S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas STEKOM
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 165 dibaca

VISUAL BALANCE FOTOGRAFI

I

IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom

14 Juli 2022

Bagikan:
VISUAL BALANCE FOTOGRAFI

Visual Balance Fotografi, Rahasia Bikin Foto Makin Menakjubkan

Pernah nggak sih, kamu ngelihat ada foto yang bagusnya kebangetan, tapi kamu sekaligus ngerasa ada sesuatu yang kurang pas dan itu ngeganggu banget? Rasanya seperti ada yang mengganjal, tapi kamu sendiri nggak tahu apa itu. Nah, itu mungkin karena foto tersebut nggak punya visual balance. Bahkan foto dengan komposisi bagus sekali pun bakal terlihat mencolok, lho, kalau ada beberapa elemen di dalamnya yang nggak seimbang. Hmm, tapi apa sih,  keseimbangan visual, dan gimana sih, kita membuatnya?



Tenang, karena kali ini kamu akan menyelami segalanya yang berkaitan dengan visual balance dalam fotografi dan setelah ini dijamin kamu bakal lebih fokus pada apa itu namanya keseimbangan visual serta memperhatikan hal-hal yang kerap diremehkan.


Apa Itu Visual Balance?

Kebanyakan orang cenderung menganggap visual balance sebagai elemen fisik dalam adegan. Tapi jangan tertipu, karena keseimbangan visual lebih dalam daripada itu. Visual balance bisa ditentukan oleh warna, tone, posisi, perspektif dan bahkan konsep.

Foto yang secara visual seimbang adalah gambar di mana mata akan langsung tertuju dan berfokus pada subjek utama, tapi tetap nggak mengabaikan elemen lain di dalamnya. Elemen-elemen lain ini bukannya mengurangi, melainkan melengkapi subjek secara visual. Keseimbangan visual seringkali menjadi pelengkap teknik komposisi lainnya. Rule of thirds, golden spiral dan banyak teknik fotografi lainnya butuh gambar yang seimbang secara visual.


Simetri dan Asimetri, Dua Pilar Penting dalam Keseimbangan Visual



inilah dua pilar terpenting dalam visual balance. Simetri, seperti yang diketahui merupakan komposisi yang dipakai dengan baik, tapi kalau satu elemen dari dua bagian punya massa visual yang lebih besar daripada lainnya, maka kamu akan kehilangan efeknya. Contoh klasik dari visual balance yang simetris adalah foto lanskap yang tercermin di permukaan danau. Dengan tepi danau yang diposisikan di sepanjang pusat horizontal bingkai, kamu akan mendapatkan gambar yang seimbang sekaligus simetris. Asimetri adalah tempatmu menggunakan objek sekunder untuk menyeimbangkan subjek utama. Contohnya seperti yang terlihat dalam jepretan Chain Bridge in Budapest, di mana subjek utama dalam foto adalah jembatan. Tapi, alih-alih memosisikan jembatan secara simetris tepat di tengah-tengah, sang fotografer justru menyeimbangkannya ke sebelah kiri. Secara visual, foto ini terlihat seimbang karena diimbangi oleh bangunan cantik di background yang menjadi penyempurna bidikan tanpa mengurangi subjek itu sendiri.


Physical Balance, Bentuk Keseimbangan Visual Paling Umum



Teknik ini mengharuskan kamu membuat elemen fisik dari bidikanmu bekerja sama. Seperti dalam foto yang diambil di Ghent, Belgia, subjek utamanya adalah pemandangan kota yang membentang di sepanjang kanal. Untuk menyeimbangkan foto, sang fotografer nggak cuma menyertakan pagar jembatan ke dalam lensanya, tapi juga memasukkan sepeda di sebelah kiri. Dua elemen ini dapat meningkatkan subjek utama. Seandainya nggak ada sepeda di dalam foto, gambar akan terasa ‘njomplang’, karena bobot visual lebih banyak di sebelah kiri, sehingga mengalihkan fokus kita dari subjek utama.


Colour Balance, Trik Lain untuk Memenuhi Visual Balance



Kamu juga bisa menyeimbangkan gambar secara visual dengan warna. Salah satu caranya adalah memadukan warna primer untuk memberi kesan kontras, seperti yang bisa kamu lihat dari foto sebuah gudang di Norwegia di atas. Ada dua warna primer yang bisa digunakan yaitu merah dan hijau. Dua warna ini berperan besar dalam menciptakan keseimbangan secara visual. Warna hijau yang lembut menyelimuti sebagian besar gambar, sekaligus lebih menyoroti warna merah pada gudang merah. Contoh lain dari keseimbangan warna adalah seperti pada foto di atas, di mana warna kuning dan merah yang kontras justru saling membangun dan menyempurnakan antara satu dengan yang lain.


Light and Shade, Ide Visual Balance Lain



Cara lain untuk memberi keseimbangan visual pada foto adalah melalui penggunaan cahaya dan bayangan, dengan artian, tone. Dalam bidikan ini, bayangan bebatuan di atas air nggak cuma menciptakan garis penuntun, tapi juga keseimbangan visual antara perairan yang gelap dan kosong. Sementara bayangan yang lebih terang memandumu ke perahu kecil di bagian tengah. Well, konsep visual balance bisa menjelma menjadi hal yang cukup sulit dipahami. Tapi, tentu hal itu nggak bakal jadi masalah besar untuk kamu yang memang ingin terjun dan menyelam lebih dalam di dunia fotografi, bukan?

I

Tentang Penulis

IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya