Pengamatan dalam Penelitian
ARIS SARWO NUGROHO, S.Kom, M.Kom
4 September 2021
PENGAMATAN
Sarwo Nugroho
Pengumpulan data
kualitatif adalah data – data yang berupa gejala – gejala hasil observasi dalam
bentuk artefak, foto, dokumen, catatan saat dilapangan. Semua teknik untuk
mengumpulkan data, kata, tindakan sebagai data utama. Metode penelitian
kualitatif data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan
dokumentasi. Pendekatan yang dilakukan secara sadar, terarah, sistematis, dan
mempunyai tujuan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat
dilakukan secara terbuka atau secara tertutup tergantung pada kebutuhannya. Observasi
merupakan salah satu instrument pengumpulan data yang disesuaikan dengan tujuan
penelitian, sehingga observasi terfokus pada apa yang diinginkan. Hasil
observasi berupa aktifitas, kejadian, peristiwa, objek, dan suasana tertentu.
Pengamatan penelitian kualitatif harus
sedekat mungkin dengan obyek penelitian untuk memperoleh data secara riil dari
suatu peristiwa untuk menjawab pertanyaan penelitian.Observasi dipersiapkan
secara sistematis, tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya.
Bila pengamat mempunyai kumpulan kategori aktivitas atau fenomena yang telah
direncanakan sebelumnya untuk dipelajari.
Observasi pada
dasarnya bukan hanya mencatat perilaku yang dimunculkan oleh subjek penelitian
semata, tetapi juga harus mampu memprediksi apa yang menjadi latar
belakang perilaku tersebut dimunculkan. Tugas
seorang pengamat bukanlah menentukan kebenaran namun mengungkap kebenaran
kebenaran yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Dalam sebuah pengamatan
tentunya menghasilkan begitu banyak informasi namun tidak semua informasi yang
di dapat bisa dituangkan dalam bentuk teks karena terlalu panjang. Pengamat
harus melakukan seleksi data mana yang perlu di tuliskan dan mana yang tidak
perlu di tuliskan. Oleh karena itu, observasi harus dilakukan secara
kontekstual dan secara reflek yang meliputi :
1.
Detail, spesidikasi ideal yang dilakukan dalam penelitian
kualitatif bahwa pengumpulan data tidak hanya didasarkan data secara umum dan
tidak berdasarkan rangkuman tetapi didasarkan dari pengumpulan data – data
secara rinci pada obyek penelitian. Peneliti terjun langsung
di tengah-tengah masarakat sehingga mampu merekam
perilaku atau mendapatkan data secara detail baik
perilakunya, kata- katanya dan gerak geriknya.
2.
Urut, sebuah catatan urutan memungkinkan peneliti untuk
mengumpulkan informasi tentang seberapa sering peristiwa
terjadi dan tentang urutan peristiwa
terjadi
bagaimana fenomena berevolusi atau berhubungan satu sama lain dari waktu ke
waktu. Catatan urutan pada
skala waktu yang menambah tingkat
lanjut detail, menunjukkan interval waktu antara
peristiwa. Catatan urutan seringkali
sangat berguna bagi
peneliti melakukan observasi
terstruktur. Kadang-kadang, bagaimanapun, peneliti mungkin
membutuhkan informasi tentang
durasia cara tertentu. Dalam
hal
peneliti juga akan
kode awal dan
akhir dari suatu
kegiatan atau peristiwa
tertentu. Urutan merupakan upaya pengamat mampu
menangkap bagaimana hal-hal yang dicapai disusun atau rangkaian tindakan atau
prakteknya.
3.
Suasana, melalui pengamatan di
lapangan, peneliti
tidak hanya mengumpulkan
daya yang kaya, tetapi juga memperoleh
kesan-kesan pribadi, dan merasakan
suasana situasi sosial yang diteliti. Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti sudah terlibat
sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan
sumber data. Jadi suasananya sudah natural, peneliti tidak terlihat
melakukan penelitian. Hal ini merupakan
keterlibatan peneliti yang
tertinggi
terhadap aktifitas kehidupan yang diteliti. Sambil
melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber
data, dan ikut merasakan suka dukanya. Untuk mengidentifikasi suasana
dalam pengamatan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu kontras (berhubungan
dengan suasana yang berlawanan) dan
synecdoches (berhubungan dengan suasana secara menyeluruh atau sebaliknya).
Penyamaran dalam
observasi merupakan suatu teknik observasi dimana subjek yang menjadi obyek
penelitian sepenuhnya tidak menyadari bahwa mereka sedang diobservasi.
Penyamaran dalam observasi harus memiliki alasan yang kuat dan ilmiah untuk
dilakukan, meskipun secara transparan sulit untuk pengumpulan data dengan baik.
Metode ini mengurangi bias pengobservasi tetapi mendatangkan masalah etika.Tidak ada batasan selain
kepraktisan mendapatkan akses dan etika tidak mengungkapkan identitas atau ancaman
terhadap
orang – orang yang diteliti, hal ini bisa disebut etis selama ada persetujuan
dari pihak – pihak terkait dalam penelitian.
Observasi memiliki
beberapa tujuan, diantaranya :
1. Untuk memperoleh informasi dan data tentang kelakuan manusia seperti
terjadi dalam kenyataan. Seperti contoh pada tulisan David, tentang kehidupan
di panti jompo. Data yang dikumpulkan telah mempunyai keandalan yang tinggi
karena peneliti sendiri yang mengamati secara seksama setiap perilaku yang
diamati.
2. Memperoleh gambaran yang riil dan lebih jelas tentang kehidupan sosial.
Peneliti dapat mengamati secara langsung sesuai dengan sudut pandang subjek
penelitian
3. Berfungsi sebagai Eksplorasi, artinya dapat memperoleh gambaran yang lebih
jelas tentang masalahnya dan memungkinkan petunjuk – petunjuk tentang cara
memecahkannya.
Setiap pengamat harus menggunakan pengalaman pribadinya dan cara untuk memetakkan untuk menemukan peluang pada saat mekalukan pengamatan, sehingga akan mendapatkan data yang sesuai dengan penenlitian. Dalam pengamatan sebaiknya menentukan objek observasi yang baik agar hasil dari observasi dapat optimal, kemudian lakukan observasi berkelanjutan agar lebih akurat data yang didapatkan sesuai dengan penelitian. Pengamatan dilakukan dengan cermat dan kritis supaya apa yang dilakukan pada pengamatan mendapatkan data yang benar sesuai penelitian.
Tentang Penulis
ARIS SARWO NUGROHO, S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.