Ketika membangun rumah, pembuatan pondasi sangatlah penting
untuk diperhatikan. Terlebih, ada sejumlah komponen penting yang akan digunakan
untuk membuat pondasi tersebut, di mana salah satunya adalah kolom praktis.
Apa Itu Kolom Pada Bangunan?
Kolom merupakan komponen struktur
bangunan berupa batang vertikal yang difungsikan sebagai penyangga beban. Kolom
terbagi menjadi dua bagian, yakni kolom praktis dan kolom utama, di mana
keduanya berkaitan satu sama lain dan bertujuan untuk membuat bangunan tetap
berdiri kokoh.
Perbedaan Kolom Praktis dan Utama
Kolom praktis dan kolom utama
memiliki sejumlah perbedaan. Kolom utama fungsinya adalah untuk menahan
bangunan secara vertikal, memiliki bentuk lebih besar dan terlihat dari luar,
dipasang pada jenis pondasi yang tergolong dalam, serta digunakan untuk
menopang struktur bangunan balok serta lantai.
Sementara itu, kolom praktis
fungsinya untuk menahan dinding secara horizontal agar tak retak ataupun roboh.
Kolom praktis ini dipasang secara tersembunyi di dalam dinding sehingga tak
terlihat dari luar, serta mempunyai fungsi utama untuk menunjang kolom utama
dalam menopang balok.
Fungsi Kolom Praktis
Kolom praktis memiliki fungsi
vital pada sebuah bangunan. Ini karena dinding berupa tumpukan bata tidak
mempunyai kekuatan secara melintang sehingga kolom praktis ini dapat menjaga
kestabilan dinding agar tidak roboh ketika terjadi guncangan seperti didorong
ataupun saat terjadi gempa bumi. Sehingga jika tidak menggunakan kolom praktis,
maka terdapat risiko bangunan akan mengalami retak bahkan runtuh sehingga
pembuatannya harus dipikirkan secara matang.
Ukuran Kolom Praktis
Kolom praktis mempunyai ukuran
yang cenderung lebih kecil ketimbang kolom utama. Hal ini disebabkan karena
kolom praktis memiliki fungsi berbeda dibandingkan kolom utama yang memang
dibuat secara langsung untuk menopang beban struktur rumah.
Ukuran kolom praktis terdiri dari
ukuran yang beragam tergantung luas maupun besar bangunan dan biasanya dibuat
mengikuti tebal dinding bangunan. Namun, pada umumnya kolom praktis yang
digunakan memiliki ukuran sekitar 10 x 10 cm. Sementara itu, pemasangannya
sendiri adalah sekitar 3 meter antara dinding bangunan dan bertujuan untuk
memperkuat dan meminimalisir potensi retak pada dinding.
Mengenai pembuatannya, kolom
praktis biasanya menggunakan beton bertulang untuk dinding dengan material
bata. Sementara itu, dinding berbahan kayu biasanya menggunakan kolom praktis
berbahan kayu batangan dengan ukuran sekitar 8 x 8 cm.
Pembuatan Kolom Praktis
Pembuatan kolom praktis
memerlukan proses yang sama seperti pembuatan struktur bangunan lainnya.
Sebelum memasuki proses pengecoran, struktur kolom biasanya dibuat pada empat
sisi bangunan. Setelah pemasangan kolom praktis, proses pun dilanjutkan dengan
pemasangan dinding.
Saat ini pun ada banyak jenis
kolom praktis yang dijual dalam bentuk jadi di pasaran untuk keperluan
pemasangan dinding dari bata maupun batako. Adapun, harga kolom praktis yang
banyak ditemukan di pasaran biasanya dijual dengan kisaran harga Rp50.000 atau
tergantung daerah dari lokasi pembangunan.