Fotografi tak selamanya memotret
street photography atau memotret model cantik di indoor maupun outdoor. Ada
salah satu fotografi yang menantang dan membutuhkan kesabaran, ya, wild life
photography atau fotografi alam liar. Tak sedikit tantangan yang dihadapi saat
memotret di alam liar. Selain kamera yang canggih dan memadai dibutuhkan fisik
dan mental yang kuat. Kita juga harus benar-benar memahami kamera dan lensa
yang kita bawa saat memotret. Teknik fotografi yang baik juga sangat diperlukan
dalam fotografi jenis ini.
Hal tersebut karena memotret
momen hewan di alamnya hanya datang beberapa detik saja sehingga kita harus
sigap. Nah, berikut ini beberapa tips bagi kalian yang ingin memotret di alam
liar.
Persiapan fisik

Kamu perlu mempersiapkan kondisi
fisikmu karena kamu harus mampu menghadapi medan yang berat dan cuaca yang
ekstrem serta tidak terduga pada saat pemotretan.
Memiliki insting yang kuat

Kamu perlu untuk memiliki insting
yang kuat sehingga dapat melihat momen yang tepat misalnya ketika ada satwa
yang sedang mengintai buruannya, atau saat bertarung berebut mangsa. Kamu juga
dapat mengabadikan peristiwa sehari-hari yang terjadi atau keadaan alam di
sekitarnya dan dapat melihat objek yang menarik.
Mengenal Lokasi Alam yang Akan Difoto

Wildlife fotografi biasanya
menyuguhkan gambar perilaku hewan dengan background habitat asli mereka.
Fotografer harus tau bagaimana medan yang akan ditemui saat motret. Karakter
hewan yang ada di lokasi tersebut juga harus kita ketahui, kita bisa riset
terlebih dahulu dengan warga sekitar atau pun lembaga terkait. Jangan sampai
saat memotret malah membahayakan kita dan mengancam keselamatan kita karena
tidak tahu seluk-beluk dan lingkungan yang difoto.
Mencari guide

Kamu bisa meminta bantuan guide
yang tepat dan suportif untuk memudahkan kamu saat di lokasi. Sebaiknya kamu
persiapkan sebelumnya karena penting untuk mendapatkan guide yang dapat
membantu kamu dan mau menjelaskan lebih banyak tempat yang akan kamu tuju.
Selain itu, dia juga dapat membantu kamu dalam menentukan lokasi yang tepat
untuk memotret.
Mengenal Fitur Baik Kelebihan Maupun Lensa yang Dibawa

Memotret di alam liar membutuhkan
kamera dan lensa yang mumpuni. Kecepatan kamera dalam menangkap gambar sangat
penting karena ekspresi atau momen hewan di alam liar biasanya hanya bisa
diabadikan dalam beberapa detik. Kita juga membutuhkan lensa tele untuk menjaga
jarak aman dengan hewan liar agar tidak mengganggu mereka dan kita pun aman dan
tidak diserang hewan liar saat memotret. Kita juga harus bisa meredam suara
kamera kita agar tidak mengganggu hewan yang justru membuat mereka takut dan
kabur saat difoto.
Menyatu dengan Alam saat Memotret

Memotret di alam liar tidak
semudah memotret di perkotaan. Di alam kita tidak bisa mengatur hewan ataupun
cuaca. Bahkan bisa saja kita harus pulang tanpa mendapatkan foto. Tak sedikit
fotografer alam liar yang harus menunggu ber jam-jam atau bahkan berbulan-bulan
untuk mendapatkan hewan yang akan difoto. Mereka bahkan ada yang menunggu di
atas pohon atau di semak-semak. Selain itu hindari menggunakan warna-warna
mencolok agar tidak menarik perhatian hewan. Biasanya fotografer menggunakan
pakaian atau peralatan berwarna gelap. Mereka juga membungkus kamera dan lensa
untuk berkamuflase dengan lingkungannya.
Pemilihan waktu

Pemilihan waktu adalah segalanya
dalam fotografi alam liar. Tidak seperti fotografi potret, fotografer tidak
bisa memberikan pengarahan kepada hewan liar untuk melakukan perintahnya.
Penting untuk menangkap momen begitu Anda melihat kesempatan untuk foto bagus.
Latih mata Anda untuk menangkap pergerakan tertentu atau perhatikan tingkah
laku hewan tersebut sehingga Anda siap ketika hewan itu beraksi.
Teknik Pemotongan gambar (Cropping)

Pemotongan merupakan cara yang
bagus untuk menyingkirkan gangguan dalam foto. Pinggiran, latar depan atau
latar belakang yang kacau bisa mengalihkan perhatian pemirsa dari subjek Anda.
Dengan menghilangkan pagar atau papan tanda di kebun binatang, foto-foto Anda
menjadi lebih meyakinkan seperti foto-foto di alam liar.