Dalam dunia fotografi saat ini
banyak muncul berbagai perkembangan memotret objek yang unik, salah satunya
yakni toys photography. Genre fotografi banyak dilakukan oleh fotografer di berbagai
negara di dunia, sekadar hobi atau bahkan menekuni hingga menjadi profesi. Jadi
fotografer mainan atau yang dikenal dengan toys photographer bukanlah sebuah
perkara sulit. Dengan mengolah kreativitas, ketekunan dan kemauan, siapa saja
orangnya bisa melakukan salah satu kreasi dalam dunia fotografi ini.
Khusus untuk memulai melakukan
agenda pemotretan dengan para mainan yang diinginkan, nampaknya perlu persiapan
juga. Meski dalam praktiknya Youngers tidak banyak memerlukan persiapan yang
ribet atau bahkan mahal. Bermodal lensa kit dan meja ala kadarnya yang ada di
rumah, menjadi toys photographer sudah dapat dilakukan.
Salah satu fotografer mainan
kelas dunia, Seno Haryo membeberkan sejumlah tips dan trik untuk mempersiapkan
pemotretan mainan ini. Bagi Youngers yang punya banyak action figure, silakan
simak baik-baik sejumlah tips berikut ini ya. Seno menjabarkan sejumlah tips
untuk memulai memotret pada koleksi mainan yang kita miliki, pertama yakni
tentang kamera.
Anda tidak harus mempunyai lensa makro melainkan
cukup lensa normal juga sudah dapat digunakan. Bahkan lensa kit sekalipun tak
menjadi masalah. Bahkan apabila menggunakan lensa makro justru akan memberikan
hasil yang kurang maksimal. “Justru dengan lensa makro, mainan akan terlihat
mainan bukan karakter manusia yang seolah-olah hidup. Pilih lensa biasa saja,”
kata Hal kedua yang perlu diperhatikan
yakni penggunaan lighting atau tata pencahayaan dan properti yang disediakan.
Tidak harus membuat setting yang mahal. Tentunya dengan mendekor sebuah studio
mini akan membantu membentuk suasana yang sesuai dengan cerita yang diinginkan.
Untuk lighting, Youngers dapat menggunakan lampu LED yang banyak dijual di
pasaran dengan harga terjangkau, selama benda tersebut memiliki fungsi yang
sesuai dengan kebutuhan.
Tips selanjutnya yakni dengan
melebarkan sayap penggunaan imajinasi untuk menghidupkan adegan dalam setiap
karakter mainan. Untuk itu perlu imajinasi membentuk gerakan atau pose yang
bisa memperlihatkan karakter yang seolah hidup. “Kalau saya idenya muncul
sendiri, muncul begitu saja. Mungkin karena sudah hafal sejak kecil baca komik
dan lihat film-filmnya,” tutur Seno yang saat ini menjadi fotografer independen
untuk Sideshows Collectibles, pabrikan resmi action figure Star Wars.
Ia mengaku tantangan terbesar
yang harus dilakukannya yakni membuat posisi atau “pose” mainan supaya lebih mirip dengan gerak-gerik manusia
yang nyata. Memerhatikan sejumlah pose mainan hingga benar-benar sesuai diakui
Seno menguras waktunya hingga semalaman. “Posisi duduknya bagaimana, loncatnya
bagaimana. Saya bisa semalaman kalau lagi memotret ini,” ujar Seno.