Fotografi merupakan proses membuat gambar dengan bantuan kamera dan cahaya. Dengan kekreatifan dan teknik tertentu, para fotografer bisa menghasilkan banyak jenis foto. Salah satu genre dalam bidang fotografi adalah fotografi jalanan (street photography).
Apa itu fotografi jalanan?
Ditilik dari definisi umumnya,
fotografi jalanan adalah foto yang dihasilkan dengan “menangkap” subjek foto di
ruang publik. Subjek foto yang dimaksud dalam genre ini bisa berupa manusia,
bangunan, dll. Fotografer mengambil foto subjek secara candid (tersembunyi) dan
membiarkan mereka beraktivitas secara alami.
Fred Herzog, seorang fotografer
Jerman tinggal di Vancouver, Kanada, mengungkapkan tentang makna dari fotografi
jalanan. Ia menyebutkan fotografi jalanan adalah foto yang bisa menunjukkan
kenyataan sesungguhnya dari jalanan (ruang publik). Sehingga, ketika foto ini
dilihat, maka orang yang melihatnya bisa mendapatkan cerita dan drama.
Genre fotografi jalanan memiliki
fans, meskipun tidak terlalu banyak. Masih kalah jika dibandingkan genre lain
seperti landscape (pemandangan) dan portrait (manusia). Tapi fotografi jalanan
memiliki keunggulan, yaitu subjek foto bisa ditemukan di sekitar tempat tinggal
fotografer.
Ada tiga hal yang bisa dijadikan acuan, apakah sebuah foto bisa dimasukkan ke dalam fotografi jalanan. Apa saja itu?
- Lokasi: Pada awalnya, fotografi
jalanan memakai jalanan sebagai ruang lingkupnya. Tapi dalam perkembangannya,
ruang lingkup ini meluas. Tidak hanya jalanan, tapi juga ruang publik lainnya,
seperti bangunan, tatakota, dsb.
- Subjek Foto: Umumnya, subjek foto
dalam fotografi jalanan adalah segala aktivitas yang ada di jalan. Tidak hanya
manusia, tapi juga bisa binatang, tumbuhan, atau bangunan.
- Sifat / Karakter: Sifat atau
karakter dari fotografi jalanan itu apa adanya (alamiah) dan spontan. Tidak
diatur dalam pose tertentu. Ini menjadi poin penting dalam fotografi jalanan /
street photography.

Perbedaan Fotografi Jalanan Dengan Genre Fotografi Lain
Genre fotografi jalanan sering bersinggungan dengan genre lainnya dalam bidang fotografi. Seperti landscape (pemandangan), portrait (manusia), human interest (manusia), dan dokumentasi. Jelas persinggungan ini memicu kebingungan bagi para fotografer pemula. Namun, jika dikembalikan dari sifat / karakternya, maka akan terasa besar perbedaannya.
- Potrait: Foto dalam genre
fotografi ini cenderung memunculkan sifat dan karakter dari subjek foto.
- Human Interest: Foto yang
dihasilkan akan memperlihatkan kesan (sedih, senang, kecewa, marah, dll.) pada
orang yang melihatnya.
- Dokumentasi: Foto yang fungsi hanya
sebagai dokumentasi.
Teknik Dasar Fotografi Jalanan
Apakah fotografi jalanan memakai
teknik? Tentu saja. Dalam memotret fotografi jalanan seorang fotografer tetap
perlu mempertimbangkan hal-hal teknis. Tujuan membuat foto menjadi hidup. Tapi
hal itu tidak menjadi faktor utama. Anda juga bisa menerapkan tips praktis
berikut ini ketika ingin mengambil fotografi jalanan.
- Pilih lensa yang sesuai
- Menyetel kamera
- Lebih dekat dengan subjek
- Bawa kamera dan siap selalu
- Jangan skeptis / ragu terhadap subjek
- Pakai paha, jangan pakai tripod
- Memotretlah di malam hari
- Tempatkan subjek di luar frame
- Jangan berfokus dengan kualitas foto
- Mulai memotret sekarang juga dan bersenang-senanglah