S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas STEKOM
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 243 dibaca

Pembuat Gambar AI Berpotensi Tinggi Melanggar Hak Cipta

A

AYYUB HAMDANU BUDI NURMANA.M.S, S.Sn, M.Ds

2 Juli 2023

Bagikan:
Pembuat Gambar AI Berpotensi Tinggi Melanggar Hak Cipta

Baru-baru ini muncul fenomena AI Image Generator, AI Text To Image, AI Art Generator, atau lebih mudah untuk disebut Program  merupakan sebuah teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mampu menganalisis gambar mulai dari struktur, konsep, kecocokan, serta teknik pembuatan lalu kemudian menyusun dan menggabungkan kembali gambar yang telah dianalisis menjadi sebuah gambar baru. Karena menggunakan sebuah program, maka gambar yang dihasilkan juga merupakan gambar digital. 

Hal yang menimbulkan pertanyaan adalah proses Pembuatan Gambar dengan AI dilakukan dengan menganalisis lalu menyusun dan menggabungkan gambar yang telah disediakan, lalu bagaimana jika gambar yang dijadikan sebagai bahan  dilindungi oleh ?

Dikaji dari hukum positif di Indonesia,  dilindungi oleh  Tentang  berpotensi tinggi melanggar . Hal ini disebabkan pada proses pembuatannya,  hanya menganalisis lalu menyusun dan menggabungkan gambar yang telah disediakan atau telah diatur oleh pemrogram, sehingga gambar ini bisa saja dilindungi oleh . Contoh mudahnya adalah seperti ini, kita sediakan 10 Lukisan karya Affandi (1907-1990), maka AI akan dapat membuat lukisan yang setara dengan pelukis terkenal di Indonesia itu. Fenomena semacam ini tentu saja dapat merugikan seniman digital, pelukis, atau fotografer yang karyanya dijadikan sebagai bahan  tanpa mendapat royalti apapun.

Selain berpotensi melanggar , hasil karya dari  tidak akan bisa didaftarkan sebagai . Dalam Undang-Undang , yang disebut sebagai Pencipta adalah seorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi.  AI merupakan suatu program kecerdasan buatan, sehingga apabila dicocokkan dengan pengertian Pencipta dalam Undang-Undang  unsurnya tidak terpenuhi. Selain itu ciptaan yang dibuat oleh AI tidak bersifat khas dan pribadi,  hanya menyusun dan menggabungkan ide yang telah ada kedalam suatu karya baru.

Contoh Kasus

Di Amerika Serikat pada tahun 2016 seorang bernama  yang merupakan President & CEO Imagination Engines dan pengembang Creativity Machine (program pelukis mesin AI), berhasil menciptakan sebuah lukisan ternama yang berjudul “A Recent Entrance to Paradise”. Thaler kemudian mencoba mengajukan  dari lukisan tersebut atas nama algoritma Creativity Machine pada tahun 2019. Dewan dari  kemudian meninjau permintaan tersebut dan menyatakan menolak permintaan untuk memberikan  sebuah karya seni gambar kepada mesin kecerdasan buatan. Dalam putusannya dewan  menyebut hubungan antara pikiran manusia dan ekspresi kreatif merupakan sebuah elemen penting dari .

Itulah pembahasan terkait dengan , semoga bermanfaat.


A

Tentang Penulis

AYYUB HAMDANU BUDI NURMANA.M.S, S.Sn, M.Ds

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya