
Lampu menjadi salah satu sumber
kehidupan dengan hadirnya listrik di dunia ini. Nama Thomas Alva Edison sebagai
penemu bola lampu akan terus abadi di sejumlah literatur sejarah karena
sumbangsihnya untuk kehidupan manusia.
Berkat temuannya ini, manusia
bisa menikmati indahnya malam dengan cahaya. Pun menerangi gelap gulita di
dalam ruangan tertutup saat siang hari. Meski sinar matahari bisa digantikan
dengan cahaya rembulan, namun gelapnya malam akan terasa sunyi tanpa hadirnya
lampu.
Dengan kerja keras Thomas Alva
Edison, penemuan lampu pijarnya banyak dikembangkan seiring dengan perkembangan
zaman. Berbagai jenis lampu kini digunakan untuk keperluan tertentu yang telah
tersebar di seluruh penjuru dunia.
Namun tidak menutup kemungkinan,
di kemudian hari akan tercipta lampu baru dengan berbagai keunggulan yang
ditawarkan. Keunggulan tersebut harus melingkupi aspek hemat energi, ketahanan,
dan ramah lingkungan.
Untuk mengetahui jenis lampu yang umum digunakan, berikut
adalah ulasan 7 jenis lampu lengkap dengan kelebihan serta kekurangannya,
seperti yang dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber,
1. Lampu Pijar
Lampu Incandecent atau yang biasa
disebut lampu pijar adalah jenis lampu yang cahayanya bersumber dari kawat
pijar tipis yang dipanaskan. Lampu ini adalah lampu pertama yang diciptakan
manusia, yaitu Thomas Alva Edison. Untuk menyalakan lampu pijar, dibutuhkan
sumber energi yang bisa memanaskan kawat pijar yang berada di pusat bagian
dalam bohlam.
Karena mengandalkan panas, lampu
pijar lebih cepat terbakar dan tidak bisa terpakai lagi. Nyala lampu pijar
berwarna kuning. Lampu jenis ini biasanya bertahan hingga 8 bulan. Meskipun
harganya terbilang murah, lampu pijar terhitung kurang awet jika ingin hemat
energi dan biaya.
2. Lampu Neon
Jenis lampu selanjutnya adalah
lampu neon. Tenaga elektrik guna merangsang penguapan merkuri yang hasilkan
gelombang UV dimanfaatkan oleh lampu jenis ini. Dari proses tersebut,
dihasilkan fosfor berpendar yang memproduksi cahaya yang cukup menyilaukan indera
penglihatan.
Karena pancaran cahayanya yang
sangat silau, lampu neon kurang sesuai jika dipakai sebagai penerangan untuk
rumah tanga. Selain itu, kandungannya berupa merkuri juga tidak sehat bagi mata
dan kulit manusia.
3. Lampu Neon Kompak (Compact Fluorescent
Ligths)
Istilah dalam bahasa Inggrisnya
adalah Compact Fluorescent Ligths (CFL). Lampu neon kompak memiliki ciri yang
hampir sama dengan lampu pijar, yaitu bentuk, ukuran, serta pancaran cahayanya.
Berbeda dengan lampu pijar yang
memanfaatkan energi panas, lampu neon kompak membutuhkan tenaga elektrik untuk
menyalakannya. Selain itu, lampu jenis ini bisa bertahan hingga tujuh kali
lebih lama dari lampu pijar.
Banyak yang menyebutkan bahwa
lampu neon kompak adalah versi kecil dari lampu neon. Lampu ini dapat digunakan
sebagai sumber cahaya untuk keperluan rumah tangga seperti dapur, ruang makan,
atau taman. Namun, lampu neon kompak mengandung sedikit merkuri. Sehingga
penggunaannya dihimbau agar tetap dibatasi.
4. HID (High Intensity Discharge)
Lampu HID memiliki pancaran
cahaya yang sangat terang. Bahkan, daya tahannya mampu mencapai hingga 20 ribu
jam. Sayangnya, jenis lampu ini memancarkan radiasi UV yang cukup besar. Saat
digunakan, dibutuhkan filter yang berfungsi untuk menyaring radiasi.
Lampu HID umumnya digunakan untuk
menyinari area yang sangat luas. Misalnya, untuk keperluan acara besar seperi
di stadion, gor, atau lapangan.
5. Halogen
Lampu halogen dibuat dengan
campuran bahan gas mulia dan sedikit gas halogen. Dua gas tersebut digunakan
untuk mengisi bagian dalam bola lampu. Strukur lampu halogen terdiri atas tiga
bagian utama yakni tabung lampu, filamen dan penyokong filamen.
Filamen yang digunakan lampu halogen
sama dengan lampu pijar, yaitu wolfram atau yang biasa disebut tungsten. Energi
listrik digunakan untuk menyalakan lampu ini. Lampu halogen biasanya memiliki
reflektor yang berfungsi untuk memperkuat cahaya yang dipancarkan.
6. Hybrid Halogen CFL
Jenis lampu yang keenam ini
adalah kombinasi dari tiga lampu yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu CFL,
halogen, dan lampu pijar. Meski ukurannya kecil seperti lampu pijar, lampu
hybrid ini memiliki cahaya yang lebih terang dan lebih tahan lama.
Tidak seperti lampu HID yang
kurang aman untuk keperluan rumah tangga, lampu hybrid cukup aman dan efisien
karena telah memperoleh sertifikat dari Environmental Protection Agency dan US
Department of Energy. Untuk aspek ketahanannya, lampu hybrid sanggup menyala 8
kali lebih lama dibanding lampu pijar.
7. LED
Selanjutnya adalah lampu LED.
Lampu ini akan menyala jika dialiri listrik. Cahaya yang dipancarkan lewat
aliran listrik tidak menghasilkan panas yang berlebih seperti lampu pijar. Oleh
karena itu, lampu LED terasa lebih dingin karena tidak membuat panas ruangan.
Selain itu, lampu LED juga
menawarkan pilihan warna yang beragam seperti putih, kuning, biru, dan warna
lainnya. Jenis lampu ini disebut-sebut tergolong paling hemat energi di antara
jenis lampu lainnya. Namun, harganya cukup mahal.