Kita perlu memperhatikan spesifikasi komputer yang dibutuhkan untuk desain grafis, supaya pekerjaan desain kita bisa berjalan dengan lancar. Jangan sampai ketika sedang mendesain, tiba-tiba komputernya ngelag. Bahkan, ada fitur dan proses yang tidak bisa dijalankan karena spesifikasi komputernya tidak memadai. Kita ambil contoh dari system requirements yang dibutuhkan oleh software Adobe Photoshop versi 2021. Di website resminya disebutkan bahwa spesifikasi minimum untuk dapat menjalankan Photoshop adalah sebagai berikut:
|
Spesifikasi Minimum |
|
|
Processor |
Intel® atau AMD 64-bit dengan kecepatan 2 GHz atau di atasnya |
|
RAM |
8 GB atau lebih (direkomendasikan 16 GB) |
|
VGA |
nVidia GeForce GTX 1050 atau yang setara. (direkomendasikan nVidia
GeForce GTX 1660 atau Quadro T1000 atau di atasnya) |
|
Monitor |
Minimal resolusi monitor 1280 x 800 dengan warna 16-bit dan dedicated VRAM sebesar 512 MB atau lebih. (VRAM 2 GB lebih direkomendasikan) |
Maksud dari tabel di atas, bahwa komputer dengan kapasitas RAM yang
hanya 8 GB saja atau di bawahnya memang bisa menjalankan aplikasi Photoshop.
Namun pastinya akan mengalami kendala “lag”
saat proses desain sedang berlangsung. Apalagi jika kita menggunakan banyak
layer dengan resolusi desain yang besar. Sudah tentu beban aplikasi akan jadi
lebih berat.
Sebenarnya jika hanya digunakan untuk desain yang sederhana seperti banner, logo, ataupun manipulasi foto sederhana, kita sudah dapat menjalankan Photoshop dengan lancar hanya dengan kapasitas RAM 6 GB. Tetapi jika sudah masuk ke tahap animasi sederhana dan menggunakan layer yang sangat banyak, maka direkomendasikan menggunakan RAM setidaknya minimal 8 GB supaya proses editing dan desain bisa berjalan lebih lancar.
Bagaimana dengan PC untuk editing video, rendering, ataupun untuk animasi 3D?
Spesifikasi Komputer/PC Untuk Editing, Rendering, Animasi 3D, dan Video Editing
SSD, pengganti hard disk. Hard
disk sudah mulai ditinggalkan, dan akan mulai tergantikan dengan SSD (Solid
State Drive). Teknologi SSD jauh lebih cepat berkali-kali lipat daripada hard
disk. Sebaiknya pakailah SSD untuk penyimpanan sistem dan aplikasi. Dengan begitu
proses booting, membaca data, dan menjalankan aplikasi akan jauh lebih cepat
dan efisien.
Kapasitas RAM
Sangat disarankan minimal setidaknya menggunakan RAM 16 GB.
Ingat, 16 GB itu baru minimalnya saja. Jadi bisa saja kita masih
mengalami kendala ngelag atau patah-patah saat proses editing berlangsung. Direkomendasikan
menggunakan RAM 32 GB jika ingin proses editing dapat berjalan lancar.
Lebih baik lagi menggunakan RAM 64 GB atau di atasnya jika Anda ingin
menggunakan banyak visual effect (vfx).
VGA
Bagaimana dengan VGA? VGA juga punya peran yang sangat penting di sini
untuk pengolahan video dan animasi.
Siapkan budget sekitar 3 Jutaan ke atas untuk bisa menikmati video
editing dengan cepat dan lancar. Karena di range harga tersebutlah rata-rata
VGA bisa menghandle proses editing video dan animasi dengan lebih baik.
CPU/Processor
CPU atau processor dengan 8 core juga sangat direkomendasikan. Namun
di generasi terbaru, kebanyakan processor saat ini sudah menggunakan teknologi
hyper-threading, sehingga walaupun jumlah core-nya sedikit, tapi bisa lebih
kencang dibandingkan CPU generasi lama yang punya core lebih banyak. Sampai
saat ini, processor dari Intel yang paling maksimal performanya serta lebih
cocok ketika digunakan untuk editing video dan animasi menggunakan
software-software dari perusahaan Adobe. Namun, Anda juga bisa melirik
processor AMD Ryzen jika ingin merakit PC Editing dengan harga murah.
Pilihlah Monitor dengan Akurasi Warna yang Baik dan Gambar yang Tajam

Monitor menjadi salah satu perangkat yang penting untuk diperhatikan
dalam desain grafis.
Karena hasil dari karya desain yang Anda buat, akan sangat dipengaruhi dari monitor yang Anda gunakan. Ketajaman layar dan akurasi warna pada monitor memang sangat penting. Jangan sampai ketika sudah selesai mendesain di komputer, warnanya memang terlihat sesuai dengan apa yang kita inginkan, akan tetapi setelah kita transfer dan membukanya di smartphone, ternyata warnanya jadi sangat berbeda. Untuk itu, pilihlah monitor khusus yang memang diperuntukkan untuk desain grafis.
Monitor IPS Cocok Untuk Desain
Grafis
Pilihlah monitor dengan tipe panel IPS. Jenis panel ini mempunyai tingkat reproduksi warna lebih baik daripada jenis panel lainnya. Selain itu, panel IPS juga mempunyai viewing angle yang luas sebesar 178°.

Monitor yang dibuat khusus untuk desain grafis, biasanya sudah
dikalibrasi dan disertifikasi oleh produsen. Biasanya pada spesifikasinya akan
ditampilkan tipe-tipe standar warna gamut yang sudah didukung, seperti sRGB,
Adobe RGB, DCI-P3, dan NTSC.
Monitor yang sudah disertifikasi dengan dukungan Adobe RGB dan DCI-P3,
biasanya harganya akan relatif lebih mahal dari jenis monitor biasa.
Resolusi dan Ukuran Monitor
Untuk desain grafis, sangat disarankan menggunakan monitor dengan resolusi tinggi dengan ukuran monitor lebih besar.

Kenapa? Supaya proses mendesain menjadi lebih mudah. Layar yang lega tentunya akan bisa memuat lebih banyak tool dan workspace pada aplikasi.
Minimal pilihlah resolusi Full HD, dan ukuran monitor setidaknya 24 inch. Beberapa desainer profesional, biasanya menggunakan monitor beresolusi 4K dengan ukuran monitor 32 inch.
sumber : teksnologi.com
Tentang Penulis
AHMAD ZAINUDIN S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.