Perbedaan Karakteristik Bata Hebel dan Bata Merah
SANTI WIDIASTUTI S.T, M.T
24 Januari 2022
Ketersediaan material untuk
bangunan kini semakin beragam. Kamu dibebaskan untuk memilih bahan pembuatan
struktur bangunan rumah yang bisa disesuaikan dengan konsep bangunan ataupun
budget yang dimiliki.
Khusus untuk bahan baku pembuatan dinding, saat ini terdapat dua opsi material terpopuler, yakni bata hebel dan bata merah. Apakah kamu pernah terpikir menggunakan salah satu dari antara kedua bata tersebut. Supaya kamu tidak salah dalam memilih, berikut ulasan perbedaan bata hebel dan bata merah.

Bahan Utama Bata Hebel dan Bata Merah
Terkait pembuatannya, bata merah
diproduksi dari tanah liat dengan proses pencetakan yang kemudian dibakar pada
suhu tinggi hingga mengering dan mengeras. Sementara itu, bata hebel yang terdiri
dari dua jenis, yakni Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular
Lightweight Concrete (CLC) menggunakan bahan utama yang sedikit lebih kompleks
dibandingkan material bata merah.
Untuk bata hebel AAC, proses
produksi yang dilakukan menggunakan bahan utama berupa semen, pasir kwarsa,
kapur, gypsum, air, dan pasta alumunium. Sementara, untuk bata hebel CLC dibuat
menggunakan bahan utama seperti pasir, semen, air, dan busa.
Kek uatan
Bata Hebel dan Bata Merah
ketimbang tanah liat pada bata
merah. Alhasil, kekuatan bata hebel jauh lebih unggul. Terlebih lagi, material
bata hebel ini pun menggunakan campuran bahan yang sama seperti bahan pembuatan
beton sehingga memenuhi standar untuk pembuatan bangunan tahan gempa.
Pada sejumlah tes yang dilakukan,
material bata merah pun hanya memiliki kemampuan untuk menahan beban sekitar 25
kilogram per sentimeter persegi. Sementara, bata hebel dapat menahan beban
mencapai 40 kg per sentimeter persegi. Dengan demikian, hal ini menunjukkan
bahwa bata hebel memiliki kekuatan dua kali lebih baik ketimbang bata merah.
Penggunaan Bata Hebel dan Bata Merah
Umumnya, bata merah dibuat oleh
industri rumahan, sedangkan bata hebel diproduksi menggunakan teknologi yang
lebih modern sehingga memengaruhi kerapian yang dihasilkan. Bata hebel
mempunyai ukuran, bentuk, dan kualitas yang seragam agar memudahkanmu dalam mengaplikasikannya.
Lain halnya dengan bata merah yang memiliki ukuran dan bentuk tidak seragam
sehingga memerlukan plesteran tebal untuk menghasilkan dinding rata.
Meskipun demikian, bata merah
lebih mudah untuk dipasang karena tidak memerlukan keahlian khusus, sedangkan
bata hebel sebaiknya dipasangkan oleh ahli khusus agar hasilnya presisi. Selain
itu, bata merah pun sangat cocok digunakan pada bidang bangunan yang kecil,
sedangkan bata hebel lebih pas digunakan pada bangunan yang terdiri dari
beberapa lantai.
Bobot Bata Hebel dan Bata Merah
Meskipun memiliki dimensi fisik
lebih kecil, tapi bata merah memiliki bobot yang tergolong berat sehingga
memengaruhi durasi waktu pengangkutan, pemasangan, serta dapat membebani
struktur penopangnya. Sementara itu, bata hebel memiliki karakter berbeda, di
mana ukurannya yang ringan tak hanya mempermudah proses pengangkutan, tapi juga
membuat durasi pemasangan lebih cepat, aman, dan dapat menopang struktur secara
lebih prima.
Harga Bata Hebel dan Bata Merah
Sangat mudah ditemukan di hampir
semua toko material, bata merah dijual dengan harga yang cukup terjangkau
sehingga sangat cocok digunakan bagi seseorang yang memiliki anggaran terbatas
untuk membangun hunian impian. Lain halnya dengan bata hebel yang
ketersediaannya saat ini masih cukup jarang sehingga dijual dengan harga yang
lebih mahal ketimbang bata merah.
Tentang Penulis
SANTI WIDIASTUTI S.T, M.T
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.