A. Ruang Lingkup Arsitektur Lanskap

Mulai
dari perencanaan (planning), perancangan (design), hingga pengelolaan
(management) merupakan cakupan ruang lingkup kerja dari jenis arsitektur
lanskap. Arsitek lanskap selayaknya memahami ketiga ruang lingkup ini. Namun,
seperti profesi lain, seorang arsitek lanskap juga akan mengkhususkan diri
untuk bidang profesinya.
Jika
ketiga hal di atas berkaitan dengan cakupan ruang lingkup proses kerjanya,
pekerjaan arsitektur lanskap juga berkaitan dengan jenis atau skala lanskap
yang dihadapinya. Jenis-jenis lanskap yang dimaksud ialah mulai dari pekarangan
atau taman rumah, taman lingkungan, taman-taman kota, taman hiburan, hingga
hutan kota. Selain itu, ada pula pembagian lanskap berupa streetscape, lanskap
sungai, lanskap pantai, lanskap pegunungan, lanskap pertanian, lanskap kota,
dan lain sebagainya.
B. Tidak
Sekadar Mendesain

Seperti
yang sudah diungkap sebelumnya, arsitektur lanskap tidak hanya tentang
mendesain, tetapi juga turut andil dalam merencanakan hingga mengelola. Seorang
arsitek lanskap juga bertanggung jawab untuk menciptakan karya yang tidak hanya
indah secara visual, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagaimana peruntukannya.
Dewasa kini, arsitek lanskap memiliki kualifikasi untuk melakukan penilaian
kelayakan lahan, dampak lingkungan, hingga konstruksi tapak. Tak heran, jika
sekarang banyak arsitek lanskap yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan baik
berupa pelestarian maupun pemulihan lahan, dan termasuk restorasi situs-situs
bersejarah.
C. Estetik dan Fungsional

Setidaknya
ada dua aspek yang harus terpenuhi dalam sebuah karya lanskap, yaitu estetika
dan fungsional. Ya, sebuah lanskap yang dibina oleh arsitek lanskap memang
harus indah dipandang mata. Oleh karena itu, ilmu seni serta sense of art
seorang arsitek lanskap harus dimainkan. Namun, estetika saja tentu tidak cukup
dalam ilmu pertamanan. Lanskap yang dibuat juga harus fungsional, sehingga
memenuhi kebutuhan penggunanya. Ilmu dan kepekaan sosial ‘bermain’ dalam hal
ini.
D.
Arsitektur
Lanskap Kontemporer
Di masa modern seperti sekarang, arsitektur lanskap juga berkembang. Konsep koneksi antara lingkungan dan peradaban manusia menjadi isu utama yang harus mampu direalisasikan dalam karya lanskap terutama perkotaan. Di sisi lain, kesadaran manusia baik sebagai individu atau kelompok masyarakat akan konsep back to nature juga tidak terbendung

Dipercaya pula, bahwa lingkungan sejatinya tidak bisa sepenuhnya dikendalikan. Oleh karena itu, dalam perancangan lanskap harus menekankan pada mekanisme alami yang ada di tempat tersebut.
D. Karya
Lanskap Fenomenal, Central Park New York

Jika
membicarakan karya arsitektur lanskap, tak lengkap jika tidak menyematkan
Central Park di Manhattan, New York. Taman kota populer satu ini menjadi
mahakarya dari Bapak Arsitektur Lanskap, Frederick Law Olmsted bersama dengan
Calvert Vaux. Taman kota seluas 3,41 km persegi ini merupakan proyek pertama
beliau yang berhasil menjadi contoh dari penataan ruang hijau di tengah
perkotaan.
Pembangunan Central Park yang dibuka tahun 1859 ini memang didasari atas semakin sesaknya kota dan kebutuhan ruang terbuka bagi warga. Ide desainnya sendiri diperkirakan dipengaruhi dari berbagai konsep, terutama taman-taman di Eropa, seperti Taman Birkenhead, Inggris yang pernah dikunjungi Olmsted.

Terlepas
dari inspirasi desainnya, terbukti bahwa mahakarya ini berhasil membuktikan
bahwa sebuah karya lanskap yang direncanakan dengan tepat akan memberikan
dampak positif bagi lingkungan.