Pernah dengar istilah photoblog? Atau mungkin pernah berkunjung ke
situs-situs microblogging yang mayoritas kontennya berisikan foto atau gambar?
Nah kira-kira, konsepnya
photoblog seperti itu. Artinya, tampilan photoblog ini lebih ke visual
ketimbang teks. Tapi, apa sih sebenarnya fotoblog itu? Apa fungsinya? Apakah
ada contoh? Dan bagaimana mengembangkan fotoblog yang sukses? Penasaran jawaban
dari semua pertanyaan diatas? Jika iya, simak artikel dibawah ini sampai habis.
Pengertian photoblog
Photoblog adalah teknik
menggabungkan konsep blogging dan karya fotografi. Itu berarti, photoblog lebih
mementingkan tampilan visual daripada teks. Perbedaan utama antara blog biasa
dan photoblog terletak pada tampilan, desainnya dan niche yang dipilih. Dengan
kata lain, photoblog cenderung lebih menarik secara visual bagi pengunjung
ketimbang blog berbasis teks. Kadang kala, Photoblog lebih dikenal dengan nama
plog, fotoblog, blog foto dan lain sebagianya. Apapun penyebutannya, semua
konsep ini mengarah pada photoblog. Pengembangannya sama seperti blog
kebanyakan. Dimana, bisa di akses di internet, menggunakan domain TLD dan punya
hosting. Sebagian besar fotoblog disusun dan di posting dalam urutan kronologis
terbalik sehingga pemirsa bisa melihat foto-foto terbaru dibagian atas halaman
serta beberapa kolom teks. Tidak seperti blog kebanyakan karena tampilan photo
blogging tidak membosankan meski proses untuk mengembangkannya jauh lebih
sulit. Hal ini disebabkan karena model optimasi mesin pencari di Google lebih
memprioritaskan teks untuk muncul di peringkat pertama pencarian Google. Kecuali
jika pengguna cari keyword yang spesifik. Misalnya, gambar vektor kartun,
gambar mockup dan lain sebagianya. Selain itu, pemilik fotoblog juga bakal
kesulitan memonetisasi konten yang diunggah karena kurangnya pengunjung
organik. Namun ampuh untuk digunakan sebagai portofolio atau dikembangkan lebih
jauh menjadi situs microstock seperti Shutterstock, Freepik dan lain
sebagainya.

Fungsi Blog foto
Secara umum, fotoblog mempunyai
beberapa fungsi yang terbagi dalam dua bentuk yakni fungsi langsung dan fungsi
tak langsung seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini:

7+ Tips Mengembangkan Photoblog Yang Sukses
Seperti yang dijelaskan di bagian
atas, konsep ini adalah ide untuk menggabungkan dunia fotografi dan dunia
blogging. Ide photoblog saat ini banyak digemari oleh blogger termasuk di
Indonesia. Entah yang serius menekuninya atau tidak. Pada dasarnya, konsep
membangun blog ini seperti cara membuat blog umumnya. Dimana anda harus membuat
blog, memilih domain dan hosting [jika punya modal], mengoptimalkan gambar dan
lain sebagainya. Nah untuk anda yang ingin membuat konsep photoblog yang keren,
silahkan ikuti panduan-panduan dibawah ini. Berikut daftarnya:
Pilih template blog yang sesuai
Ada banyak template yang tersedia
saat ini baik yang gratis ataupun yang premium. Setiap template itu memiliki
tujuan, kegunaan dan fungsi yang sama hanya desain saja yang berbeda. Ada
template yang digunakan untuk video atau untuk tampilan tekstual hingga
tampilan visual. Untuk anda yang ingin membuat photoblog ada baiknya anda
menggunakan template khusus yang bisa anda pesan langsung atau membelinya di
situs-situs penyedia template. Selain itu, anda juga harus perhatikan template
tersebut mulai dari tampilannya dan strukturnya. Lihat juga kecepatannya hingga
faktor Mobile Friendly. Mengapa? Sebab saat ini sebagian besar pengguna
mengunjungi internet menggunakan smartphone. Tentu anda juga tidak mau kan
kalau ada pengunjung yang datang menggunakan smartphone tetapi tampilannya
desktop, kan? Disinilah fungsi template itu benar-benar penting. Jika anda
serius membangun fotoblog yang sukses maka langkah pertama yang harus dilakukan
adalah memilih template yang sesuai dan lebih mengedepankan desain visual.
Optimalkan loading blog
Terkadang karena gambar yang
diupload itu ukurannya besar maka bisa memperlambat loading blog. Apalagi jika
anda memutuskan menggunakan WordPress self-hosting. Oleh karena itu, ada
baiknya anda mengoptimasi gambar tersebut. Salah satu caranya adalah dengan
mengurangi ukuran gambar sebelum mempostingnya. Jika nantinya photoblog yang
anda bangun itu memungkinkan orang untuk mendownload gambar anda bisa
mengakalinya dengan membuat beberapa versi ukuran gambar. Dengan demikian, anda
tidak mengorbankan loading blog hanya untuk mengurai gambar berukuran besar. Coba
perhatikan photoblog sukses seperti Pixabay atau Pexels? Rata-rata gambar yang
ditampilkan ukurannya kecil namun kualitasnya tinggi. Mereka juga menyiapkan
beberapa versi download untuk gambar tersebut. Jadi, pengguna bisa mendownload
namun tetap sesuai dengan ketentuan dan lisensi penggunaan gambar.
Perhatikan Faktor ALT dan Titile Tag Gambar
Nah ini juga cukup penting. Mesin
pencari Google dapat membaca teks yang tersimpan dalam sebuah gambar. Dengan
kata lain, mereka bisa membaca metadata gambar. Pada blog, metadata itu
terdapat pada title text dan alt text, deskripsi gambar dan lain sebagainya. Jika
anda ingin foto-foto yang anda masukan di blog itu bisa ditemui di mesin
telusur maka ada baiknya anda memaksimalkan hal ini. Meski ada kemungkinan url
tidak tampil pada penelusuran default namun biasanya akan ditampilkan pada
penelusuran gambar di Google dan Bing. Oh iya, jangan lupa juga untuk
mendaftarkan blog anda di mesin telusur seperti di Google, Bing dan Yahoo. Kalau
memungkinkan anda bisa mendaftarkan di mesin telusur seperti Yandex dan Baidu
untuk menjangkau pengunjung dari negara seperti Rusia dan Cina.
Seimbangkan antara gambar dan teks
Setiap gambar memiliki judul. Itu
berarti setiap gambar memiliki teks baik yang ditampilkan pada gambar atau yang
tidak. Coba perhatikan photoblog besar seperti Pexels, meski tidak menampilkan
teks namun ia memiliki judul. Dan judul ini disamarkan tetapi bisa ditemukan
saat pencarian gambar. Untuk tahap pertama pembuatan ada baiknya anda
menyertakan judul gambar yang berupa teks. Kata seimbangkan yang dimaksud
disini adalah anda harus memasukan minimal 1-3 paragraf per gambar. Anda bisa
terangkan keterangan gambar, tempat mengambil, kamera yang digunakan dan lain
sebagainya. Google dalam pencariannya lebih mengedepankan penguraian teks
ketimbang gambar. Oleh karena itu, usahakan tetap libatkan teks pada photoblog
anda minimal 30-40 persen dalam postingan.
Tombol share
Jika anda menggunakan wordpress,
mungkin anda bisa menggunakan plugin Social Share agar para pengunjung bisa
membagikan gambar anda di media sosial. Karena memang, photoblog cukup sulit
untuk bisa tampil di halaman pertama Google sebab memang lebih mengedepankan
visualisasi ketimbang teks. Kalau anda menggunakan Blogger ada beberapa tools
yang bisa anda gunakan sebagai tombol berbagi atau bisa bisa gunakan tombol
share default dari blogger. Karena setiap template sudah disediakan tombol ini.
Bangun audiens dari media sosial
Karena photoblog sulit bersaing
di mesin telusur Google ada baiknya anda memaksimalkan media sosial seperti
Facebook, Instagram dan juga Pinterest. Salah satu hal yang wajib anda miliki
adalah akun Pinterest karena ini bisa menjadi sumber trafik untuk photoblog
yang sedang anda bangun. Mengapa harus pinterest? Karena Pinterest adalah salah
satu media sosial yang bisa disebut photoblog. Dan saat anda membuat akun di
Pinterest, anda bisa mengarahkan langsung ke link blog anda.
Kredit Gambar
Perhatikan soal ini. Karena memang
foto-foto anda rentan untuk digunakan oleh orang lain, tanpa atau dengan
menyertakan sumber. Anda bisa buat lisensi penggunaan gambar dan
ketentuan-ketentuan khusus lain. Selain itu, jika anda menggunakan gambar milik
orang lain anda wajib menyertakan sumber. Pada dasarnya, lisensi ini membahas
tentang hak cipta gambar, pedoman penggunaan dan juga hal-hal teknis lain
seperti modifikasi gambar. Pastikan semua ini lengkap sebelum meluncurkan blog.
Anda juga bisa menambahkan versi bingkai gambar dan juga versi watermark. Ini
bertujuan untuk mengeksklusifkan gambar. Jika orang-orang mau mendownloadnya,
anda bisa meminta mereka mendaftar di blog yang anda buat atau bisa meminta
bayaran kepada mereka. Ini juga bisa menjadi sumber penghasilan anda karena memang
cukup sulit untuk bisa memonetisasi menggunakan AdSense atau platform
periklanan lain.
Apa sih bedanya blog foto atau photoblog dengan blog biasa?
Soal ini sudah saya singgung di
bagian atas. Perbedaan utama ada pada jenis konten yang disajikan. Dimana,
mayoritas konten photoblog berisikan foto atau gambar sementara blog biasa
mayoritas berisikan teks. Meski demikian, ada juga blog foto yang menyertakan
teks didalamnya. Biasanya digunakan untuk memberitahukan deskripsi terkait foto
yang diunggah. Disisi lain, baik fotoblog dan blog biasa punya banyak persamaan
mulai dari domain dan hosting sampai konten yang ditampilkan dalam urutan
kronologis terbalik. Hanya saja, jika fotoblog itu sudah besar atau berstatus
microstock, foto yang diunggah tidak lagi ditampilkan dalam urutan tersebut.
Bagaimana meningkatkan traffic photoblog?
Ada banyak cara. Paling pertama
adalah dengan mengoptimalkan title tag, alt text dan deskripsi gambar yang
diunggah. Selanjutnya bisa optimalkan off page seperti promosi di media sosial,
link building atau promosi dengan menggunakan iklan.
Apakah blog foto bisa dimonetisasi? Apa saja caranya?
Ada beberapa cara seperti
mendaftar ke platform periklanan pihak ketiga atau bisa sediakan slot iklan
mandiri di blog.
Penutup
Konsep photoblog adalah sesuatu
yang sangat populer saat ini. Shutterstock, pexels dan pixabay adalah contoh
sukses dari konsep ini. Anda juga bisa membangun blog serupa dan
mempublikasikan semua karya-karya fotografi yang anda hasilkan. Nah demikian
artikel tentang pengertian photoblog termasuk fungsi, jenis dan contoh. Semoga
artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.