VISUAL BALANCE FOTOGRAFI
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
14 Juli 2022
Visual
Balance Fotografi, Rahasia Bikin Foto Makin Menakjubkan
Pernah nggak sih, kamu ngelihat
ada foto yang bagusnya kebangetan, tapi kamu sekaligus ngerasa ada sesuatu yang
kurang pas dan itu ngeganggu banget? Rasanya seperti ada yang mengganjal, tapi
kamu sendiri nggak tahu apa itu. Nah, itu mungkin karena foto tersebut nggak
punya visual balance. Bahkan foto dengan komposisi bagus sekali pun bakal
terlihat mencolok, lho, kalau ada beberapa elemen di dalamnya yang nggak
seimbang. Hmm, tapi apa sih, keseimbangan
visual, dan gimana sih, kita membuatnya?

Tenang, karena kali ini kamu akan
menyelami segalanya yang berkaitan dengan visual balance dalam fotografi dan
setelah ini dijamin kamu bakal lebih fokus pada apa itu namanya keseimbangan
visual serta memperhatikan hal-hal yang kerap diremehkan.
Apa
Itu Visual Balance?
Kebanyakan orang cenderung
menganggap visual balance sebagai elemen fisik dalam adegan. Tapi jangan
tertipu, karena keseimbangan visual lebih dalam daripada itu. Visual balance
bisa ditentukan oleh warna, tone, posisi, perspektif dan bahkan konsep.
Foto yang secara visual seimbang
adalah gambar di mana mata akan langsung tertuju dan berfokus pada subjek
utama, tapi tetap nggak mengabaikan elemen lain di dalamnya. Elemen-elemen lain
ini bukannya mengurangi, melainkan melengkapi subjek secara visual.
Keseimbangan visual seringkali menjadi pelengkap teknik komposisi lainnya. Rule
of thirds, golden spiral dan banyak teknik fotografi lainnya butuh gambar yang
seimbang secara visual.
Simetri
dan Asimetri, Dua Pilar Penting dalam Keseimbangan Visual

inilah dua pilar terpenting dalam
visual balance. Simetri, seperti yang diketahui merupakan komposisi yang
dipakai dengan baik, tapi kalau satu elemen dari dua bagian punya massa visual
yang lebih besar daripada lainnya, maka kamu akan kehilangan efeknya. Contoh
klasik dari visual balance yang simetris adalah foto lanskap yang tercermin di
permukaan danau. Dengan tepi danau yang diposisikan di sepanjang pusat
horizontal bingkai, kamu akan mendapatkan gambar yang seimbang sekaligus
simetris. Asimetri adalah tempatmu menggunakan objek sekunder untuk
menyeimbangkan subjek utama. Contohnya seperti yang terlihat dalam jepretan
Chain Bridge in Budapest, di mana subjek utama dalam foto adalah jembatan.
Tapi, alih-alih memosisikan jembatan secara simetris tepat di tengah-tengah,
sang fotografer justru menyeimbangkannya ke sebelah kiri. Secara visual, foto
ini terlihat seimbang karena diimbangi oleh bangunan cantik di background yang
menjadi penyempurna bidikan tanpa mengurangi subjek itu sendiri.
Physical
Balance, Bentuk Keseimbangan Visual Paling Umum

Teknik ini mengharuskan kamu
membuat elemen fisik dari bidikanmu bekerja sama. Seperti dalam foto yang
diambil di Ghent, Belgia, subjek utamanya adalah pemandangan kota yang
membentang di sepanjang kanal. Untuk menyeimbangkan foto, sang fotografer nggak
cuma menyertakan pagar jembatan ke dalam lensanya, tapi juga memasukkan sepeda
di sebelah kiri. Dua elemen ini dapat meningkatkan subjek utama. Seandainya
nggak ada sepeda di dalam foto, gambar akan terasa ‘njomplang’, karena bobot
visual lebih banyak di sebelah kiri, sehingga mengalihkan fokus kita dari
subjek utama.
Colour
Balance, Trik Lain untuk Memenuhi Visual Balance

Kamu juga bisa menyeimbangkan
gambar secara visual dengan warna. Salah satu caranya adalah memadukan warna
primer untuk memberi kesan kontras, seperti yang bisa kamu lihat dari foto
sebuah gudang di Norwegia di atas. Ada dua warna primer yang bisa digunakan
yaitu merah dan hijau. Dua warna ini berperan besar dalam menciptakan
keseimbangan secara visual. Warna hijau yang lembut menyelimuti sebagian besar
gambar, sekaligus lebih menyoroti warna merah pada gudang merah. Contoh lain
dari keseimbangan warna adalah seperti pada foto di atas, di mana warna kuning
dan merah yang kontras justru saling membangun dan menyempurnakan antara satu
dengan yang lain.
Light
and Shade, Ide Visual Balance Lain

Cara lain untuk memberi
keseimbangan visual pada foto adalah melalui penggunaan cahaya dan bayangan,
dengan artian, tone. Dalam bidikan ini, bayangan bebatuan di atas air nggak
cuma menciptakan garis penuntun, tapi juga keseimbangan visual antara perairan
yang gelap dan kosong. Sementara bayangan yang lebih terang memandumu ke perahu
kecil di bagian tengah. Well, konsep visual balance bisa menjelma menjadi hal
yang cukup sulit dipahami. Tapi, tentu hal itu nggak bakal jadi masalah besar
untuk kamu yang memang ingin terjun dan menyelam lebih dalam di dunia
fotografi, bukan?
Tentang Penulis
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.