Bayangan (Shadow) merupakan salah satu bagian dari desain yang mampu memberikan kesan mendalam. Mungkin terlihat cukup mudah dalam membuat sebuah bayangan, tetapi masih cukup banyak desainer yang belum menguasai bagaimana membuat bayangan yang bagus (termasuk saya). Bayangan terbentuk tentu dari adanya cahaya yang menyinari sebuah objek. Arah bayangan dipengaruhi oleh arah asal cahaya dan jarak cahaya dari objek. Mari kita bahas sedikit kesalahan yang sering dilakukan oleh desainer dalam membuat bayangan.
Bayangan Dasar
Ketika kita membuat bayangan dari sebuah objek, kita harus memikirkan ke arah mana bayangan yang kita buat nantinya. Seperti yang telah saya sampaikan di awal, arah bayangan dipengaruhi oleh arah dan jarak sumber cahaya. Besarnya cahaya juga mempengaruhi ketebalan bayangan yang harus kita buat.
Jenis Bayangan
Untuk menghasilkan bayangan yang realistis, kita harus mampu memikirkan distorsi dari objek sehingga bayangan yang dihasilkan sesuai dengan bentuk objek. Seperti pada gambar diatas, bentuk bayangan di sebelah kanan jelas sekali tidak sesuai pada bentuk objek.
Bayangan Blur
Nah, blur dari bayangan ini dipengaruhi oleh jumlah cahaya yang menyinari objek. Blur bayangan dapat menghadirkan kesan realistis dan kedalaman dari bayangan.
Jarak Bayangan
Warna dari bayangan dipengaruhi oleh transparansi dan warna objek yang ditembus cahaya dan juga warna cahaya tentunya. Apabila warna objek adalah warna natural (warna putih transparan/kaca) maka warna bayangan dipengaruhi hanya oleh warna cahaya yang dipancarkan.
Bentuk, ketajaman, warna dan arah cahaya merupakan bagian penting untuk menghasilkan desain yang realistis dan natural. Semoga bermanfaat.
Sumber : sekolahdesain_id
Info PMB : https://pmb.stekom.ac.id
Kerjasama/Penerimaan Mahasiswa Baru,
WA 24 jam : 081-777-5758 (081 jujuju maju mapan)
IG : @universitassetekom
TikTok : @universitasstekom
FP : https://www.facebook.com/stekom.ac.id/
TWITTER : https://twitter.com/unistekom
YOUTUBE : https://www.youtube.com/UniversitasSTEKOM