TEKNIK CETAK METODE PRODUKSI GRAFIKA
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
15 Maret 2022
Teknik cetak merupakan salah satu
bentuk seni rupa yang memiliki nilai yang sangat tinggi dalam seni grafis.
Sebuah media ekspresi dan visualiasasi gagasan yang memiliki nilai nilai seni
yang sangat indah. Pada dasar pengertian nya, teknik mencetak pada seni grafis
ini memiliki arti yang sederhana yaitu sebuah teknik untuk menggandakan sebuah
karya seni dalam jumlah tertentu, bisa dalam jumlah yang banyak maupun dengan
edisi yang terbatas. Teknik cetak seni rupa biasanya menggunakan media seperti
kasa, plat logam, karet lino maupun kayu yang pada umumnya dicetak pada media
kertas dan kain.
Apa saja
jenis Teknik Cetak?
Cetak Saring
Teknik mencetak seni grafis ini juga sering dikenal dengan sablon
maupun silkscreen. Cetak saring merupakan teknik seni cetak sederhana dari
cetak datar atau cetak offset. Teknik ini banyak digunakan untuk mencetak pada
permukaan yang tidak teratur seperti botol, gelas, baju, tas dan lainnya. Pada
seni cetak saring konvensional, desain cetak dibentuk dengan melakukan
penyinaran emulsi dengan letak film positif di atas screen menggunakan sinar
matahari. Namun saat ini sudah ada teknologi penyinaran yang lebih cepat dah
hemat waktu menggunakan mesin vaccum exposure yaitu penyinaran menggunakan
cahaya ultra violet.

Screen yang dipakai untuk sablon baju terdiri dari beberapa jenis,
bergantung pada kualitas dan sifat dari kain yang berbeda-beda. Sementara untuk
membedakan screen biasanya memakai huruf T. Berikut ini beberapa jenis screen
yang dipakai untuk sablon.
T 150 : jenis screen
ini biasa digunakan untuk mencetak di permukaan dengan bahan serat fiber,
firmika, dan imitasi.
T 120 : jenis screen yang
memiliki pori serat yang lebih rapat, dimana screen biasa dipakai untuk
mencetak pada media kayu lapus, kulit dan kertas karton.
T 90 : jenis screen yang
biasa digunakan untuk mencetak spanduk dan kaos ini memiliki pori-pori kain
yang rapat.
T 55 : jenis screen ini
memiliki serat yang lebih renggang dari screen lainnya, sehingga bisa
meloloskan tinta dan biasanya dipakai untuk mencetak gambar di karung gula atau
handuk.
Cetak Timbul / Tinggi
Cetak timbul atau tinggi adalah proses cetak dengan acuan membentuk
sebuah gambar di media cetak datar secara timbul atau tinggi. Teknik mencetak
seni grafis ini biasa digunakan untuk membuat stempel atau cap. Sementara untuk
medianya biasa menggunakan hardboard metal, papan kayu, Linoleum (karet) dan
kayu lapis atau triplek.

Teknik dari cetak timbul atau tinggi yang paling banyak digunakan
yaitu seni grafis woodcut (cukilan kayu). Teknik mencetak seni grafis ini
pertama kali adalah Johanes Gutenberg dari Jerman, setelah itu orang Koptia –
Mesir di abad ke 14 M memakainya dan orang Eropa memakainya untuk memberi
hiasan di kain tenun.
Cetak Datar /offset Lithography
Cetak Offset menggunakan bahan plat yang datar,
sehingga antara posisi bagian gambar dan bagian bukan gambar sama tinggi.
Bagian gambar pada pelat yang tidak dilapisi emulsi, ketika dicetak akan
menarik tinta, dan bagian bukan gambar akan menolak tinta.

Offset digunakan untuk mencetak dalam skala/kuantitas
besar. Di antara semua teknik percetakan, offset bisa dibilang merupakan yang
paling ekonomis, berkualitas tinggi dan memiliki konsistensi yang baik untuk
mencetak dalam skala besar.
Cetak Dalam
Cetak dalam biasanya menggunakan media dengan bahan
logam tembaga, teknik ini dengan cara digores atau di toreh secara langsung.
Meski ada juga yang memakai senyawa kimia nitrit yang bersifat korosif terhadap
logam tembaga. Teknik mencetak seni grafis cetak dalam dibagi menjadi 4 yaitu :

Cetak Dalam - Engraving
Engraving adalah teknik yang sangat rumit, terutama
untuk memakai alatnya yaitu burin sebagai pengukir logam dan logam disiram
tinta kemudian dibersihkan kembali. Jadi tinta yang tertinggal hanya yang ada
di garis ukiran. Alat yang digunakan bernama burin dan umumnya hanya orang yang
memiliki keterampilan lebih yang dapat menggunakan teknik Engraving.
Cetak Dalam - Etching
Etching adalah seni grafis dengan media tembaga,
sebagai pembuat klise memakai asam nitrat yang bersifat korosif. Dimana logam
akan dilapisi lilin, selanjutnya logam di ukir dengan etsa dan dicelupkan ke
asam nitrat.
Cetak Dalam - Mezzotint
Mezzotint adalah seni grafis yang menggunakan media
plat logam dan permukaannya terlebih dahulu dibuat menjadi kasar secara merata.
Selanjutnya gambar dibuat dengan plat logam yang dikerok hingga memberikan efek
gelap dan terang. Penemu teknik Mezzotint adalah Ludwig von Siegen yang
menggunakan alat yang disebut Rocker.
Cetak Dalam - Drypoint
Teknik terakhir adalah drypoint dimana teknik
ini hampir sama dengan teknik engraving.
Teknik drypoint yaitu menoreh media seperti tembaga ataupun
akrilik sehingga menimbulkan kerusakan pada permukaan media yang bisa menghasilkan
sebuah visual seni.
Tentang Penulis
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.