Tips Membuat Desain Logo Product yang Mudah Dikenali Banyak Orang
SANTI WIDIASTUTI S.T, M.T
19 Desember 2022
Logo dapat memperkuat nama brand
di pasaran. Keberadaan logo dalam dunia bisnis diibaratkan sebagai wajah yang
mewakili gambaran suatu perusahaan dan produk. Perusahaan besar, industri
rumahan, bahkan toko online yang berjualan di media sosial saja juga membuat
logo untuk mewakili bisnisnya.
Tentunya, logo tidak boleh asal
dibuat, tapi harus bisa merepresentasikan jenis usaha. Logo akan jadi simbol
identitas suatu brand yang membedakannya dengan brand lainnya. Itulah sebabnya,
logo akan digunakan dalam segala kegiatan promosi dan pemasaran bisnis.
Desain logo dapat berpengaruh
terhadap branding suatu produk. Logo yang baik dapat mudah dikenali dan akan
dikenang oleh banyak orang. Logo dapat membangun persepsi konsumen mengenai
bisnis Anda secara umum.
Namun, membuat logo suatu brand
bukan perkara yang gampang. Mendesain logo yang menarik membutuhkan kreativitas
yang tinggi. Seringkali, pemilik usaha dan desainer grafis membutuhkan waktu
yang panjang untuk memikirkan ide hingga menyelesaikan desain logo.
Berikut tips membuat logo yang sesuai dengan brand :
1. Mengenal fungsi dan tujuan logo
Dari pembahasan singkat mengenai
logo diatas, tentunya kamu bisa menarik kesimpulan fungsi dan tujuan pembuatan
logo. Tujuan utama sebuah logo adalah untuk membuat sebuah penggambaran
mengenai sebuah brand atau company. Logo secara tidak langsung akan
menggambarkan kualitas entitasnya, namun wujud dari logo itu sendiri sering
kali tidak menggambarkan secara langsung seperti apa entitasnya.
Bentuk logo tidak harus mutlak
mengikuti objek & bentuk brand, misalkan contoh entitasnya berupa produk
permen bukan berarti logo harus menggunakan bentuk permen. Atau jika entitasnya
berupa jasa percetakan bukan berarti logo harus bergambar kertas atau lembar
document. Karena jika seperti itu, maka akan terjadi kebingungan pada pasar dan
konsumen. Untuk menghindari hal tersebut maka sebaiknya logo harus dibuat unik
dan semenarik mungkin.
Dalam kaitannya sebuah identitas
brand, logo mungkin hanya salah satu dari atribut identitas visual lainnya.
Oleh Karena itu penting untuk diketahui bahwa dengan hanya membuat logo saja
belumlah cukup untuk membangun presepsi dan brand awareness di masyarakat.
2. Mengetahui kriteria logo yang efektif dan baik
A. Mudah diingat dan Sederhana
Buatlah sebuah logo yang
memorable dan mudah diingat. Selain untuk membuat ketertarikan di benak
konsumen logo yang sederhana juga akan memberikan sebuah tempat dan kesan yang
baik bagi siapa saja yang melihatnya.
Berbeda dengan logo yang terkesan
abstrak dan sulit untuk diingat, orang-orang cenderung dengan mudah melupakan
entitas brand yang digambarkan dengan visual abstrak yang rumit karena akan
sulit untuk diartikan dan dikaitkan dengan kesan dan identitas brand tersebut.
Kamu juga harus bisa memprediksikan apakah logo yang kamu buat akan disukai
semua orang.
B. Dapat dideskripsikan
Ketika membuat logo hendaknya
kamu memastikan apakah logo yang akan kamu buat mudah diartikan khususnya untuk
para konsumen.
Logo haruslah bersifat deskriptif
dan mampu menceritakan esensi dari sebuah brand dan perusahaan, serta mewakili
apa yang ingin disampaikan dan dikomunikasikan. alternatif lain adalah ketika
kamu menemukan nama dari sebuah brand yang mudah diingat jadikan itu sebuah
peluang untuk diimplementasikan menjadi sebuah logo.
C. Pilihan Warna
Pilihan warna dan komponen logo
sangatlah mempengaruhi hasil akhir dan kualitas logo rancanganmu. Pilihlah
secara bijak tentang apa saja yang kamu butuhkan untuk berada diantara
komposisi logomu. Terlalu banyak warna akan membuat logo kamu terasa lebay dan
membingungkan.
Cobalah untuk mendesain logo
dengan paling banyak 3 atau 4 warna. Atau jika memang membutuhkan lebih banyak
warna coba mensiasatinya dengan membuat kombinasi yang logis dan enak dilihat.
Tentunya untuk hal kini kamu harus lebih memahami tentang prinsip dan teori
psikologi warna.
D. Pemilihan Font yang tepat
Meski terkesan sepele, font
memegang peranan yang penting terhadap logo yang akan kamu desain.
Masing-masing font memiliki karakter dan kesannya tersendiri. Misalnya font
yang bergaya classic akan menimbulkan kesan formal dan mewah. Font yang
berlekuk-lekuk akan terlihat lebih playfull dan informal. Pilihlah font yang
sesuai dengan image dan kesan yang ingin kamu tampilkan juga harus sesuai
dengan karakter brand dan entitas perusahaan.
E. Original
Originalitas sebuah logo menjadi
salasatu aspek penting dalam perancangan sebuah logo, agar ketika orang lain
melihat logo kamu, mereka tidak akan mengingat produk lain selain produk &
brand milikmu.
Apa yang akan kamu ingat ketika
melihat sebuah tanda centang? Pasti kamu akan langsung mengingat sebuah merk
fashion sport ternama, Nike. Atau ketika kamu melihat gambar buah apel yang
tergigit? Kamu pasti sudah bisa menduga bahwa logo tersebut adalah milik Apple
Inc. Lalu apabila kamu mengetahui bahwa logo apel yang tergigit tersebut adalah
milik orang lain, maka saat itu pula kamu akan mencap logo tersebut sebagai
plagiat dan karya yang tidak orsinil.
F. Flexibel
Sebuah logo bukan hanya simple,
mudah diingat dan timeless, melainkan harus bersifat versatile (serba guna).
Yang dimaksud adalah logo harus bisa diaplikasikan di berbagai media dengan
berbagai macam material.
Idealnya logo dirancang dalam
format file vector agar bisa disesuaikan dalam ukuran dan bentuk apapun, baik
dengan posisi vertical maupun horizontal. Untuk mengakali hal ini, hendaknya
logo di desain terlebih dahulu dengan menggunakan pilihan warna hitam dan putih
saja, agar seseorang yang melihat dapat fokus terhadap konsep dan bentuk logo
sebelum beralih menuju komposisi yang lebih kompleks.
G. Pendekatan Tren
Membuat logo dengan berdasarkan
tren hanya akan bertahan ketika tren itu sedang in saja, lalu ketika tren
berganti desain logo tersebut akan terlihat kuno dan ketinggalan zaman.
Usahakan membuat logo yang tak
lekang oleh zaman agar kamu tidak perlu mendesain ulang logo. Karena begitu
kamu mendesain ulang sebuah logo maka secara tidak langsung kamu telah mereset
ulang ingatan orang lain terhadap brand dan entitas perusahaan. Hal ini sangat tidak efektif dan akan
membuang waktu dan gagasan yang kamu miliki.
H. Relevan dengan Merk Bisnis / Perusahaan
Logo yang kamu buat haruslah
sesuai dengan tujuan dari brand atau produknya. Kamu harus mulai berlatih studi
warna agar bisa menyesuaikan warna apa yang kiranya cocok dengan brand yang
akan kamu buatkan logo. Contohnya, dalam mendesain logo untuk brand pakaian
wanita biasanya warna-warna yang digunakan cenderung lebih soft dan feminism
dengan pilihan font yang memiliki shape halus dan tidak tegas.
Satu hal yang paling penting,
sebuah logo tidak harus menunjukan produk dan jasa apa saja yang mereka jual.
Misalkan logo mobil yang tidak harus mutlak berbentuk mobil, logo handphone
yang tidak harus menggunakan bentukan handphone. Kendati terdapat beberapa merk
& brand terkenal yang menggunakan teknik perancangan seperti yang dimaksud.
3. Menentukan jenis logo
Seorang desainer layaknya harus
bisa memahami beberapa landasan tentang brand dan perusahaan, serta beberapa
dasar yang dapat mewakilinya. Terdapat banyak jenis logo yang bisa disesuaikan
tergantung dengan kebutuhan dan keinginan.
Berikut beberapa jenis logo yang harus kamu ketahui :
Adalah jenis logo yang langsung
fokus pada nama brand atau perusahaan. Logo ini biasanya berupa tulisan dan
sangat efektif jika nama perusahaannya ringkas dan tidak terlalu panjang.
Karena fokus logo ini terletak pada nama bisnis dan perusahaanmu maka gunakan
font yang sesuai dengan karakter, misalkan untuk logo merk fashion umumnya
menggunakan font yang elegant, clean dan juga berkelas.
– Pictorial Mark / Logo Simbol
Adalah jenis logo yang langsung
fokus pada nama brand atau perusahaan. Logo ini biasanya berupa tulisan dan
sangat efektif jika nama perusahaannya ringkas dan tidak terlalu panjang.
Karena fokus logo ini terletak pada nama bisnis dan perusahaanmu maka gunakan
font yang sesuai dengan karakter, misalkan untuk logo merk fashion umumnya
menggunakan font yang elegant, clean dan juga berkelas.
– Pictorial Mark / Logo Simbol
Sebuah logo lambang/emblem
merupakan perpaduan antara hurup yang berada didalam simbol atau ikon, lencana,
segel dan inti dari lambang tersebut. Logo ini memiliki visual yang lebih
mencolok bila dibandingkan logo lain pada umumnya. Sehingga sering digunakan
untuk sekolah, organisasi, lembaga pemerintah dan industry otomotif. Penggunaan
lambang yang rumit dirasa kurang cocok jika diaplikasikan pada media cetak
& business card. Karena akan terlihat kurang jelas, terkecuali jika
memiliki komposisi yang simple dan sederhana.
Tentang Penulis
SANTI WIDIASTUTI S.T, M.T
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.