Teori warna adalah seni dan ilmu menggunakan warna secara estetis dan fungsional. Mereka diatur pada roda warna dan dikategorikan sebagai warna primer, sekunder dan tersier. Roda warna yang digunakan oleh desainer khususnya dirancang oleh Issac Newton pada abad ke-17.
Tiga warna utama adalah Merah, Biru dan Kuning. Ketika ini digabungkan bersama, mereka memunculkan warna sekunder yaitu Oranye (Merah dan Kuning), Ungu (Merah dan Biru) dan Hijau (Biru dan Kuning). Keenam warna tersier tersebut dibentuk dengan mencampurkan warna primer dan sekunder.
Setiap warna yang ada pada roda warna adalah Hue. Ini termasuk warna primer, sekunder, dan tersier. Jadi secara teknis, warna yang tidak ada di roda warna bukanlah rona. Semua warna adalah warna tetapi semua warna bukanlah warna.
Mencampur putih dengan warna memberi kita warna. Merah muda adalah warna merah karena merupakan kombinasi dari merah dan putih. Menambahkan abu-abu ke warna memberi kita nuansa. Jika kita mengambil contoh merah yang sama dan mencampurnya dengan abu-abu, kita mendapatkan warna coklat yang lebih terang. Sekarang, ketika kita menambahkan hitam ke merah, kita menjadi coklat dan ini disebut nada. Secara sederhana,
Rona dan Putih = Warna
Rona dan Abu-abu = Shade
Rona dan Hitam = Nada
Palet Warna yang dibentuk oleh roda warna
Ada berbagai palet warna yang dapat dibentuk dengan roda warna.
1. Warna hangat dan sejuk
Kehangatan dan panas identik dengan matahari karena merupakan sumber energi utama. Demikian pula, warna-warna yang menimbulkan rasa hangat dan nyaman bagi pikiran manusia berada di bawah palet warna hangat.
Air sebagai elemen membangkitkan rasa ketenangan dan menenangkan pikiran. Warna-warna keren melakukan hal yang sama persis. Beberapa palet warna dapat dibentuk dengan menggunakan hangat, dingin atau kombinasi warna-warna ini. Lihatlah gambar roda warna di bawah ini untuk memahami perbedaannya.
2. Warna komplementer gratis dan Split
Warna yang berada di sisi berlawanan dari roda warna disebut warna komplementer. Warna komplementer split adalah warna yang berada di kedua sisi warna komplementer. Kontras yang diciptakan hanya dengan menggunakan warna-warna ini sangat tinggi.
Kiat pro: Selalu gunakan warna-warna ini di ruang di mana Anda ingin memiliki banyak semangat dan daya tarik visual. Kamar anak, interior sekolah bermain, dll.
3. Warna Monokromatik dan Akromatik
Rona tunggal, nada, warna, dan coraknya merupakan warna monokromatik dari rona tertentu. Warna-warna ini dapat digunakan bersama sebagai palet warna.
Warna akromatik tidak ada dalam roda warna tetapi merupakan aspek penting dalam menciptakan keseimbangan visual yang tepat. Mereka adalah warna netral seperti abu-abu, hitam dan putih. Gambar di bawah ini menunjukkan palet warna akromatik.
Penggunaan warna sangat penting di banyak bidang dan bukan hanya desain interior.
Seorang Konsultan Branding atau yang terkait dengan bidang Branding, harus memahami warna dan daya tarik visualnya dengan sangat baik. Penggunaan warna yang sesuai untuk merek khusus adalah cara terbaik untuk menarik pelanggan potensial. Lakukan studi kasus kecil dan mencari merek yang paling populer, lihatlah bahwa mereka telah menggunakan warna berdasarkan audiens target. Jika dilakukan dengan benar, mereka menarik perhatian visual dalam hitungan detik dan membuat ingin segera memeriksa produk atau layanan. Merek yang menjual makanan cepat saji biasanya memiliki warna gratis yang langsung menarik perhatian visual.