TUJUH PRINSIP DASAR DESAIN UNIVERSAL
SETIYO PRIHATMOKO, S.E, S.Kom, M.Kom
30 November 2021
Ide desain universal seperti yang
dirumuskan dapat diterapkan baik untuk proyek bangunan, pengembangan perkotaan,
desain objek, peralatan, rute, atau perjalanan.
Pusat Desain Universal di Universitas Negeri Columbia Utara di AS mendefinisikan tujuh prinsip dasar yang menjadi dasar pengembangan produk di bawah konsep ini:
1.
Penggunaan
Universal
Penggunaan yang sama untuk semua: desain yang berguna dan dapat digunakan untuk kelompok pengguna mana pun, apa pun kemampuannya.
2.
Fleksibilitas
penggunaan
Desain disesuaikan dengan berbagai preferensi dan keterampilan individu, dengan kemungkinan menggunakannya dalam beberapa cara alternatif.
3.
Penggunaan
sederhana dan intuitif
Desainnya memungkinkan penggunaan yang mudah dipahami, menghilangkan komplikasi yang tidak perlu, terlepas dari pengalaman pengguna, pengetahuan, keterampilan bahasa, atau kemampuan untuk berkonsentrasi.
4. Informasi yang dapat dipahami
Desain memberikan informasi yang diperlukan dengan mudah terlihat dan dimengerti oleh pengguna, terlepas dari kondisi lingkungan atau kemampuan sensorik individu.
5.
Toleransi
terhadap kesalahan atau penyalahgunaan
Desain meminimalkan kerusakan dan konsekuensi merugikan dari tindakan yang diambil secara tidak sengaja atau karena kesalahan.
6.
Sedikit
upaya fisik yang diperlukan
Desain dapat digunakan secara efisien dan nyaman dan dengan sedikit usaha.
7.
Ukuran
dan ruang untuk pendekatan, penanganan, dan penggunaan
Ukuran dan ruang yang sesuai untuk pendekatan, jangkauan, manipulasi, dan penggunaan, terlepas dari ukuran tubuh, postur, atau mobilitas pengguna.
Desain dan Arsitektur Universal
Diterapkan pada Arsitektur, konsep Desain Universal jauh melampaui penghapusan hambatan arsitektur.
Memungkinkan akses ke semua orang merupakan tantangan besar yang semakin tercermin dalam sistem hukum kita, tetapi tujuannya harus jauh lebih ambisius, seperti yang didefinisikan oleh ideologi desain universal.
Masing-masing dari 7 poin yang disebutkan berlaku untuk Pekerjaan Arsitektur dari saat awal konsepsi dan proyek hingga pelaksanaan dan commissioning.
Jika kriteria lain yang terkait dengan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan juga diterapkan, kami akan menciptakan bangunan dan lingkungan perkotaan yang ramah bagi penggunanya dan sekitarnya. Bangunan dan kota untuk melayani orang, impian dan tujuan mereka.
Singkatnya, untuk melayani pengembangan pribadi kita dan kualitas hidup kita.
Tentang Penulis
SETIYO PRIHATMOKO, S.E, S.Kom, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.