S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas STEKOM
MENU NAVIGASI
Beranda / Artikel / Informasi
Informasi 7 dibaca

S1 Desain Komunikasi Visual Mengembangkan Desain Augmented Reality untuk Pengalaman Visual Interaktif

N

Novita Nur Andjani

17 Oktober 2026

Bagikan:
S1 Desain Komunikasi Visual Mengembangkan Desain Augmented Reality untuk Pengalaman Visual Interaktif

S1 Desain Komunikasi Visual merupakan program studi yang mempelajari penyampaian pesan melalui gambar, ilustrasi, tipografi, warna, dan berbagai elemen visual lainnya. Salah satu bentuk penerapannya adalah infografik edukasi, yaitu penyajian informasi dalam bentuk visual yang membantu pembaca memahami suatu topik secara lebih terstruktur. Infografik dapat digunakan dalam pendidikan, kampanye sosial, publikasi kesehatan, dan berbagai media digital.

Mengenal Infografik Edukasi

Infografik edukasi menggabungkan teks, gambar, diagram, angka, dan simbol untuk menjelaskan suatu informasi. Format ini dapat membantu menyederhanakan materi yang memiliki banyak data atau tahapan agar lebih mudah dipahami.

Contohnya adalah infografik mengenai proses daur ulang, panduan penggunaan teknologi, tahapan pendaftaran pendidikan, atau penjelasan fenomena ilmiah.

Dalam pembelajaran Desain Komunikasi Visual, mahasiswa dapat mempelajari cara mengubah materi yang kompleks menjadi tampilan visual yang teratur tanpa menghilangkan informasi penting.

Melakukan Riset Sebelum Mendesain

Sebelum membuat infografik, desainer perlu memahami topik dan menentukan informasi utama yang ingin disampaikan. Riset membantu memastikan bahwa data, fakta, dan penjelasan yang digunakan memiliki dasar yang dapat dipercaya.

Mahasiswa dapat belajar mengumpulkan informasi dari sumber yang relevan, membandingkan data, serta memisahkan fakta utama dari informasi pendukung. Sumber data juga perlu dicantumkan ketika diperlukan agar pembaca dapat memeriksa informasi lebih lanjut.

Tahapan riset membantu menjaga akurasi sekaligus memberikan arah yang jelas bagi proses desain.

Menyusun Hierarki Informasi

Infografik yang baik memiliki susunan informasi yang mudah diikuti. Judul perlu menjelaskan topik utama, sedangkan bagian berikutnya menyajikan informasi pendukung secara berurutan.

Mahasiswa dapat menggunakan ukuran teks, warna, ruang kosong, dan penempatan elemen untuk menunjukkan hubungan antara informasi. Jika infografik menjelaskan sebuah proses, misalnya, urutan visual dapat disusun dari tahap pertama hingga tahap terakhir.

Hierarki yang jelas membantu pembaca memahami pesan tanpa harus membaca seluruh bagian secara acak.

Memilih Ilustrasi dan Diagram

Ilustrasi dan diagram dapat membantu menjelaskan informasi yang sulit dipahami melalui teks saja. Ikon dapat digunakan untuk mewakili kategori, diagram batang untuk membandingkan data, dan diagram alur untuk menjelaskan tahapan proses.

Pemilihan elemen visual harus disesuaikan dengan jenis informasi. Penggunaan terlalu banyak ikon atau hiasan dapat membuat infografik terlihat ramai dan mengurangi perhatian terhadap pesan utama.

Mahasiswa perlu mempertimbangkan keseimbangan antara estetika dan fungsi agar desain tetap menarik sekaligus informatif.

Menentukan Warna dan Tipografi

Warna membantu membedakan kategori informasi dan mengarahkan perhatian pembaca. Sementara itu, tipografi berperan dalam menjaga keterbacaan serta memperjelas tingkat kepentingan setiap bagian.

Mahasiswa dapat mempelajari kombinasi warna yang memiliki kontras memadai dan pemilihan huruf yang sesuai dengan media publikasi. Ukuran teks juga perlu disesuaikan dengan cara infografik akan dibaca, baik melalui layar ponsel, komputer, maupun media cetak.

Konsistensi penggunaan warna dan tipografi membuat keseluruhan desain terlihat lebih terorganisasi.

Menyesuaikan Infografik dengan Audiens

Infografik untuk siswa sekolah tentu dapat memiliki pendekatan berbeda dari infografik untuk tenaga profesional. Perbedaan pengetahuan awal, kebutuhan, dan kebiasaan membaca perlu dipertimbangkan saat menentukan gaya bahasa serta tingkat detail informasi.

Mahasiswa dapat berlatih mengidentifikasi target audiens sebelum menyusun konsep. Pengujian kepada calon pembaca juga dapat membantu mengetahui apakah informasi sudah mudah dipahami atau masih memerlukan perbaikan.

Pendekatan tersebut membuat desain lebih sesuai dengan tujuan komunikasi.

Mengembangkan Proyek Infografik Edukasi

Mahasiswa dapat membuat infografik mengenai literasi digital, lingkungan, sejarah, teknologi, atau materi pembelajaran. Proyek dapat dimulai dengan menentukan tujuan, mengumpulkan data, membuat sketsa, menyusun elemen visual, dan mengevaluasi hasil.

Karya yang sudah selesai dapat dimasukkan ke dalam portofolio dengan penjelasan mengenai tujuan, target audiens, sumber informasi, serta pertimbangan desain. Portofolio ini dapat menunjukkan kemampuan menggabungkan riset, analisis, dan kreativitas visual.

Prospek Karier Lulusan DKV

Lulusan S1 Desain Komunikasi Visual dapat mengembangkan karier sebagai infographic designer, graphic designer, visual content designer, editorial designer, atau visual communication designer.

Keahlian ini dapat digunakan di perusahaan media, lembaga pendidikan, agensi kreatif, organisasi sosial, serta tim komunikasi perusahaan yang membutuhkan penyajian informasi secara visual.

S1 Desain Komunikasi Visual memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari cara menyampaikan informasi secara kreatif dan terstruktur. Melalui desain infografik edukasi, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan riset, pengolahan data, pemilihan elemen visual, dan penyusunan pesan yang mudah dipahami oleh berbagai audiens.

N

Tentang Penulis

Novita Nur Andjani

Penulis — Universitas STEKOM

Penulis aktif yang berfokus pada isu-isu akademik, teknologi pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus.

Lanjutkan Membaca

Artikel Lainnya