Shabby Chic: sejarah dan Ide Desainnya yang Memukau Tips Dekorasi Ala Shabby Chic

Shabby Chic: sejarah dan  Ide Desainnya yang Memukau  Tips Dekorasi Ala Shabby Chic

Tips Dekorasi Ala Shabby Chic


Shabby chic acapkali disebut dalam dunia interior. Tapi apa sebenarnya yang membuat gaya ini populer? Singkatnya, desain ini memberikan sentuhan pesona pedesaan yang terbuat dari furnitur antik dan aksen hiasan yang mengkilap.

Sering disebut sebagai gaya Perancis, konsep ini juga masuk jadi salah satu gaya paling laris dari kaum hip, muda, dan modis. Shabby chic menjadi cara sempurna untuk mendekorasi kamar tamu atau ruang keluarga, dengan fokus pada kehangatan dan kenyamanan. Kalau Anda ingin mengisi rumah dengan estetika serbaguna ini harus memadukan elemen yang tepat.

Ada sejumlah tips desain interior yang ringan guna membantu Anda mengintegrasikan konsep shabby chic ke dalam ruangan rumah.

1. Padukan Warna Minimal dengan Detail Maksimal

Terkait ini, pilih warna elegan dengan warna netral yang menenangkan, kain motif cantik, dan aksesori indah. Untuk tampilan yang sempurna pada shabby chic, gunakan palet off-white dan krem, lalu tambahkan kayu berwarna putih untuk menarik perhatian.

Hindari tampilan menjadi terlalu datar dengan mengggunakan aksesori yang banyak detail dan tekstur, termasuk kain rajutan, linen, dan renda. Jangan lupa tambahkan akses abu-abu dari lantai yang tidak akan merusak ruang namun memberikan kontras yang halus.

2. Pilih Karya Seni yang Tepat

Untuk ruang tamu yang berkarakter, kombinasikan kayu bertekstur dengan kain pelapis mewah. Ditambah dengan wallpaper warna biru atau abu-abu lembut supaya tampilan lebih dinamis. Nah, untuk tampilan kolektor tradisional, kumpulkan vas dan kendi yang tidak serasi dengan nuansa buatan tangan. Jangan lupa berikan sentuhan pada bagian lantai dengan laminasi efek antik untuk melengkapi furnitur kayu.

3. Nuansa Pedesaan

Anda bisa memasukkan daya tarik pedesaan dengan menambahkan sentuhan bahan-bahan alami seperti kayu ek, katun, dan linen. Untuk bagian lantai, Anda dapat mencontek tampilan dengan lantai laminasi efek penuaan yang realistis.

4. Manfaatkan Motif Bunga

Pilih motif mawar klasik untuk menciptakan kembali tampilan cantik ini. Warna pink cantik, kayu putih, dan aksesori nostalgia menciptakan nuansa romantis. Adanya motif bunga yang cantik memancarkan aura feminin dari tampilan ini.

Jika Anda ingin memoles kamar tidur dengan nyaman, pilih sarung bantal nyaman bersama dengan selimut rajutan. Cat dengan warna krem ?? dan bagian dinding lainnya dengan warna putih. Ditambah tempat tidur dengan empat tiang putih dan meja samping tempat tidur, suasana antik pun tercipta.

5. Hue yang Lembut

Cat dinding dengan warna biru yang lembut, lalu tambahkan perabotan dengan warna krem kayu yang dicat dengan warna kusam. Cari barang bekas di toko vintage dan tingkatkan nuansa Prancis dengan sarung bantal garis-garis halus yang elegan, lalu selesaikan dengan kain katun. Untuk hasil akhir yang sederhana, pilih karpet sisal yang tebal ditambahkan dengan permadani bertekstur berwarna netral.

6. Tambahkan Aksesori Vintage

Pilih furnitur tenun klasik dan ciptakan nuansa elegan dengan mengecat dinding yang berdekatan dengan warna biru-abu-abu segar. Bisa juga padupadankan kain bergaris dan bermotif bunga untuk sarung cushion. Gantung cermin miring antik dan selesaikan dengan banyak bunga segar dan tanaman pot. Voila! Apakah rumah Anda sudah mirip dengan nuansa shabby chic?

 

Sejarah Shabby Chic

Tahukah Anda, desainer di balik desain shabby chich adalah Rachel Ashwell. Ia menciptakan istilah tersebut ketika dirinya membuka toko Santa Monica, California, di tahun 1989. Toko tersebut menjual furnitur pelapis, sprei, t-shirt, dan barang antik Inggris khas pedesaan. Jangan kaget karena desainnya sangat berbeda sehingga menumbuhkan penggemar termasuk Oprah Winfrey, lho.

Latar belakang desain ini adalah karena masyarakat pedesaan di Inggris yang tinggal di daerah di luar kota Inggris pada saat itu, merupakan masyarakat miskin dengan daya beli rendah. Alhasil, banyak furnitur mereka yang terlihat lusuh dan pudar. Namun pada awal 1980-an, tren shabby chic mulai muncul di mana-mana terutama di kalangan masyarakat Inggris yang cukup mampu.

Mereka justru berlomba-lomba mendapatkan furnitur berkualitas klasik dan punya cerita unik selama ratusan tahun. Semakin antik dan vintage furnitur shabby chic yang mereka dapatkan, semakin tinggi prestise dan nilai sebuah benda. Oleh karena itu, mereka tidak sembarangan dalam memilih barang, lebih baik keluar dengan biaya yang sedikit mahal tapi berkualitas tinggi dibandingkan dengan yang mudah pecah.

Kini berkat sentuhan modern dan desain dinamis, banyak pernak-pernik dan furnitur dengan harga terjangkau tetapi memiliki elemen shabby chic yang khas dan menggoda.

TAG

Tidak ada tag yang tersedia