KENALI LEBIH DALAM PEMAHAMAN LENSA KAMERA
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
23 September 2021
APA ITU LENSA?
Dalam bidang fotografi, lensa
merupakan alat vital dari kamera yang berfungsi memfokuskan cahaya hingga mampu
membakar medium penangkap (atau lebih umum dikenal dengan nama film). Terdiri
atas beberapa lensa yang berjauhan yang bisa diatur sehingga menghasilkan
ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang berbeda. Di bagian luar lensa
fotografi biasanya ditempatkan tiga cincin pengatur, yaitu cincin panjang fokus
(untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus. Pada
dasarnya, alat ini berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang ada lalu
menyebarkannya ke dalam atau ke luar kamera.
Dalam konteks kamera video atau
film, lensa berfungsi untuk mengirim cahaya ke strip film. Sementara di kamera
biasa, baik itu DSLR atau bukan, lensa berfungsi mengarahkan cahaya ke sensor
digital. Dua-duanya terbuat dari rangkaian kaca pelat yang peka cahaya baik itu
cembung atau melengkung keluar dan cekung atau melengkung ke dalam. Lensa
modern diatur dalam skala milimeter [mm] yang merujuk pada jarak antara lensa dan
titik konvergensi bidang.
dengan lensa, anda bisa melihat
objek yang akan di foto apakah perlu diatur aperture atau shutter speednya agar
hasil fotonya lebih bagus atau sebaliknya. Sementara, jika lensa dilepas dari
kamera. maka foto yang dihasilkan hanya berupa gambar putih yang mengacu pada
warna cahaya secara optikal. Hal inilah yang memungkinkan anda untuk mengetahui
kalau lensa berkualitas tinggi bisa membantu anda menghasilkan foto yang bagus
dan menarik sekalipun kamera yang digunakan sudah usang. Sebaliknya, jika anda
menggunakan lensa murah dan berkualitas rendah maka hasil fotonya akan jelek
sekalipun kamera yang digunakan mahal.
Artinya, lensa adalah alat yang
fungsinya sangat penting bagi sebuah kamera sebab dengan alat ini anda bisa
melihat warna-warna cahaya, fenomena optik atau mungkin untuk mengatur
penggunaan kamera supaya hasil fotonya jauh lebih bagus.
KARAKTERISTIK LENSA KAMERA
Semua lensa bisa memfilter dan
memfokuskan cahaya agar bisa menyentuh sensor atau strip film dengan baik.
Disisi lain, ada beberapa faktor penting yang jadi penentu bagaimana lensa
mempengaruhi tampilan dan kualitas foto. Konteks ini kemudian dikenal dengan
istilah karakteristik. Secara umum, ada beberapa karakteristik lensa,
diantaranya:
1.
PANJANG
FOKUS / FOCAL LENGTH
Panjang fokus / Focal length berorientasi pada pengukuran jarak dan diukur dalam satuan milimeter antara titik konvergensi lensa dan sensor yang merekam gambar. Rentang panjang fokus lensa diekspresikan dalam bentuk angka dan angka tersebut memberi tahu anda berapa banyak momen atau adegan yang bisa ditangkap kamera. Angka yang lebih kecil punya sudut pandang yang lebih luas alias lebih lebar dan bisa melihat atau menampilkan pemandangan yang lebih banyak. Sementara angka yang lebih besar punya sudut pandang yang sempit dengan sudut pandang lebih kecil atau sedikit.

Dengan mengetahui Focal Length,
kita dapat mengetahui jenis-jenis lensa mana yang harus kita gunakan untuk
mendukung proses pemotretan kita. Lensa dengan Focal Length pendek, sangat
diperlukan untuk pemotretan dengan subyek-subyek lebar, seperti Landscape,
suasana, Aerial, maupun Street Photography dalam konteks yang spesifik.

Lensa dengan Focal Length panjang
akan sangat membantu dan berguna untuk pemotretan dengan subyek-subyek yang
detail dan jauh. Sementara Lensa dengan Focal Length Normal umumnya digunakan
untuk subyek-subyek yang casual, everday life, portrait hingga Street
Photography.
2.
BUKAAN /
APERTURE
Bukaan atau aperture. ini merujuk
pada seberapa besar bukaan yang memungkinkan cahaya masuk dan diukur dalam
f-stops. Fstop berlawan dengan intuisi atau perhitungan normal karena semakin besar
angkanya maka semakin kecil bukaannya. Sebagai contoh, f/2.8 memungkinkan
cahaya yang masuk dua kali lebih banyak dari f4 dan 16 kali lebih banyak dari
f11.

Aperture semakin kecil nilainya
maka semakin besar bukaan pada lensa, begitu sebaliknya semakin tinggi nilai
nya maka semakin kecil bukaan pada lensa. Hal ini dapat menentukan fokus maupun
ruang tajam pada kamera, seperti terlihat pada contoh dengan bukaan f1.4 nampak
ada bagian yang blur/kabur dan pada bukaan f/22 gambar nampak terlihat tajam
secara keseluruhan.
MEMAHAMI ISTILAH DEPTH OF FIELD DALAM FOTOGRAFI
Depth of Field adalah jarak
antara benda terdekat dan terjauh dalam sebuah foto yang nampak tajam. Sekarang
ini, kamera yang kita miliki hanya bisa fokus secara tajam pada satu titik.
Tapi transisi dari fokus secara tajam menjadi tidak tajam terjadi secara
bertahap, sehingga istilah ‘acceptably sharp (fokus yang sangat tajam)’ menjadi
longgar.Secara teknis, cara kamu melihat gambarnya dan berapa ukuran yang akan
terlihat pada gambar

DOF juga ditentukan oleh tiga faktor, yaitu aperture atau bukaan lensa, panjang fokus lensa, dan jarak kamera dari objek foto.
·
Aperture
Lensa
Semakin kecil aperturnya, semakin
luas DOF-nya sehingga semakin banyak bagian yang terlihat tajam. Jadi, kalau
kamu ingin menghasilkan foto dengan banyak bagain tajam, atur apertur sekecil
mungkin. Selain itu, sebaiknya kamu juga menggunakan tripod ketika mengambil
foto. Apertur kecil membuat kamera membutuhkan kecepatan shutter yang lebih
lama sehingga hasil foto berisiko blur karena kamera bergoyang.
·
Panjang
Fokus Lensa
Kalau ingin mendapatkan foto
dengan DOF yang luas, kamu bisa
menggunakan lensa wide angle untuk menjaga agar seluruh bagian objek dalam foto
tetap fokus. Semakin lebar sudut view-nya, semakin besar pula DOF-nya.
Sebaliknya, apabila kamu menggunakan lensa tele, maka DOF-nya akan lebih
terbatas.
·
Jarak
Kamera dari Objek
Seperti yang disebutkan di atas
bahwa semakin lebar sudut view-nya, semakin besar pula DOF-nya. Artinya,
semakin dekat jarak kamera dengan objek, semakin terbatas pula DOF-nya. Bahkan
jika kamu mengambil foto secara close up, DOF akan sangat menyempit hingga
beberapa milimeter di depan dan belakang obyek.
Tentang Penulis
IRDHA YUNIANTO,S.Ds, M.Kom
Penulis — Universitas STEKOM
Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.