Mungkin, ada sebagian sobat yang
bertanya-tanya tentang bagaimana cara metering pada teknik Strobist.apa itu
metering strobist dan cara penerapannya. Memang, teknik fotografi Strobist ini
sangat jarang diterapkan oleh fotografer, terutama yang masih pemula. Padahal,
apabila sudah mengerti bagaimana cara metering pada teknik Strobist maka
nantinya hasil bidikan fotonya pun menjadi terkesan lebih halus dan lembut
sehingga enak jika dipandang. Sebab, teknik Strobist sendiri merupakan teknik
dalam fotografi yang memanfaatkan penggunaan lampu kilat (speedlight/flash)
namun tidak terpasang pada Hot Shoe kamera. Guna memudahkan fotografer supaya
lebih kreatif dalam memainkan lighting. Lalu, bagaimana penerapan cara metering
pada teknik Strobist itu?

Cara Metering Pada Teknik Strobist
Berikut di bawah ini penjelasan
secara detail mengenai bagaimana cara metering pada teknik Strobist. Antara
lain sebagai berikut :
- Penerapan cara metering pada
teknik Strobist yang pertama yaitu sobat harus memahami bagaimana peletakan
posisi flash yang benar. Alangkah baiknya Anda menggunakan light stand untuk
kemudahannya. Jika ada dua flash posisikan satu flash di depan objek secara
menyamping dengan posisi jangan terlalu dekat, dan satunya lagi bisa
ditempatkan di belakang objek. Hal ini tentu tak lepas dari cara metering pada
teknik Strobist yang memang lebih mengedepankan intensitas pancaran cahaya yang
lebih terang serta luas.
- Untuk mendapatkan hasil
pencahayaan yang lebih lembut dan tampak terpancar maka cara metering pada
teknik Strobist yang perlu dilakukan yaitu dengan memotret menyamping. Memang,
posisi pemotretan menyamping atau tidaknya ini tergantung dengan selera. Posisi
menyamping biasanya agar flash bisa menerangi objek bagian samping. Sedangkan
peletakan di posisi belakang bertujuan untuk menerangi bagian belakang objek.
Tentu saja, meski kelihatannya sepele namun cara metering pada teknik Strobist
ini perlu dipahami.
- Kontrol Ambient Exposure atau
disebut dengan cahaya di sekitar juga merupakan hal fokus yang perlu dipahami
dalam menerapkan cara metering pada teknik Strobist. Sebagai contoh, pada
penggunaan angka Shutter Speed rendah bisa memungkinkan cahaya pada latar belakang
lebih terang. Dan jika sebaliknya dengan Shutter Speed tinggi lingkungan akan
gelap. Cara metering pada teknik Strobist yang satu ini lebih memfokuskan pada
hubungan antara shutter speed dan cahaya yang berada di bagian belakang subyek
foto.
- Nah, cara metering pada teknik Strobist yang tak boleh dilupakan yaitu lebih kepada bagaimana kita mengatur cahaya yang masuk. Bukan menyetting cahayanya melainkan bagaimana memanfaatkan cahaya yang ada untuk memaksimalkan foto agar tampak begitu halus dan lembut. Tentu saja, karena begitu penting maka cara metering pada teknik Strobist ini menjadi perlu untuk dipahami pula.

Kesimpulan
Di samping itu, dalam penerapan
cara metering pada teknik Strobist bisa digunakan sebagai alternatif penggunaan
lighting ala Studio yang lebih mahal dan susah dibawa keluar ruangan. Pasalnya,
peralatan Strobist juga tidak terlalu mahal, hanya dengan flash seharga ratusan
ribu dan Trigger dibawah 300 ribu, sobat pun sudah bisa bereksperimen dengan
cahaya.