Alex Sobur
Ada beberapa pandangan yang menjelaskan
ihwal teori atau konsep makna. Model proses makna Wendell Johnsosn menawarkan
sejumlah implikasi bagi komunikasi antarmanusia :
1) Makna aria dalam diri manusia. Makna tidak terletak pada kata-kata
melainkan pada manusia. Kita menggunakan kata-kata untuk mendckati makna yang
ingin kita komunikasikan. Tetapi kata-kata ini tidak secara sempurna dan
lengkap menggambarkan makna yang kita maksudkan. Dernikian pula, makna yang didapat
pendengar dari pesan-pesan kita akan sangat berbeda dengan makna yang ingin
kita komunikasikan. Komunikasi adalah proses yang kita gunakan untuk mereproduksi,
di benak pendengar, apa yang ada dalam benak kita. Reproduksi ini hanyalah
sebuah proses parsial dan selalu bisa salah.
2) Makna berubah. Kata-kata relatif statis. Banyak dari kata-kata yang
kita gunakan 200 atau 300 tahun yang lalu. Tetapi makna dari kata-kata ini
terus berubah, dan ini khususnya terjadi pada dimensi emosional dari makna.
Bandingkanlah, misalnya, makna kata-kata berikut bertahun-tahun yang lalu dan
sekarang, hubungan di luar nikah, obat, agama, htburan, dan perkawinan.
3) Makna membutuhkan acuan. Walaupun tidak semua komunikasi mengacu
pada dunia nyata, komunikasi hanya masuk akal bilamana ia mempunyai kaitan
dengan dunia atau lingkungan eksternal. Obsesi seorang paranoid yang selalu
merasa diawasi dan teraniaya merupakan contoh makna yang tidak mempunyai acuan
yang memadai.
4) Penyingkatan yang berlebihan akan mengubah makna. Berkaitan erat
dengan gagasan bahwa makna membutuhkan acuan adalah masalah komunikasi yang
timbul akibat penyingkatan berlebihan tanpa mengaitkannya dengan acuan yang
konkret dan dapat diamati. Bila kita berbicara tentang cinta, persahabatan,
kebahagiaan, kebaikan, kejahatan, dan konsep-konsep lain yang serupa tanpa
mengaitkannya dengan sesuatu yang spesifik, kita tidak akan bisa berbagi makna
dengan lawan bicara. Mengatakan kepada seorang anak untuk “manis” dapat mempunyai
bnnyak makna. Penyingkatan perlu dikaitkan dengan objek, kejadian, dan perilaku
dalam dunia nyata: “Berlaku manislah dan bermain sendirilah sementara ayah
memasak.” Bila Anda telah membuat hubungan seperti ini, Anda akan bisa membagi
apa yang Anda maksudkan dan tidak membiarkan keseluruhan tindak komunikasi
berubah.
5)
Makna tidak terbatas jumlahnya.
Pada suatu saat tertentu, jumlah kata dalam suatu bahasa terbatas, tetapi
maknanya tidak terbatas. Karena itu, kebanyakan kata mempunyai banyak makna. Hal
ini bisa menimbulkan masalah bila sebuah kata diartikan secara berbeda oleh dua
orang yang sedang berkomunikasi. Bila ada keraguan, sebaiknya Anda bertanya dan
bukan membuat asumsi; ketidaksepakatan akan hilang bila makna yang diberikan
masing-masing pihak diketahui.
6)
Makna dikomunikasikan hanya
sebagian. Makna yang kita peroleh dari suatu kejadian {event) bersifat
multiaspek dan sangat kompleks, tetapi hanya sebagian saja dari makna-makna ini
yang benar-benar dapat dijelaskan. Banyak dari makna tersebut tetap tinggal
dalam benak kita. Karenanya, pemahaman yang sebenarnya, pertukaran makna secara
sempurna, barangkali merupakan tujuan ideal yang ingin kita capai tetapi tidak
pernah tercapai.
Teori lain
tentang makna ini bisa kita lihat pada teori makna yang dikemukakan Alston yang
mencakup teori acuan (referential theory), teori ideasi (ideasional theory),
dan teori tingkah laku (behavioral theory).
Teori Acuan
{Referential Theory). Menurut Alston, teori acuan atau teori referential ini
merupakan salah satu jenis teori makna yang mengenali atau mengidentifikasikan
makna suatu ungkapan dengan apa yang diacunya atau dengan hubungan acuan itu.
Istilah referee itu sendiri, menurut Palmer adalah hubungan antara unsur- unsur
linguistik berupa kata-kata, kalimat-kalimat, dan dunia pengalaman yang
nonlinguistik.
Referen atau
acuan boleh saja benda, peristiwa, proses, atau kenyataan. Referen adalah
sesuatu yang ditunjuk oleh lambang. Jadi, kalau seseorang mengatakan sungai,
maka yang ditunjuk oleh lambang tersebut, yakni tanah yang berlubang lebar dan
panjang tempat air mengalir dari hulu ke danau atau laut. Kata sungai langsung
dihubungkan dengan acuannya. Tidak mungkin timbul asosiasi yang lain. Bagi
mereka yang pernah melihat sungai, atau pernah mandi di sungai, sudah barang
tentu mudah memahami apa yang dimaksud dengan sungai.