Siapa yang di rumahnya suka
mengoleksi mainan?
Nah, kalau kamu memiliki banyak
mainan, rasanya ingin pamer juga kan ke semua orang? Salah satu caranya yaitu
dengan memotret deretan koleksi mainan yang kamu punya.
Sudah pernah dengar istilah Toy
Photography?
Toy Photography adalah salah satu
seni dalam dunia fotografi yang menggunakan mainan sebagai objek utamanya.
Dalam Toy Photography kita bisa menempatkan objek dimana pun sehingga objek
tersebut terlihat hidup.
Lalu, bagaimana trik dalam
melakukan Toy Photography agar mainan terlihat hidup?
TENTUKAN KONSEP AWAL
Tiap jepretan yang apik harus
bisa menuangkan cerita untuk menarik orang untuk melihat dan terhibur. Beberapa
konsep yang bisa diaplikasikan misalnya:
RE-ENACT FROM THE SCENE: kamu boleh dan bisa banget mengambil foto
dengan menyetting angle foto kamu layaknya adegan dalam sebuah film yang
diperankan toys kamu. Sehingga, orang yang melihat juga akan tahu darimana
konsep foto ini dibuat.
EXPRESS THE FEELING: menceritakan perasaan mereka pada hasil foto.
INSPIRED BY DAILY LIFE: konsep dengan menempatkan toys ke suasana
kegiatan sehari-hari juga bisa menarik.
IMAGINATION: mengarang sendiri ceritanya tanpa terikat cerita
karakter toys dalam filmnya. Nggak ada salahnya juga kita memadukan Superman
yang berfoto bareng bersama Iron man.

MAKSIMALKAN DIORAMA AGAR LEBIH EKSPRESIF
Untuk membuat suasana terasa
lebih natural dan hidup, setting dan latar foto yang baik juga penting. Eits,
tapi nggak perlu cari bahan susah payah dan mahal lho.
SIAPKAN PROPERTI: Foto toygraphy bakal lebih menarik dengan
tambahan properti sesuai karakter mainan.
Sebab, pemakaian alat-alat bantu dapat membantu membuat mainan dengan
setting yang pas terlihat memiliki cerita. Kamu bisa menambahkan properti
seperti diorama, alas, dan kertas background.
DIY DIORAMA: Sebenernya, properti yang sudah jadi dan dijual secara
umum juga ada lho. Tapi hasil rakitan sendiri dan mamenfaatkan barang-barang
yang ada di sekitar juga bisa membuat apik dioramamu lho. Misalnya, dengan
membuat awan dengan kapas, dan pohon dengan ranting bekas.

LIGHTING
Hasil blur atau malah nggak bikin
toys kamu terasa hidup bisa aja terjadi kalau pengaturan pencahayaan kamu nggak
pas. Jadi, memaksimalkan pencahayaan juga wajib diperhatikan agar mendapatkan
hasil jepretan yang optimal.
OUTDOOR: Beberapa hasil jepretan ketika matahari terbenam juga
dapat membuat cerita sendiri pada hasil foto mainan. Nah, supaya lighting dapat
diatur dengan baik, pakai reflektor untuk memantulkan cahaya pada objek agar
terlihat lebih terang.
INDOOR: Sedangkan di dalam ruangan, pengaturan cahaya juga penting
namun nggak perlu pakai alat dan bahan yang susah. Cukup manfaatkan lampu
belajar atau senter yang ditutup kertas agar hasil fotonya lebih soft dan
cahaya nggak terlalu strong.

CARI ANGLE PALING PAS
Tekadang, sisi terbaik objek atau
mainan kamu juga jadi faktor agar objek kamu nggak sekedar foto objek mati.
Sebab, toys kamu juga bisa menampilkan foto layaknya manusia dan nggak terlihat
seperti mainan yang kecil. Hal ini tergantung dengan angle foto yang akan kamu
ambil.
EYE LEVEL ANGLE: Kalau kita ambil foto dari atas, otomatis kita
cuma dapat foto mainan yang kecil. Berbeda kalau kita rela sampai jongkok dan
sejajar dengan toys atau objek yang akan kita foto. Hasilnya, mainan akan
terlihat lebih natural dan hidup. Coba deh.
LOW AND HIGH ANGLE: Angle ini akan terlihat apik jika kamu padukan
dengan tatanan beberapa toys berbentuk hati dan difoto dari sudut samping.
CANTED ANGLE: Tahu nggak, ternyata hasil foto tegak lurus nggak
selalu bagus. Buktinya, hasil foto dengan angle agak miring bisa jadi manis.
Perkirakan sendiri gimana objek bisa tetap terlihat bagus.

BUAT KOMPOSISI YANG APIK
Angle, lighting hingga konsep
yang matang bakalan kurang lengkap kalau komposisi jepretan masih nggak
teratur.
RULE OF THIRD: Sama seperti dalam ilmu fotografi, rule of third
digunakan untuk mempermudah pengaturan komposisi objek dalam satu frame. Cukup
bagi frame jadi tiga area horizontal dan vertikal. Nah, tempatkan objek di
perpotongan garis atau di satu area. Sisanya, bisa kamu biarkan kosong atau
diisi dengan objek lain.
FRAMING: Cara ini bisa kamu pakai dengan membentuk framing dari
area sekitar kita. Misalnya nih, atur toys di dalam lubang dan di foto dari
atas dan membuat pinggiran lubang di-blur akan membuat efek bokeh dan menarik
lho!
REFLECTION: Gunakan air atau lantai bening untuk menbuat reflektor
dari toys itu sendiri. Coba deh maksimalkan kreatifitas.
CLOSE UP: Untuk komposisi satu ini akan lebih maksimal dan apik
jika kamu mengaplikasikannya saat memotret hot toys atau boneka yang besar
layaknya memotret manusia.
POINT OF INTEREST: Komposisi ini harus membuat orang yang melihat
foto langsung tertuju pada objek. Misalnya, atur beberapa objek yang sama tapi
ada satu yang dibuat beda agar menjadi point of interest foto.
