek tambahan untuk membantu foto Anda, tetapi jangan
terlalu banyak sehingga subjek hilang makna di dalamnya.