Memotret makanan dengan hasil
yang baik tak harus dilakukan oleh fotografer khusus makanan, Anda orang biasa
pun dapat melakukannya. Hanya saja diperlukan teknik atau cara tertentu agar
hasil jepretan Anda terlihat bagus. Foto makanan dikatakan baik dan berkualitas
jika memiliki kualitas gambar yang jelas dan detail. Tak hanya itu, poin yang
paling penting untuk sebuah foto produk makanan adalah mampu membuat siapa saja
yang melihat foto tersebut tergoda oleh kelezatan makanan yang ditampilkan
dalam foto. Berikut terdapat beberapa cara foto produk makanan agar
hasilnya nanti memuaskan.
Ada beberapa hal yang menurut saya harus diperhatikan saat kita mau foto makanan menggunakan kamera HP, DSLR, Mirrorless antara lain :
TENTUKAN KONSEP FOTO YANG
DIINGINKAN
Foto juga pastinya bisa
bercerita. Bercerita keadaan di mana foto diambil.. Nah agar foto kita
bercerita kita harus tentukan konsepnya.
Misal :
Kita mau ambil gambar street food
atau gambar masakan yang settingnya di dapur atau meja makan, cafe atau
restoran. Sebisa mungkin properti atau setting tempat kita usahakan mendukung
foto yang akan kita buat.
Misal kita mau foto kopi ala ala seperti di cafe saat foto di rumah, maka properti yang mendukung agar seperti tampak di cafe adalah cangkir kopi, pot tanaman kecil, majalah snack dll dengan background dan alas foto yang kita buat agar tampak seperi di cafe. Namun jika mau foto langsung makanan yang kita pesan di tempat makan kita bisa foto dengan props seadanya yang mendukung.

LIGHTING ATAU PENCAHAYAAN SAAT
PEMOTRETAN
Lighting untuk Food Photography
sedikit berbeda dengan fotografi model. Food photography menggunakan
sumber cahaya dari belakang dan dari samping saja. Jika sumber cahaya berasal
dari depan, maka makanan akan terlihat flat dan tidak berdimensi.
Cahaya dari depan juga dapat menghilangkan tekstur makanan, padahal justru teksturlah yang ingin dimunculkan agar makanan terlihat lezat dan menggiurkan. Dalam membuat foto makanan atau minuman pencahayaan/lighting terbaik yaitu pencahayaan yang berasal dari matahari atau cahaya natural. Pencahayaan alami dari matahari sangat berpengaruh dari waktu atau timing sehingga hasil fotonya dapat berbeda-beda. Dalam membuat foto makanan atau minuman biasanya dilakukan dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore untuk menghasilkan foto dengan cahaya yang baik.

Jika kalian foto di cafe atau restoran usahakan cari tempat yang terkena cahaya matahari, biasanya dekat dengan jendela. Begitu juga kalau foto di rumah, cari tempat yang dekat dengan jendela. Tapi usahakan sinar yang masuk jangan terlalu kuat yaa. Jadi bisa dilapisi dengan horden tipis.
RULE OF THIRD
Apa itu rule of third?
Rule of third adalah garis imajiner yang membantu membagi frame foto menjadi sembilan bagian sama besar, dengan menarik dua garis sejajar secara horisontal dan vertikal. Aturan komposisi ini menjadi dasar bagi keseimbangan elemen foto sehingga foto lebih enak dipandang dan memberikan kita kesempatan untuk dapat menikmati sebuah foto.

Jika kita menempatkan Point of Interest (POI) atau bagian paling menarik dari sebuah foto atau objek yang ingin kita tonjolkan dalam foto kita di salah satu titik tersebut, maka secara keseluruhan foto akan menjadi lebih enak dilihat karena sejalan dengan cara mata kita melihat benda. Nah rule of third ini bisa kita setting di kamera hp kita yah.
TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR
Sudut pengambilan gambar yang umumnya digunakan saat memotret makanan adalah sudut 45 drajat atau sudut 90 derajat atau top view atau biasa disebut juga flatlay. Bisa juga menggunakan eye level. Sudut eye level ini biasanya digunakan untuk makanan atau minuman dengan beberapa lapis.

KENALI FITUR PADA KAMERAMU
Sebelum melakukan sesi pemotretan sebaiknya kenali dulu pengaturan kamera kamu. Mulai dari ketajaman kamera dan sebagainya. Kemudian, bersihkan lensa kamera agar terbebas dari debu dan minyak yang menempel agar objek terlihat lebih fokus.

FOOD STYLING
Dalam memotret makanan, kita juga harus perhatikan styling dan
elemen yang terdapat pada menu-menu yang akan kita foto. Penempatan lauk
atau side dish juga harus kita pastikan ditaruh dengan tepat agar saat kita
foto, kita dapat mengetahui wajah dari makanan tersebut. Jadi kita
tentukan dahulu apa POI atau hero dalam foto tersebut.
Misal kita mau foto ayam di dalam piring kemudian di belakang ada piring nasi sambal dan berbagai properti lainnya. Jangan sampai saat memotret piring nasi malah menjadi fokus yang utama tapi malah foto ayamnya yang blur atau mungkin malah sambalnya yang jadi fokus.
